Pengumuman:
Bagi yang ingin bertanya soal, silakan mengirim soal dalam bentuk pdf melalui massanger facebook Osnipa. Tim Osnipa akan berusaha memberikan referensi jawaban. Terimakasih.
Akurat dan Terpercaya

Soal Penilaian Harian Tema 8 Muatan Bahasa Indonesia Kelas 4 SD

Soal Penilaian Harian Tema 8 Muatan Bahasa Indonesia Kelas 4 SD

Hai adik-adik kelas 4 SD, berikut ini Osnipa akan membahas Soal Penilaian Harian Tema 8 Muatan Bahasa Indonesia Kelas 4 SD dan Pembahasan.

Soal Penilaian Harian Tema 8 Muatan Bahasa Indonesia Kelas 4 SD

Bacalah teks berikut dengan teliti untuk menjawab soal nomor 1-5!

Legenda bermula di sebuah desa bernama Ngasem. Dikisahkan ada seorang perempuan bernama Endang Sawitri yang melahirkan seorang anak berwujud naga. Naga yang bisa berbicara layaknya manusia itu dinamai Baru Klinting. Ketika remaja, Baru Klinting bertanya tentang ayahnya. Ibunya berkata jika ayah Baru Klinting yang bernama Ki Hajar Salokantara sedang bertapa di Gunung Telomoyo.

Ia pun diizinkan berkunjung ke pertapaan ayahnya dengan membawa klintingan yang merupakan barang peninggalan ayahnya. Akhinya baru klinting bertemu Ki Hajar salokantara dan menyerahkan klintingan untuk meyakinkan bahwa ia memang anaknya. Namun, Ki Hajar perlu bukti satu lagi. Ia kemudian meminta Baru Klinting untuk melingkari Gunung Telomoyo. Ternyata Baru Klinting bisa melakukannya. Ki Hajar akhirnya mengakui Baru Klinting sebagai anaknya. Ki Hajar selanjutnya memerintahkan Baru Klinting untuk bertapa di dalam hutan lereng gunung. Baru Klinting pun menyanggupi perintah ayahnya dan segera bertapa di dalam hutan lereng gunung.

Suatu hari, penduduk Desa Pathok akan mengadakan pesta sedekah bumi usai panen. Untuk
memeriahkan pesta itu, warga desa beramai-ramai berburu hewan. Namun anehnya, mereka tidak menemukan seekor hewan pun. Akhirnya mereka menemukan seekor naga besar dan langsung memotong-motong dagingnya dan dibawa pulang untuk pesta. Ketika pesata berlangsung, datanglah seorang anak yang merupakan Jelmaan Baru Klinting.

Anak itu ingin juga menikmati hidangan. Akan tetapi warga desa yang sombong merasa jijik kepada anak itu dan mengusirnya. Dengan sakit hati, si anak lalu meninggalkan pesta. Namun di tengah jalan, ia bertemu janda tua yang baik hati. Baru Klinting diajaknya mampir ke rumahnya. Di sana ia diperlakukan secara terhormat dan disuguhkan hidangan. Sebelum meninggalkan rumah janda tua, Baru Klinting meninggalkan pesan. “Nek, kalau terdengan suara gemuruh, nenek harus siapkan lesung agar selamat,” ujar Baru Klinting. Janda tua itu pun menuruti pesan tersebut.

Baru Klinting lalu kembali ke pesta dan mencoba meminta makanan sekali lagi. Namun, warga desa tetap tidak mau menerimanya. Ia bahkan ditendang agar segera pergi. Kemudian, ia menancapkan lidi ke tanah dan menantang warga desa untuk mencabutnya. Ternyata tidak ada seorang pun warga desa yang berhasil mencabut lidi. Akhirnya Baru Klinting-lah yang mencabutnya. Lubang bekas lidi ditancapkan kemudian memancarkan air yang deras dan menggenangi desa. Semua penduduk tewas tenggelam. Hanya ada satu orang yang selamat dari banjir, yakni janda tua yang menyelamatkan diri dengan naik lesung. Desa pun berubah menjadi rawa. Karena airnya yang bening, maka rawa itu disebut sebagai Rawa Pening.

1. Judul yang tepat untuk cerita tersebut adalah ….
a. Asal usul Baru Klinting
b. Seorang Janda Tua yang Baik Hati
c. Asal usul Rawa Pening
d. Cerita Endang Sawitri

2. Isi cerita tersebut adalah mengisahkan ….
a. Seorang perempuan yang melahirkan anak berwujud naga
b. penduduk desa yang hidup dalam kedamaian
c. seorang janda tua yang menolong seorang anak laki- laki
d. seorang anak laki- laki jelmaan naga yang membalas perbuatan penduduk desa yang

3. Tokoh utama dalam cerita tersebut adalah ….
a. Endang Sawitri
b. Ki Hajar Salokantara
c. Baru Klinting
d. Janda Tua

4. Sifat dari para penduduk desa tersebut adalah ….
a. baik hati
b. dermawan
c. tamak dan rakus
d. tidak sombong

5. Tokoh antagonis dari cerita tersebut adalah ….
a. Penduduk desa
b. Ki Hajar Salokantara
c. Baru Klinting
d. Janda Tua

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 6-7!

GUNUNG TANGKUBAN PERAHU

Pada zaman dahulu, ada kisah seseorang putri raja dari Jawa Barat yang bernama Dayang Sumbi. Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama Sangkuriang. Suatu hari Sangkuriang berburu dengan si Tumang (anjing kesayangan istana). Sangkuriang juga tidak tahu bahwa anjing itu titisan dewa sekaligus ayahnya sendiri.

Waktu itu Tumang tidak mau menuruti perintah Sangkuriang untuk mengambil hewan buruan. Maka tumang di usir ke dalam hutan. Kemudian Sangkuriang kembali ke istana dan menceritakan hal tersebut kepada ibunya. Seketika itu Dayang Sumbi marah besar dan spontan memukul kepala Sangkuriang dengan centong nasi yang di pegangnya. Sangkuriang pun terluka dan kecewa atas perlakuan ibunya dan memutuskan pergi mengembara.

Setelah kejadian tersebut, ibunya menyesali dirinya. Lalu ia selalu berdoa dan bertapa dengan tekun. Akhirnya suatu ketika, para dewa memberikan hadiah, bahwasanya ia akan selamanya muda dan memiliki kecantikan yang abadi. Karena sudah bertahun-tahun mengembara Sangkuriang berniat untuk kembali ke istana/tanah airnya. Namun keadaan kerajaan sudah berubah total dan menjumpai seorang gadis yang cantik dan mempesona yang tak lain adalah Dayang Sumbi (ibunya). Sangkuriang terpesona dan segera melamarnya begitu pula dengan Dayang Sumbi.

Suatu hari Sangkuriang pamit untuk berburu dan meminta untuk merapikan rambut calon suaminya tersebut. Namun Dayang Sumbi terkejut dengan bekas luka yang ada di kepala Sangkuriang, luka itu persis dengan luka anaknya dan setelah di perhatikan memang mirip.

Setelah itu dayang sumbi mencari akal agar pernikahan tersebut gagal. Dengan mengajukan syarat jika ingin meminangnya, Sangkuriang harus membendung Sungai Citarum, dan sampan besar untuk meyebrang sungai dan semua itu harus selesai sebelum fajar terbit.

Sangkuriang mengerjakan tidak sendiri tetapi di bantu oleh makhluk ghaib. Ternyata Dayang Sumbi mengintip begitu pekerjaan hampir selesai ia memperintahkan pasukannya untuk menggelar kain merah di sebelah timur kota.
Dengan melihat hal itu Sangkuriang mengira sudah pagi dan marah besar dan menendang sampan dengan kekuatannya sampai ke gunung dan menjadi “Gunung Tangkuban Perahu”.

6. Tokoh yang terdapat pada cerita “Gunung Tangkuban Perahu” yaitu…
a. Dayang Sumbi
b. Sangkuriang
c. Tangkuban perahu
d. Sangkuriang dan Dayang Sumbi

7. Berdasarkan cerita di atas amanat yang dapat kita petik yaitu…
a. Jangan menjadi anak durhaka
b. Bersikaplah untuk jujur karena kejujuran akan membawa kebaikan dan kebahagiaan di kemudian hari
c. Berikan kasih sayang kepada anak
d. Hormatilah orang yang telah membesarkan kita

8. Tokoh pembantu/tambahan yang terdapat pada cerita “Gunung Tangkuban Perahu” ialah …
a. Si Tumang
b. Sangkuriang
c. Dayang Sumbi
d. Putri Raja

9. Berikut ini yang merupakan ciri-ciri cerita fiksi adalah ….
a. Bersifat rekaan atau imajinasi pengarang
b. Disajikan dalam urutan cerita
c. Menggunakan bahasa yang persuasif
d. Menggunakan bahasa tidak baku

10. Ada berbagai jenis cerita fiksi, di antaranya adalah cerita berhubungan dengan kepercayaan suatu benda, peristiwa gaib, alam gaib, atau yang dipercayai mempunyai kekuatan gaib, seperti dewa, peri, dan Tuhan yang disebut ….
a. Mite
b. Fabel
c. Legenda
d. Sage

Demikian pembahasan Osnipa mengenai Soal Penilaian Harian Tema 8 Muatan Bahasa Indonesia Kelas 4 SD.

Leave a Reply

Your email address will not be published.