Akurat dan Terpercaya
Indeks
UT  

Soal UAS THE Keterampilan Berbahasa Indonesia SD (PDGK4101) dan Pembahasan

Soal UAS THE Keterampilan Berbahasa Indonesia SD (PDGK4101) dan Pembahasan

Hai pengunjung Osnipa, berikut ini Osnipa akan membahas soal yang dikirim ke Osnipa. Kali ini kita akan membahas materi Soal UAS THE Keterampilan Berbahasa Indonesia SD (PDGK4101) dan Pembahasan. Silakan jadikan pembahasan ini sebagai referensi dalam menjawab soal. Utamakan jawaban sendiri :).

Soal UAS THE Keterampilan Berbahasa Indonesia SD (PDGK4101) dan Pembahasan

1. Jenis menyimak biasanya disesuaikan dengan tujuannya. Untuk menentukan srategi yang tepat dalam kegiatan menyimak digolongkan beberapa jenis menyimak yang selaras dengan tujuan yang bermacam-macam tersebut. Pengetahuan tentang jenis menyimak dapat membantu penyimak menyiapkan strategi yang diperlukan untuk kesuksesan tujuan menyimaknya tersebut. Deskripsikanlah jenis-jenis menyimak sesuai dengan tujuannya.

Pembahasan:
Jenis-jenis menyimak sesuai dengan tujuannya yaitu:
1. Menyimak konprehensif adalah mendengarkan untuk memahami suatu pesan. Penyimak dapat mengikuti dan mengingat pesan itu ditentukan oleh banyak faktor antara lain latar belakang pengetahuan sebelumnya, mempergunakan strategi untuk membantu mengingat pesan, dan menerapkan apa yang didengarkan supaya ada alasan mengingat informasi itu.
2. Menyimak kritis adalah kegiatan menyimak yang dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk memberikan penilaian secara objektif, menentukan keaslian, kebenaran, dan kelebihan, serta kekurangan-kekurangannya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyimak kritis adalah (a) mengamati tepat tidak ujaran pembicara, (b) mencari jawaban atas pertanyaan “mengapa menyimak”.
3. Menyimak apresiatif adalah kegiatan menyimak yang bertujuan untuk mengenal, menilai, dan menghargai suatu karya seni bahasa.

2. Kemampuan berbicara seseorang sangat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu penguasaan kebahasaan dan non kebahasaan. Indikator apa saja yang diperlukan untuk menentukan evaluasi/penilaian non kebahasaan dalam menentukan baik tidaknya performansi siswa dalam praktik berbicara.

Pembahasan:
Indikator yang diperlukan untuk menentukan evaluasi/penilaian non kebahasaan dalam menentukan baik tidaknya performasi siswa dalam praktik berbicara:
(1) Sikap saat berbicara
(2) Pandangan mata
(3) Tingkat kenyaringan suara
(4) Kelancaran berbicara
(5) Gerak badan (gesture)
(6) Mimik muka
(7) Penguasaan topi pembicaraan.

3. Strategi DRTA didasarkan pada hubungan langsung antara proses berpikir dan aktivitas membaca. DRTA merupakan strategi pengajaran yang dirancang untuk memberikan pengalaman kepada anak dalam memprediksi apa yang akan dikatakan oleh penulis, membaca teks untuk mengonfirmasi atau meninjau kembali prediksi dan mengelaborasi respon. Tentukan langkah-langkah aktivitas dalam pembelajaran menggunakan strategi DRTA(Directed reading–thinking activity) secara benar.

Pembahasan:
Langkah-langkah aktivitas pembelajaran menggunkana strategi DRTA (Directed reading–thinking activity):
(1) Membuat prediksi informasi isi teks berdasarkan judul atau petunjuk gambar pada teks yang akan dibaca;
(2) Membaca bahan bacaan atau teks;
(3) Menilai ketepatan prediksi dan menyesuaikan prediksi;
(4) Membuat ringkasan cerita sesuai dengan versi siswa.

4. Model pembelajaran think pair and share merupakan kegiatan pembelajaran diskusi kelas yang dapat memberi kesempatan siswa untuk berpikir, menanggapi dan saling membantu. Tentukan aktivitas dengan langkah-langkah pembelajaran menulis menggunakan strategi TPS untuk menulis teks eksposisi.

Pembahasan:
Langkah-langkah pembelajaran menulis menggunakan strategi TPS untuk menulis teks eksposisi:
Langkah 1 (Think)
Guru mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan topik pelajaran. Kemudian siswa diminta untuk memikirkan pertanyaan tersebut secara untuk beberapa saat. Dalam tahap ini siswa dituntut lebih mandiri dalam mengolah informasi yang dia dapat.
Langkah 2 (Pair)
Guru meminta siswa duduk berpasangan dengan siswa lain untuk mendiskusikan apa yang telah difikirkannya pada tahap pertama. Interaksi pada tahap ini diharapkan dapat membagi jawaban dengan pasangannya. Mereka diminta untuk membuat jawaban dalam bentuk teks eksposisi.
Langkah 3 (Share)
Pada tahap akhir guru meminta kepada pasangan untuk membacakan teks eksposisi yang sudah dibuat di depan kelas.

Demikian pembahasan Soal UAS THE Keterampilan Berbahasa Indonesia SD (PDGK4101) dan Pembahasan. Semoga bisa dijadiken referensi dalam menjawab soal.

Response (1)

  1. UAS THE PEMBELAJARAN IPS DI SD
    1. Pendidikan dan gerakan lingkungan hidup yang diarahkan untuk menumbuhkan kepekaan dan kesadaran lingkungan merupakan usaha untuk mendekatkan siswa terhadap persoalan- persoalan lingkungan yang dari waktu ke waktu semakin kompleks. Upaya yang dilakukan guru dalam pembelajaran IPS diantaranya mengajak siswa untuk melakukan pengamatan sungai yang tercemar di dekat area sekolah yang terdampak oleh aktivitas limbah rumah tangga. Selanjutnya siswa diajak untuk mengidentifikasi dari aspek kronologis kejadian, dampak sosial, ekonomi dan ekologis serta praktik kebiasaan masyarakat setempat. Bila dilihat dari empat tradisi praktik pembelajaran IPS (meliputi tradisi citizenship transmission, social science as discipline, reflektif inquiry, social action) termasuk ke dalam tradisi manakah yang sedang dilakukan guru tersebut?Kemukakan alasannya?
    2. Ada tiga orang siswa sebut saja si A, B, dan C pada suatu hari terlambat masuk kelas. Saat itu guru X memberi peringatan keras terhadap si A dan B dengan peringatan yang keras. Namun sebaliknya guru X bersikap lebih lunak saat memberi peringatan terhadap si C. Perlakukan berbeda tersebut ternyata disebabkan si C berasal dari latar belakang dari anak seorang pejabat teras di daerah di mana sekolah tersebut berada. Berdasarkan ilustrasi tersebut, apa masalah yang terjadi? Termasuk bentuk diskriminasi apa yang terjadi dari kasus tersebut? Apa yang seharusnya dilakukan guru bila menemui kasus tersebut?
    3. Saat ini krisis lingkungan hampir melanda banyak negara termasuk Indonesia. Dalam praktik sehari-hari masih sering ditemukan perilaku tidak ramah lingkungan seperti pemborosan energi seperti penggunaan air dan listrik. Guru yang mengajarkan pelajaran/muatan KD IPS tentunya dapat memanfaatkan fenomena tersebut sebagai bahan kajian yang menarik bagi siswa. Buatlah rancangan skenario pembelajaran dengan menggunakan inquiry-based learning yang meliputi kegiatan (1) pendahuluan, (2) inti, (3) penutup.
    4. Setiap anak terlahir dengan bekal potensi rasa ingin tahu (sense of curiosity), rasa ingin meilihat kenyataan (sense of reality), rasa ingin mencari (sense of inquiry) dan rasa ingin menemukan (sense of discovery). Potensi dapat berkembang bila difasilitasi melalui pembelajaran dapat mengembangkan kemampuan berfikir, berbasis aktivitas dan diarahkan untuk menghasilkan produk/karya. Dalam pembelajaran IPS di SD, gagasan tersebut dapat dituangkan ke dalam skenario pembelajaran untuk selanjutnya dijadikan acuan bagi praktik pembelajaran. Memanfaatkan fenomena atau peristiwa sosial yang terjadi di masyarakat sangat strategis untuk diterapkan dalam pembelajaran IPS. Bila seorang guru hendak menjadikan permasalahan lingkungan di sekitar sekolah yang diakibatkan oleh aktivitas manusia sebut saja permasalahan “area pembuangan sampah liar “ yang telah berdampak terhadap lingkungan tidak sehat (kotor bau busuk, tercemar, dan lain sebagainya). Kemukakan, apa jasa yang harus diperhatikan bila seorang guru hendak menerapkan pembelajaran IPS melalui model pemecahan masalah pada siswa SD?

Leave a Reply

Your email address will not be published.