Tokoh, Sifat, dan Jenis Cerita “Kasuari dan Dara”

Hai adik-adik kelas 4 SD, berikut ini Osnipa akan membahas materi tentang cerita fiksi. Pembahasan akan fokus kepada teks cerita fiksi “Kasuari dan Dara”. Semoga bermanfaat.

Cerita “Kasuari dan Dara”

Kasuari memiliki badan besar dan sayap lebar. Dia mampu terbang tinggi. Namun, Kasuari amat serakah. Dia memetik banyak sekali buah yang telah masak. Buah-buahan itu disembunyikan di bawah sayapnya sehingga burung-burung lain tidak kebagian. Burung-burung lain mengetahui keserakahan Kasuari. Oleh karena itu, tidak seekor burung pun mau berteman dengannya. Meski demikian, Kasuari tidak memedulikannya.

Lama-kelamaan Kasuari semakin serakah. Tidak hanya buah-buahan di pohon saja yang diambilnya, tetapi juga buah-buahan yang jatuh ke tanah. Burung-burung lain pun jengkel. Mereka mencari cara agar Kasuari sadar dari sifat serakahnya.

”Bagaimana jika lomba terbang? Siapa yang mampu terbang tinggi dan paling jauh, dialah pemenangnya. Kalau Kasuari kalah, dia tidak boleh mencurangi kita lagi,” usul Dara Makota.

”Siapa yang bisa melawan Kasuari? Badannya besar. Sayapnya lebar. Sekali mengepakkan sayap, dia pasti bisa terbang jauh. Kita tidak akan menang,” jawab Pipit pesimis.

”Ingat, kita harus menggunakan akal. Serahkan semuanya kepadaku. Aku akan melawannya dalam perlombaan ini,” kata Dara Makota sambil tersenyum. Dia berusaha meyakinkan teman-temannya.

Teman-teman Dara Makota saling berpandangan. Mereka bertanya- tanya dalam hati. Mungkinkah Dara Makota yang bertubuh kecil dapat mengalahkan Kasuari yang besar?

Dara Makota menyampaikan tantangannya kepada Kasuari. Kasuari menyetujui tantangan Dara Makota. Saat pertandingan tiba, semua burung hadir untuk menyaksikan.

Dengan sombongnya Kasuari menertawakan Dara Makota. ”Sudahlah, kamu menyerah saja daripada mendapat malu,” ejek Kasuari.

Dara Makota bergeming. ”Siapa yang tertawa belakangan, dia yang menang,” sahut Dara Makota.

Kasuari dan Dara Makota pun bertanding. Mereka melesat dengan kencang. Kasuari terbang cepat sekali. Sesekali Kasuari menoleh Dara Makota yang berada di belakangnya. Dia takut jika Dara Makota menyusulnya.

Saat asyik menoleh, tiba-tiba… BRAAK…. Kasuari menabrak batang pohon. Sebelah sayapnya pun patah. Semua yang hadir tertegun, tetapi Kasuari tak mau menyerah. Dia berusaha bangkit dan mengepak-ngepakkan sayapnya. Sayangnya, dia terus terjatuh dan menggelepar di tanah. Sementara itu, Dara Makota terus melesat jauh meninggalkan Kasuari.

Kasuari hanya dapat memandang Dara Makota dengan rasa malu. Sekarang dia baru tahu rasanya menjadi makhluk lemah. Selama ini dia selalu merasa menjadi burung terhebat. Namun, dalam sekejap dia tidak mampu terbang lagi. Beberapa burung lain turun ke tanah. Mereka membantu Kasuari. Kasuari semakin malu karena selama ini dia telah mencurangi mereka.

Sejak saat itu, Kasuari sadar dan mengubah perilakunya. Namun sayang sekali, sejak saat itu pula Kasuari tidak bisa terbang lagi. Dia harus mencari makan di tanah.

1. Termasuk jenis cerita fiksi apakah certa “Kasuari dan Dara Mahkota?

Jenis cerita fiksi “Kasuari dan Dara Mahkota” adalah Fabel
Penjelasan cerita tersebut menggunakan binatang sebagai tokoh utamanya yang diceritakan memiliki prilaku seperti manusia.

2. Siapa saja tokoh yang terdapat pada cerita tersebut?

Tokoh yang terdapat pada cerita tersebut adalah Kasuari dan Dara Mahkota

3. Mengapa burung-burung lain tidak ada yang ingin berteman dengan Kasuari?

Karena mereka mengetahui keserakahan Kasuari.

4. Bagaimana sifat Kasuari pada cerita tersbut?

Sifat kasuari pada cerita tersebut serakah dan sombong.

5. Apa yang membuat Kasuari sadar dan mengubah prilakunya?

Kasuari baru mengetahu rasanya menjadi makhluk yang lemah. Selain itu, Kasuari merasa malu karena saat terjatuh dia dibantu oleh burung lain meskipun selama ini burung-burung tersebut sering dicurangi oleh Kasuari.

Demikian pembahasan mengenai Tokoh, Sifat, dan Jenis Cerita “Kasuari dan Dara”. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *