Tokoh-Tokoh Pahlawan yang Melakukan Perlawanan Terhadap Belanda

Hai adik-adik kelas 5 SD, berikut ini Osnipa akan membahas materi tokoh pahlawan yang melakukan perlawanan terhadap Belanda. Pembahasan akan fokus kepada Sultan Hassanudin, Pangeran Antasari, Kapiten Pattimura, Si Singamangaraja XII, Sultan Ageng Tirtayasa, Pangeran Diponegoro, dan Silas Papare.

1. Sultan Hassanudin

Asal: Makassar

Alasan melakukan perlawanan:

  • Upaya VOC/Belanda untuk menguasai Gowa, terutama pelabuhan Somba Opu untuk menerapkan sistem monopoli perdagangan.
  • VOC melakukan tindakan provokatif dalam memblokade pelabihan Somba Opu dengan memburu, menangkap, dan merusak perahu-perahu orang-orang bugis, Makassar dan yang lain untuk melemahkan posisi Gowa.
  • VOC melakukan taktik adu domba (devide et impera)

Bentuk perlawanan:

  • Sultan Hasanudin memeprsiapkan benteng pertahanan di sepanjang pantai, serta melakukan kerjsama dengan beberapa sekutu Gowa untuk melawan VOC.
  • Pada tahun 1668 Sultan Hasanuddin menggerakkan kekuatan rakyat untuk kembali melawan kesewenang-wenangan VOC, namun berhasil dikalahkan VOC.

Hasil perlawanan:

Mengalami kegagalan, terpaksa mengikuti perjanjian Bongaya tahun 1667 dengan mengakui adanya VOC di Gowa.

Pangeran Antasari

Asal: Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Alasan melakukan perlawanan:

  • Belanda melakukan monopoli dagang dalam kesulitan Banjar.
  • Menyempitnya wilayah kekuasaan Banjar karena perjanjian dengan Belanda.
  • Belanda turut campur dalam pemerintahan Banjar, termasuk dalam pemilihan pemimpin Banjar.
  • Rakyat Banjar menderita akibat perlakuan sewenang-wenang Belanda termasuk kerja paksa yang diterapkan oleh Belanda.

Bentuk Perlawanan:

  • Tanggal 25 April 1859, Pangeran Antasari bersama 300 prajurit menyerang tambang batu bara beserta perumahan milik Belnda yang ada disekitarnya dengan cara dibakar.
  • Melakukan penyerangan ke perkebunan milik Belanda di Gunung Jabok, Kalangan, dan Bangkal.
  • Merebut benteng Pengaron serta mengambil alih tambang Nassau Oranje milik Belanda.
  • Melakukan penyerangan pos-pos Belanda di Martapura, hulu sungai Riam Kanan, Tabalong, Tanah Laut, dan di sepanjang sungai Barito sampai Puruk Cahu.
  • Melakukan perang gerilya dan membuat kerajaan yang disertai benteng di pedalaman.
  • Melakukan penyelendupan senjata untuk mempersenjatai pasukan.

Hasil perlawanan:

Mengalami kekalahan. Pangeran Antasari meninggal pada umur 75 tahu, namun perlawanan terus berlangsung hingga beberapa tahun.

3. Pattimura

Asal: Maluku

Alasan melakukan perlawanan:

  • Pemecatan para guru di Maluku dengan dalih penghematan.
  • Belanda tidak mau membayar hasil bumi rakyat Maluku
  • Kegiatan monopoli di Maluku oleh Belanda
  • Rusaknya tata ekonomi dan pola perdagangan bebas di Maluku
  • Kebijakan Belanda yang meberatkan dan menyengsarakan seperti kerja paksa, penyerahan paksa hasil rakyat.

Hasil perlawanan:

Mengalami kegagalan. Belanda menangkap Pattimura di daerah Siri Sori dan pattimura dijatuhi hukuman dengan eksekusi di tiang gantung.

4. Sisingamangaraja

Asal: Sumatra Utara

Alasan melakukan perlawanan:

  • Adanya upaya kristenisasi yang dilakukan oleh Belanda dimana upaya ini dikuatirkan mampu menghilangkan tatanan tradisional dan bentuk kesatuan negeri yang ada secara turun menurun.
  • Adanya keinginan Belanda untuk menguasai seluruh tanah batak.

Bentuk perlawanan:

  • Melakukan kampanye keliling daerah-daerah guna menghimbau agar masyarakat mengusir pada zending yang memaksakan agama kristen kepada penduduk.
  • Mengusir para zanding.
  • Melakukan penyerbuan dan pembakaran terhadap pos-pos zending.
  • Melakukan perlawanan terhadap gerakan pasukan Belanda di Bahal Batu.
  • Mempersiapkan benteng pertahanan berupa benteng alam di dataran tinggi Toba dan Silindung.
  • Mempersiapkan benteng pertahanan berupa benteng buatan di perkampungan.
  • Menyerang dan menyergap pos Belanda yang ada di tanah Batak.
  • Pada Juli 1889 Sisingamangaraja XII kembali angkat senjata melawan ekspedisi Belanda di Huta Puong.
  • Sisingamangaraja XII bersama putera-puteranya patuan nagari dan patuan anggi beserta sisa prajuritnya melakukan perlawanan terakhir di Aik Sibulbolon daerah Dairi.

Hasil perlawanan:

Sisingamangaraja XII mengalami kekalahan karena taktik licik Belanda dengan menangkap Boru Sagala, istri Sisingamangarja XII sehingga ia mengalami tekanan beban psikologi yang berat. Meninggal dalam perlawanan terakhir di Aik Sibulbulon (dairi) karena tertembak Belanda. Kedua putra dan seorang putrinya ikut gugur di tangan Belanda.

5. Sultan Ageng Tirtayasa

Asal: Banten

Alasan melakukan perlawanan:

  • Kekejaman Belanda
  • Keinginan Belanda menguasai Banten, karena Banten letaknya sangat strategis sebagai bandar perdagangan internasional.
  • Adanya persaingan antara Belanda/VOC dengan Banten dikarenakan VOC membangun bandar perdagangan juga di Batavia.
  • Hasutan VOC terhadap Sultan Haji (Putra Sultan Ageng) untuk merebut tahta kesultanan Banten.
  • Pembajakan kapal milik Banten yang pulang dari Jawa Timur oleh kapal-kapal Belanda.

Bentuk perlawanan:

  • Melakukan serangan-serangan terhadap VOC
  • Mengundang pedagang Eropa seperti Inggris, Perancis, Denmark, dan Portugis serta mengembangkan hubungan dagang dengan negara-negara Asia seperti Persia, Benggala, Siam, Tonkin, dan China guna memulihkan posisi Banten sebagai bandar perdagangan internasional sekaligus menandingi perkembangan VOC di Batavia.
  • Sultan aeng mengirim beberapa pasukannya untuk mengganggu kapal-kapal dagang VOC.
  • Melakukan perusakan terhadap beberapa kebun tebu milik VOC guna memberi tekanan dan memperlemah kedudukan VOC.
  • Mengobarkan semangat anti VOC.
  • Mengepung istana Surosowan milik Sultan Haji pada tahun 1682.
  • Melakukan berbagai serangan-serangan dengan taktik gerilya.

Hasil perlawanan:

Berimbang (tidak bisa dikatakan kalah, namun juga belum bisa dikatakan menang). Tahun 1683 Sultan Ageng berhasil ditangkap VOC dengan tipu muslihat. Sultan Ageng aditawan di Batavia sampai wafat tahun 1692.

6. Pangeran Diponegoro

Asal: Yogyakarta

Alasan melakukan perlawanan:

  • Belanda ikut campur urusan keraton Yogyakarta, bahkan untuk mengganti raja dan urusan pemerintahan, harus ijin kepada Belanda.
  • Rusaknya adat istiadat dan kehidupan beragama karena campur tangan Belanda.
  • Kaum bangsawan sangat dirugikan karena sebagian besar sumber penghasilannya diambil alih oleh Belanda.
  • Rakyat makin menderita karena banyaknya pajak yang harus dibayar kepada Belanda.
  • Pemasangan patok-patok jalan yang secara sengaja mengenai/melewati makam leluhur Pangeran Diponegoro.

Bentuk perlawanan:

  • Menjadikan Goa Selarong sebagai basis dalam menentukan setiap perlawanan perang gerilya.
  • Melakukan berbagai perang gerilya serta melakukan perlawanan besar-besaran ketika musim hujan tiba, karena senjata api Belanda menjadi berkurang kemampuannya katika musim hujan.
  • Menjadikan Kyai Mojo sebagai guru spiritual pemberontakan serta berkoordinasi dengan Pakubuwono VI serta Raden Tumenggung Prawirodigdoyo, bupati gagatan untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda.

Hasil perlawanan:

Mengalami kekalahan setelah 5 tahun berperang. Pangeran Diponegoro ditangkap dengan tipu muslihat, diasingkan ke Menado, lalu dipindah ke Makassar.

7. Silas Papare

Asal: Papua

Alasan melakukan perlawanan:

  • Irian Barat dalam penjajahan dan penguasaan Belanda
  • Belanda masih saja menjajah Irian Barat, padahal diketahui bahwa Indonesia telah menyatakan kemerdekaannya.

Bentuk perlawanan:

  • Berupaya untuk mempengaruhi batalyon Papua guna melakukan pemberontakan memerangi penjajahan Belanda
  • Pada bulan November 1946 mendirikan Partai Kemerdekaan Indonesia Iran (PKII) agar Irian Barat dapat bebas dari penjajahan Belanda dan bergabung dengan Indonesia.

Hasil perlawanan:

Perlawanan berhasil. Pada tanggal 1 Mei 1963, Irian Barat resmi bergabung dan menjadi wilayah Republik Indonesia sesuai dengan isi persetujuan New York. Nama Irian Barat pun kemudian diganti menjadi Irian Jaya, yang sekarang menjadi provinsi Papua dan Papua Barat.

1. Pilihlah salah satu tokoh pahlawan dari video yang kalian tonton!

2. Ceritakan kekagumanmu terhadap tokoh tersebut, sertakan nama tokoh, asal daerah, alasan melakukan perlawanan, bentuk perlawanan, dan hasil perlawanan.

Pembahasan:

Selamat pagi Bapak guru. Nama saya Iwan Falls. Kali ini saya akan menceritakan kekaguman terhadap salah satu tokoh pahlawan yang melakukan perlawana terhadap Belanda.

Saya kagum dengan Sultan Hassanudin
Beliau berasal: Makassar
Alasan melakukan perlawanan:
(1) Upaya VOC/Belanda untuk menguasai Gowa, terutama pelabuhan Somba Opu untuk menerapkan sistem monopoli perdagangan.
(2) VOC melakukan tindakan provokatif dalam memblokade pelabihan Somba Opu dengan memburu, menangkap, dan merusak perahu-perahu orang-orang bugis, Makassar dan yang lain untuk melemahkan posisi Gowa.
(3) VOC melakukan taktik adu domba (devide et impera)
Bentuk perlawanan:
(1) Sultan Hasanudin memeprsiapkan benteng pertahanan di sepanjang pantai, serta melakukan kerjsama dengan beberapa sekutu Gowa untuk melawan VOC.
(2) Pada tahun 1668 Sultan Hasanuddin menggerakkan kekuatan rakyat untuk kembali melawan kesewenang-wenangan VOC, namun berhasil dikalahkan VOC.
Hasil perlawanan:
Mengalami kegagalan, terpaksa mengikuti perjanjian Bongaya tahun 1667 dengan mengakui adanya VOC di Gowa.

Demikianlah cerita saya mengenai tokoh yang saya kagumi. Terimakasih.

Demikianlah pembahasan mengenai Tokoh-Tokoh Pahlawan yang Melakukan Perlawanan Terhadap Belanda. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *