Menu
Akurat dan Terpercaya

Unsur-Unsur Cerita Pentingnya Budaya Tegur Sapa Kelas 4 SD

  • Share
Unsur-Unsur Cerita Pentingnya Budaya Tegur Sapa Kelas 4 SD

Hai adik-adik kelas 4 SD, berikut ini Osnipa akan membahas materi mengenai Unsur-Unsur Cerita Pentingnya Budaya Tegur Sapa Kelas 4 SD. Semoga bermanfaat.

Anak hebat, pada pertemuan sebelumnya kita telah membahas materi tentang unsur cerita, pada kesempatan kali ini kita akan belajar menemukan unsur cerita berdasarkan teks bacaan berjudul “Pentingnya Budaya Tegur Sapa”. Unsur cerita yang akan kita cari pada pembelajaran kali ini meliputi: judul, tokoh, sifat tokoh, tempat, awal cerita, akhir cerita, dan pesan moral. Silahkan ananda membaca teks berjudul “Pentingnya Budaya Tegur Sapa” pada link di bawah ini!

Pentingnya Budaya Tegur Sapa

Senangnya tinggal di Desa Sereh Wangi. Kedekatan hubungan antarwarga membuat mereka saling menjaga.

Tidak semua warga Desa Sereh Wangi merupakan penduduk asli. Sebagian warga merupakan pendatang, mereka masuk ketika kampung ini dibuka sebagai wilayah transmigrasi. Walau demikian, perbedaan asal usul tidak merenggangkan kedekatan mereka.

Kedekatan antarwarga dimulai dengan kebiasaan saling tegur sapa. Ketika berpapasan di lorong antarrumah, di jalan, atau di pasar tak pernah terlewat untuk saling menegur. Sekadar mengucap “Selamat pagi, selamat siang, selamat sore” sampai bertukar kabar atau berbincang sejenak. Semua saling kenal, semua saling peduli.

Di ujung jalan, tinggal Nenek Ijah seorang diri. Ia penghuni tertua di sini. Walau begitu ia masih mandiri melakukan kesibukan di rumahnya. Kadang ia terlihat menyapu pelan daun-daun di halaman rumah. Lain waktu ia duduk beristirahat di beranda. Pak Tulus, sang kepala desa, rajin menyapa Nenek Ijah. Pagi hari, sambil berangkat kerja, ia kerap mampir untuk sekedar mengantarkan ubi atau singkong rebus. Sore hari ia lewat lagi seraya melambai pada Nenek Ijah yang duduk di beranda.

Pada suatu pagi, Pak Tulus tidak menjumpai Nenek Ijah di halamannya. Sore harinya beranda rumah nenek Ijah masih tetap sepi. Pak Tulus menyempatkan untuk singgah. Pak Tulus mengetuk pintu, tetapi tak dijawab. Pak Tulus membuka pintu dan melangkah masuk. Betapa terkejut beliau menjumpai Nenek Ijah terkulai lemas di depan ruang tengahnya. Diraba dahinya, terasa agak hangat. Rupanya Nenek Ijah sakit. Pak Tulus menyesal tidak menyempatkan mampir tadi pagi namun, belum terlambat. Pak Tulus mengajak beberapa warga membawa Nenek Ijah ke dokter terdekat. Pak Tulus mengatur jadwal warga yang akan bergantian menjaga Nenek Ijah sampai pulih. Tidak ada warga yang menolak. Semua sukarela membantu. Mereka tahu, kelak suatu ketika mereka dalam kesulitan, pasti akan dibantu.

Budaya tegur sapa menjadi perekat warga. Budaya tegur sapa membangun kepedulian terhadap sesama.

Unsur-Unsur Cerita Pentingnya Budaya Tegur Sapa

Anak hebat, cerita tersebut bagus sekali ya dan mengandung pesan moral yang perlu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sekarang silahkan ananda temukan unsur-unsur cerita yang terdapat pada cerita tersebut dengan melengkapi kolom di bawah ini!

Sekarang silahkan ananda temukan unsur-unsur cerita yang terdapat pada cerita tersebut dengan melengkapi kolom di bawah ini!

Pembahasan:
Judul : Pentingnya Budaya Tegur Sapa
Tokoh : Nenek Ijah dan Pak Tulus
Sifat Tokoh : Nenek Ijah mandiri dan Pak Tulus suka menolong.
Tempat : Kampung Sereh Wangi
Awal Cerita : Kedekatan warga Sereh Wangi yang terbiasa saling tegur sapa.
Akhir Cerita : Budaya tegur sapa membangun kepedulian terhadap sesama.
Pesan Moral : Kita harus saling membantu dalam kesulitan dan membudayakan tegur sapa dengan orang lain.

Sekarang silahkan ananda temukan unsur-unsur cerita yang terdapat pada cerita tersebut dengan melengkapi kolom di bawah ini!

Demikian pembahasan mengenai Unsur-Unsur Cerita Pentingnya Budaya Tegur Sapa Kelas 4 SD. Semoga bermanfaat.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *