Akurat dan Terpercaya
UT  

Soal Pendidikan Anak di SD (PDGK4403) dan Pembahasan Tahun 2022

Soal Pendidikan Anak di SD (PDGK4403) dan Pembahasan

OSNIPA.COM – Hai Pengunjung Osnipa, berikut ini kami akan membahas Soal Pendidikan Anak di SD (PDGK4403) dan Pembahasan. Jadikan pembahasan ini sebagai referensi ya. Utamakan jawaban sendiri. Semoga bermanfaat :).

Soal Pendidikan Anak di SD (PDGK4403) dan Pembahasan

1. Guru diwajibkan memahami berbagai macam kecerdasan anak. Siswa dapat belajar sambil meningkatkan seluruh potensi kecerdasan yang dimilikinya karena kecerdasan dapat distimulasi, dikembangkan sampai batas tertinggi melalui pengayaan, dukungan yang baik, dan pengajaran. Suatu kasus di sekolah dasar, anak memiliki kemampuan untuk mengendalikan gerak tubuh dan penglihatan. Siswa yang memiliki kecerdasan ini sangat menyukai olahraga, menari dan ketika berpikir harus bergerak. Biasanya orang ini juga tidak bisa duduk diam dalam waktu yang lama.

Pertanyaan :
Jelaskan menurut Anda kecerdasan apa yang dimiliki siswa sesuai kasus di atas? Bagaimana mengembangkan kecerdasan anak yang sesuai dengan kasus di atas? Tuliskan juga konsep multiple intelegence yang dimiliki siswa

Pembahasan:
Body Smart (kecerdasan kinetik) Anak yang memiliki kecerdasan body smart sangat aktif, seperti
Suka berolahraga, menari, menyentuh berbagai benda dan mempelajarinya, atau membuat sesuatu
Dengan tangannya. Untuk mendukung kecerdasannya, berikan anak mainan balok-balok kayu,
kantong pasir agar ia bisa membuat suatu bangunan atau rumah-rumahan. Bisa juga memberi
kan anak tali untuk bermain lompat tali. Anak seperti ini sangat senang diajak berolahtaga bersama
keluarga, membuat prakarya, atau memonton pertunjukkan balet atau teater.
Multiple intelligences merupakan upaya memberikan pengalaman belajar yang dirancang selaras
dengan kebutuhan, gaya kognisi siswa, khususnya sesuai dengan kekuatan jenis intelegensi setiap
siswa. Dengan kata lain, mereka memiliki gaya belajar atau cara mudah belajar yang bervariasi.

2. Guru perlu memahami pentingnya perkembangan dan penanaman moral anak melalui kedisiplinan diri anak. Ada suatu kasus di dalam suatu pembelajaran anak selalu datang kesekolah dengan terlambat, sehingga anak tersebut kesulitan dalam memahami pelajaran di sekolah.

Pertanyaan :
Tuliskan lima cara Anda sebagai guru dalam meningkatkan kedisiplinan anak sesuai kasus di atas dalam kehidupan sehari-hari secara efektif!

Pembahasan:
Cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan anak:
(1) Melakukan pendekatan kepada siswa untuk mengetahui penyebab mengapa dia selalu terlambat ke sekolah.
(2) Melakukan koordinasi dengan orangtua siswa agar bersama-sama mengawasi anak agar bisa datang tepat waktu ke sekolah.
(3) Memberikan sanksi kepada siswa yang terlambat, misalkan dengan membersihkan kelas atau halaman sekolah.
(4) Memberikan hadiah (reward) kepada anak yang disiplin agar anak semakin termotivasi.
(5) Membuat pembelajaran yang menyenangkan agar anak selalu ingin belajar di sekolah.

3. Menciptakan keberhasilan belajar siswa pastinya merupakan hal yang sangat diharapkan dalam akhir pembelajaran. Kegiatan pembelajaran yang efektif tidak dapat muncul dengan sendirinya, tetapi guru haarus dapat menciptakan pembelajaran yang memungkinkan siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara optimal.

Pertanyaan :
Faktor apa yang menjadikan keberhasilan belajar siswa? Tuliskan dengan cermat 3 langkah kongkrit guru dalam mengefektifkan pembelajaran!

Pembahasan:
Faktor yang menjadikan keberhasilan belajar siswa:

  1. Factor anak
    Anak harus diposisikan sebagai titik sentral dari seluruh proses pembelajran disekolah.
  2. Factor guru
    Guru adalah factor kunci dalam kegiatan belajar anak disekolah. Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam keseluruhan program pendidikan sekolah. Guru adalah manajer pembelajaran, dia harus menentapkan tujuan pembelajran , membuat renca pembelajaran, melaksanakan pembelajaran secara efektif menguasai materi dan metode pembe;ajaran , mengevaluasi proses dan hasil belajar, memotivasi dan membantu tiapanak untuk mencapai prestasi belajar secara optimal sesuai dengan tingkat perkembnagan dan kesempatan yang dimilik anak.
  3. Factor tujuan
    Tujuan adalah sesuatu yang harus dicapai setelah anak melakukan aktivitas belajar, oleh sebab itu factor tujuan pembelajaran itu merupakan tingkah laku yang diharapkan dicapai setelah anak melakukan proses belajar
  4. Factor bahan pembelajaran
    Bahan pembelajaran adalah sesuatu yang harus disusun dan disiapkan sedemikian rupa oleh guru agar muda diakses dan dipelajari oleh semua anak.
  5. Factor ekonomis dan administrative
    Meliputi aspek sarana ruangan kelas, fasilitas dan peralatan yang diperlukan dalam pembelajaran disekolah termasuk berbagai sumber pelajaran.

Langkah guru mengefektifkan pembelajaran:
(1) Merancang pembelajaran yang berpusat kepada siswa.
(2) Menyediakan media pembelajaran untuk membantu siswa agar lebih mudah memahami materi yang dibahas.
(3) Memilih metode atau model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dan materi yang diajarkan.

4. Bimbingan dan konseling sebagai suatu konsep dalam pendidikan yang utuh. Sekolah bersama orangtua memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap perkembangan anak. Oleh sebab itu kerjasama antara guru dan orangtua penting dilakukan. Suatu kasus banyak sekali ditemukan di sekolah dasar orangtua yang kurang peduli terhadap pendidikan sekolah anak. Jangankan diminta tolong untuk mengikuti kegiatan di sekolah, datang kesekolah saja orangtua banyak yang tidak peduli. Kondisi seperti ini pastinya akan menggangu perkembangan anak di sekolah.

Pertanyaan :
Bagaimana Anda sebagai guru menyikapi masalah di atas? Tulis 3 jawabannya! Deskripsikan
peran orangtua dalam mewujudkan pelaksanaan pendidikan di sekolah yang semestinya?

Pembahasan:
Perkembangan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab guru di sekolah. Peran orangtua untuk ikut terlibat aktif dalam membimbing anak sangat diperlukan. Ketika ada orangtua yang tidak peduli dengan perkembangan anak, maka sikap saya:
(1) Melakukan pendekatan dengan orangtua agar mau berpartisipasi aktif terhadap perkembangan anak.
(2) Berkunjung ke rumah siswa untuk bisa berdiskusi dengan orangtua siswa.
(3) Membuat buku penghubung antara guru, siswa, dan orangtua agar orangtua bisa mengetahui perkembangan anak di sekolah.
Peran orangtua yang bisa dilakukan untuk mewujudkan pelaksanaan pendidikan di sekolah yang semestinya antara lain:
(1) Mengadakan konsultasi (komunikasi) dengan guru untuk mengetahui perkembangan belajar anak.
(2) Orangtua bisa memberikan balikan kepada guru tentang aktivitas belajar dan kemampuan belajar yang dicapai oleh anak.
(3) Orangtua bisa menjadi sumber belajar dan latihan bagi siswa.
(4) Orangtua harus mengetahui jadwal belajar dan kegiatan lainnya yang diikuti oleh anak di sekolah.
(5) Orangtua juga harus mengetahui kondisi sekolah yang meliputi kondisi fisik sekolah, dan lingkungan belajar anak di sekolah.

Demikian Soal Pendidikan Anak di SD (PDGK4403) dan Pembahasan Tahun 2022. Semoga bermanfaat.

Responses (13)

  1. Simaklah skenario pembelajaran berikut ini.
    A. Kegiatan Pembelajaran
    1. Guru memulai pelajaran dengan mengajak siswa untuk berdiskusi tentang penghematan
    energi dan pentingnya sumber daya energi yang terbarukan. Guru dapat mempertanyakan
    bagaimana cara siswa menghemat energi di rumah dan di sekolah, dan apa yang mereka
    ketahui tentang energi terbarukan.
    2. Setelah diskusi, siswa akan dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok
    akan diberikan tugas untuk membuat poster tentang sumber daya energi terbarukan dan
    bagaimana cara menghemat energi di rumah dan di sekolah. Guru memberikan panduan
    yang jelas tentang isi poster yang harus dibuat oleh setiap kelompok.
    3. Siswa bekerja sama dalam kelompok untuk merancang dan membuat poster,
    menggunakan berbagai bahan seperti kertas, pensil warna, gunting, dan lem. Selama
    proses pembuatan poster, guru mengamati dan memberikan umpan balik positif pada
    setiap kelompok, memastikan setiap anggota kelompok terlibat dan memahami tujuan
    pembelajaran.
    4. Setelah selesai membuat poster, setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil
    karya mereka dan menjelaskan apa yang mereka pelajari tentang sumber daya energi
    terbarukan dan cara menghemat energi. Siswa lain dapat memberikan umpan balik pada
    presentasi kelompok lain. Guru memberikan apresiasi dan selebrasi pada kelompok yang
    maju.
    5. Setelah presentasi selesai, guru mengajak siswa untuk bermain permainan bola dengan
    menggunakan kaki dan tangan mereka untuk menjaga agar bola tetap di udara. Tujuan
    dari permainan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar siswa dan
    mempromosikan kebersamaan dan keterampilan sosial.

    B. Kegiatan Pembelajaran:
    1. Guru memulai pembelajaran dengan memperlihatkan gambar-gambar benda-benda langit
    seperti matahari, bulan, bintang, planet, dan komet. Guru juga memberikan beberapa
    pertanyaan untuk merangsang rasa ingin tahu siswa, seperti “Apa yang membuat matahari
    bersinar?” atau “Kenapa bulan kadang-kadang tidak terlihat di langit?”.
    2. Siswa kemudian dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan diberikan tugas untuk
    mencari informasi tentang alam semesta dan benda-benda langit menggunakan buku
    referensi dan internet. Setiap kelompok bertanggung jawab untuk menemukan informasi
    tentang satu benda langit yang berbeda.
    3. Selama mencari informasi, siswa diminta untuk mencatat hal-hal penting yang mereka
    pelajari tentang benda langit yang ditugaskan kepada mereka.
    4. Setelah selesai mencari informasi, setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan
    informasi yang mereka temukan kepada seluruh kelas. Guru memberikan umpan balik positif pada setiap kelompok dan siswa lain diberi kesempatan untuk bertanya tentang
    informasi yang disajikan.
    5. Setelah presentasi selesai, guru memberikan tugas untuk mengisi peta konsep tentang
    benda langit yang mereka pelajari. Siswa diberikan kebebasan untuk mengekspresikan
    informasi tersebut dengan cara yang kreatif, misalnya dengan menggambar, menulis, atau
    membuat model.
    6. Setelah selesai membuat peta konsep, setiap kelompok mempresentasikan peta konsep
    mereka kepada seluruh kelas. Guru memberikan umpan balik positif pada setiap kelompok
    dan siswa lain diberi kesempatan untuk memberikan saran dan masukan pada poster
    kelompok lain.

    Berdasarkan cuplikan 2 skenario pembelajaran di atas, jawablah pertanyaan sebagai berikut:
    a. Bagaimana perbedaan antara dua skenario pembelajaran tersebut?
    b. Sebutkan keunggulan dari pendekatan pembelajaran yang pertama!
    c. Sebutkan keunggulan dari pendekatan pembelajaran kedua!
    d. Temukan kelemahan pendekatan pembelajaran pertama!
    e. Temukan kelemahan pendekatan pembelajaran kedua!
    f. Jenis kecerdasan apa saja yang dikembangkan dalam kedua pembelajaran tersebut?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *