Soal Perspektif Pendidikan SD dan Pembahasan

Hai pengunjung blog Osnipa, kali ini kami kembali akan membahas soal yang dikirimkan oleh pengunjung blog melalui komentar. Soal yang akan kita bahas kali ini Soal Perspektif Pendidikan SD dan Pembahasan. Semoga bermanfaat. Pembahasan akan diupdate, mohon bersabar ya.

1. Menganalisis Teori Melandasi Pendidikan SD

Seorang guru hendak mengajarkan muatan pelajaran sejarahdengan materi perumusan teks proklamasi kepada siswanya. Agar pembelajaran tersebut lebih menyenangkan, guru tersebut menggunakan strategi bermain peran. Siswa dibagi kelompok untuk kemudian masing-masing siswa mendapatkan peran sebagai tokoh-tokoh perumus teks proklamasi. Siswa kemudian merancang naskah drama dan menampilkan drama hasil rancangan mereka sendiri. Berdasarkan kasus tersebut, maka sesungguhnya guru tersebut telah menerapkan salah satu dari ketiga teori yang melandasi pendidikan SD. Analisislah teori apa yang telah diterapkan oleh guru tersebut. Berikan alasan mengapa Saudara memilih teori tersebut.

Pembahasan :

Teori yang telah diterapkan oleh guru tersebut adalah teori humanistik. Alasannya Pada pembelajaran yang dilakukan oleh guru dalam ilustrasi, menunjukkan guru sudah meggunakan strategi bermain peran yang memiliki karakteristik sama dengan teori humanistik yaitu menggunakan permainan, improvisasi, dan bermain peran sebagai wahana simulasi prilaku yang dapat dikaji dan diubah. Selain itu, guru juga telah memberikan kesempatan siswa untuk merancang naskah drama dan menampilkan drama sesuai dengan rancangan mereka sendiri, hal ini menunjukkan pembelajaran yang dilakukan guru sesuai dengan teori belajar humanistik dimana guru hanya menjadi pemberi kemudahan belajar dan kelas menjadi laboratorium belajar peserta didik.

2. Menganalisis Prinsip Sosiologis-Antropologis

Bu Arnia dalah seorang guru SD yang mengabdi di kota Bandung, sedangkan teman kuliahnya dulu, Bu Sinta mengabdi sebagai guru di Jakarta. Setiap awal tahun pelajaran, Bu Sinta selalu meminta rancangan kurikulum yang telah dikembangkan oleh Bu Arni untuk diterapkan di sekolahnya karena Bu Sinta beranggapan materi yang diajarkan sama saja. Jika dilihat dari prinsip sosiologis-antropologis, maka:
a. Apakah tindakan yang dilakukan Bu Sinta sudah tepat? Kemukakan alasan Saudara.
b. Jika belum tepat, bagaimana yang seharusnya Bu Sinta lakukan?

Pembahasan :

a. Menurut saya, apa yang dilakukan oleh Bu Sinta kurang tepat. Secara sosiologis dan antropologis, masyarakat di Bandung dan Jakarta sangat berbeda. Kehidupan masyarakat dan kebudayaan masyarakat di Bandung berbeda dengan di Jakarta. Oleh karena itu, sangat tidak tepat jika Bu Sinta meminta rancangan kurikulum yang dikembangkan oleh Bu Arni untuk digunakan di sekolahnya.

b. Seharusnya Bu Sinta mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sendiri agar dapat mengakomodasi keunikan lingkungan sekolah serta kebudayaan setempat dengan tetap merujuk pada standar nasional pendidikan.

3. Menganalisis Perkembangan Emosi dan Sosial Peserta Didik

Armando merupakan siswa kelasV di SD Negeri Harapan Bangsa. Armando dikenal sebagai siswa yang pendiam dan suka menyendiri. Dia tidak mau menjawab ketika ditanya oleh guru (Pak Diego) karena takut salah dan takut dimarahi jika salah. Hal tersebut membuat Pak Diego kebingungan menghadapi perilaku muridnya tersebut. Menurut Anda apa yang melatarbelakangi penyebab Armando memiliki perilaku seperti yang dijabarkan tersebut jika dilihat dari perkembangan emosi dan social?

Pembahasan :

Menurut saya yang melatarbelakangi Armando memiliki prilaku pendiam dan suka menyendiri adalah pola pendidikan anak dalam keluarga yang tidak benar. Mungkin orangtua Armando sangat otoriter dalam mendidik anak-anaknya. Hal ini yang membuat Armando selalu diam tidak mau menjawab karena kebiasaan dimarahi oleh orangtua ketika salah. Selain itu, sikap Armando yang suka menyendiri juga disebabkan oleh sikap orangtua yang otoriter yang membuat perkembangan sosial Armando tidak berkembang dengan baik. Ketika kecil, Armando tidak diajak untuk bersosialisasi dengan keluarga maupun tetangga di rumah.

4. Menganalisis Kompetensi Guru SD

Sebagai seorang guru yang paling senior, Pak Alex sangat disegani dan dihormati oleh rekan-rekan guru lainnya dan juga oleh siswa-siwanya. Beliau selalu meminta bantuan guru Wiyata Bhakti dan guru baru untuk membuatkan media pembelajaran untuknya. Bahkan tidak jarang beliau meminta guru baru untuk menggantikannya mengajar di kelas. Berdasarkan kasus tersebut;
a. Jelaskan kompetensi guru SD apa sajakah yang tidak dimiliki oleh Pak Alex?
b. Bagaimana seharusnya yang Pak Alex lakukan untuk mengembangkan kompetensinya?

Pembahasan:

a. Kompetensi guru SD yang tidak dimiliki oleh Pak Alex antara lain:

  1. Pak Alex tidak memiliki kompetensi dalam merancang pembelajaran yang mendidik karena beliau selalu meminta bantuan guru Wiyata Bhakti dan guru baru untuk membuatkan media pembelajaran.
  2. Pak Alex tidak memiliki kompetensi dalam melaksanakan pembelajaran yang mendidik karena beliau meminta guru baru untuk menggantikan mengajar di kelas.
  3. Pak Alex juga tidak mampu mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif.

b. Untuk mengembangkan kompetensinya, seharusnya Pak Alex melakukan pengembangan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif. Dia harus menyadari ketidakmampuan dalam membuat media pembelajaran harus diperbaiki dengan mengikuti berbagai kegiatan peningkatan kompetensi yang berhubungan dalam pembuatan media pembelajaran.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *