Akurat dan Terpercaya
Guru, UT  

Soal Pembelajaran Kelas Rangkap (PDGK4302) dan Pembahasan

Soal Pembelajaran Kelas Rangkap (PDGK4302) dan Pembahasan

Hai Bapak/Ibu Guru SD, berikut ini Osnipa akan membahas soal yang dikirimkan melalui kolom komentar. Kali ini kami akan membahas Soal Pembelajaran Kelas Rangkap (PDGK4302) dan Pembahasan. Pembahasan ini merupakan pemikiran dari tim Osnipa. Jadi silakan jadikan referensi saja. Semoga bermanfaat.

Soal Pembelajaran Kelas Rangkap (PDGK4302) dan Pembahasan

Soal Nomor 1

Masalah pendidikan yang sering terjadi dalam daerah terpencil/pelosok sampai saat ini masih belum dapat ditangani dengan baik oleh pemerintah. Beberapa masalah biasanya terjadi seperti ruang kelas yang hanya menggunakan bangunan seadanya sehingga sering mengalami kebocoran pada musim hujan, atau mudah roboh ketika ada angin kencang. Akibatnya ruang kelas menjadi rusak berat, tidak layak, sehingga jumlah ruang kelas yang akan digunakan untuk belajar menjadi berkurang. Kondisi ini menimbulkan masalah lain juga bagi sekolah terutama ketersediaan guru untuk mengajar. Guru-guru yang berasal dari luar daerah biasanya tidak bertahan lama, karena banyaknya masalah yang harus dihadapi, seperti beratnya medan menuju sekolah, serta sistem penggajian yang kurang layak. Dampak dari kondisi ini, banyak kelas yang kehilangan guru, sehingga dalam pembelajaran sering mengandalkan guru generasi lama yang berasal dari daerah
asal.

Pertanyaan:
Dengan memperhatikan kondisi yang terjadi seperti yang digambarkan pada uraian di atas, buatlah analisis Anda tentang alasan diterapkannya PKR sesuai dengan kondisi/fenomena tersebut dengan mengaitkan mengapa PKR diperlukan dalam suatu sekolah?

Pembahasan:
Ada beberapa faktor yang dapat kita analisis mengenai alasan diterapkannya Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) sesuai uraian di atas. Faktor tersebut meliputi:
1) Terbatasnya ruang kelas. Dalam uraian, disebutkan bahwa banyak ruang kelas yang mengalami kebocoran sehingga rusak berat dan tidak layak pakai.
2) Kurangnya jumlah tenaga pengajar (guru). Dalam uraian disebutkan ketersediaan guru di sekolah tersebut sangat terbatas. Penyebabnya banyak guru yang berasal dari luar daerah memilih berhenti atau mengajar di tempat lain karena berbagai alasan.
Dari dua faktor tersebut sudah tentu jumlah siswa tidak sesuai dengan jumlah kelas dan guru. Oleh sebab itu, pembelajaran kelas rangkap (PKR) merupakan salah satu solusi agar proses pembelajaran di sekolah dengan kondisi sesuai uraian dapat berjalan.

Soal Nomor 2

SD Melati merupakan salah satu sekolah yang memiliki jumlah siswa rata-rata per kelas sebanyak 25 orang. Jika dilihat dari jumlah ketersediaan guru, SD Melati termasuk dalam sekolah yang kekurangan guru, maka beberapa kelas sering digabung agar pembelajaran tetap berlangsung dengan lancar. Pak Iwan harus menjadi guru dalam Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) tersebut. Pak Iwan harus menggabungkan kelas 4 dan kelas 5. Selama pelaksanaan PKR, Pak Iwan masih
mengalami kesulitan. Sebagai contoh, Pak Iwan harus mengajar kelas 4 pelajaran Matematika dengan topik Satuan Ukur, dan kelas 5 harus belajar Bahasa Indonesia dengan topik Menuliskan Pengalaman dalam satu waktu yang bersamaan, dalam ruangan kelas yang berbeda sementara waktu yang tersedia hanya 80 menit.

Pertanyaan:
a. Berdasarkan kasus Pak Iwan, model pengelolaan PKR manakah yang paling sesuai diterapkan dalam kedua kelas tersebut? Jelaskan alasan dari jawaban Anda dengan mengacu kepada model-model pengelolaan PKR di SD.
b. Dengan memperhatikan model pengelolaan PKR yang Anda pilih, rancanglah pengelolaan kelas Pak Iwan dalam bentuk sebuah bagan yang menggambarkan langkah dan waktu pembelajaran. Jelaskan jawaban Anda dengan mengacu kepada salah satu contoh rancangan model pengelolaan PKR.

Pembahasan:
a. Model PKR yang paling sesuai diterapkan dalam kedua kelas tersebut adalah Model PKR 222. Alasannya adalah karena Pak Iwan akan mengajar dua kelas yaitu kelas 4 dan kelas 5, dalam 2 ruang kelas yang berbeda karena jumlah siswa satu kelas lebih dari 20 sehingga tidak mungkin ditampung dalam satu ruang kelas, serta mengajarkan 2 materi yang berbeda yaitu kelas 4 pelajaran Matematika dengan topik satuan ukur dan untuk kelas 5 mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan topik menuliskan pengalaman.

b. Bagan rancangan pengelolaan kelas Pak iwan

Bagan rancangan PKR Model 222 Pak Iwan

Penjelasan bagan:
1. Kegiatan pendahuluan (10 menit) pertama siswa kelas 4 dan kelas 5 diberikan pengantar dan pengarahan umum bersama di halaman sekolah.
2. Pada kegiatan inti I (15 menit) kelas 5 diberikan tugas membuat cerita pengalaman liburan sekolah, sementara guru masuk ke kelas 4 untuk mejelaskan satuan ukur.
3. Pada kegiatan inti II (15 menit) guru masih di kelas 4 untuk melakukan diskusi mengenai penjelasan guru tentang satuan ukur. Sementara siswa kelas 5 masih membuat cerita pengalaman.
4. Pada kegiatan inti III (15 menit) siswa kelas 4 diberikan tugas mengerjakan soal yang berkaitan dengan satuan ukur. Guru ke kelas 5 untuk mendengarkan cerita pengalaman yang dibacakan di depan kelas.
5. Pada kegiatan inti IV (15 menit) guru masih di kelas 5 mendengarkan cerita pengalaman yang dibacakan siswa di depan kelas, sementara siswa kelas 4 masih mengerjakan soal.
6. Kegiatan penutup (10 menit) guru melakukan riveu pembelajaran yang sudah dilakukan dan memberikan tindak lanjut melalui pintu penghubung.

Soal Nomor 3

SD Pertiwi merupakan salah satu SD yang telah menerapkan Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) selama hampir 1 tahun, karena kekurangan guru. Bu Heni diberikan tugas untuk mengajar kelas rangkap tersebut. Bu Heni harus mengajar 3 kelas sekaligus, dengan mata pelajaran yang berbeda dalam satu waktu. Kelas dan mata pelajaran yang diajarkan oleh Bu Heni adalah kelas 3, 4, 5 dengan mata pelajaran Matematika (perkalian dan pembagian) untuk kelas 3, IPA (rangka manusia, fungsi dan pemeliharaannya) kelas 4, dan Bahasa Indonesia (Persahabatan) kelas 5. Jumlah siswa di kelas 3 sebanyak 22 orang, kelas 4 berjumlah 21 orang dan kelas 5 berjumlah 24 orang. Berikut contoh langkah kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Bu Heni:
Pada kegiatan pendahuluan, Bu Heni membuka kelas di setiap kelas, masing-masing selama 10 menit, karena mata pelajaran pada setiap kelas berbeda. Bu Heni memberikan pengantar dan pengarahan agar siswa memahami kegiatan belajar yang akan dipelajari selama 80 menit.
Pada kegiatan inti, Bu Heni mulai menjelaskan kelas 3 untuk materi tentang perkalian selama 10 menit, sementara itu kelas 4 dan kelas 5 menunggu Bu Heni. Tetapi karena sejumlah siswa banyak yang belum paham, maka Bu Heni memperpanjang waktu menjadi 15 menit. Setelah mengajar di kelas 3, dan memberikan tugas, Bu Heni pergi ke kelas 4 untuk mengajarkan materi
IPA selama 15 menit juga, dan dilanjutkan dengan pemberian tugas di LKS. Selanjutnya, Bu Heni ke kelas 5 untuk mengajar materi bahasa Indonesia selama 10 menit.
Pada kegiatan penutup, Bu Heni kembali ke kelas 3 untuk menjelaskan tugas berupa pekerjaan rumah, sekaligus menutup pelajaran untuk kelas 3 selama 10 menit. Bu Heni melanjutkan pergi ke kelas 4 untuk menjelaskan tugas selama 10 menit. Terakhir, Bu Heni pergi ke kelas 5 untuk menjelaskan tugas selama 10 menit.

Pertanyaan:
a. Dengan memperhatikan pelaksanaan PKR pada ketiga kelas tersebut di atas, sudah efektifkah pelaksanaan PKR yang dilakukan oleh Bu Heni? Berilah alasan Anda dengan mengaitkannya pada salah satu model PKR yang ada.
b. Berdasarkan langkah ketiga kegiatan pembelajaran (pendahuluan, inti, penutup), analisalah kelemahan dari setiap langkah pembelajaran tersebut, dengan mengaitkannya pada petunjuk salah satu model PKR.

Pembahasan:
a. Model PKR yang diterapkan oleh Bu Heni adalah Model PKR 333. Bu Heni mengajar 3 kelas yang berbeda (kelas 3, 4, 5) di tiga ruang kelas yang berbeda (karena jumlah siswa satu kelas lebih dari 20), dan 3 materi yang berbeda. Menurut saya pelaksanaan model PKR yang ada sudah sangat efektif dengan kondisi jumlah siswa dan materi yang diajarkan.
b. Dalam kegiatan pendahuluan, Bu Heni membuka kelas di setiap kelas. Menurut saya sangat tidak efektif. Akan lebih efektif jika Bu Heni membuka kelas sekaligus. Dengan membuka kelas di setiap kelas dengan durasi 10 menit, maka Bu Heni sudah menghabiskan waktu 30 menit hanya untuk membuka pembelajaran.
Dalam kegiatan inti, tidak merancang kegiatan pembelajaran dengan baik. Hal ini terlihat pada saat Bu Heni menjelaskan di kelas 3, kelas yang lain (kelas 4 dan 5) dibiarkan menunggu tanpa ada kegiatan pembelajaran.
Dalam kegiatan penutup, Bu Heni juga menghabiskan waktu 30 menit. Jika ditotal jumlah waktu yang dipergunakan oleh BU Heni mulai pendahuluan (30 menit), inti (50 menit), dan penutup (30 menit) melebih batas waktu pembelajaran yang ditarget selama 80 menit.
Secara keseluruhan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh Bu Heni sangat tidak efektif.

Soal Nomor 4

Pak Uki adalah salah satu guru kelas yang saat ini harus mengajar dengan model PKR. Pak Uki telah memiliki pengalaman mengajar selama 20 tahun, dan termasuk guru yang sangat aktif dan kreatif ketika mengajar. Saat ini, Pak Uki harus mengajar Kelas V dan Kelas VI dalam satu ruangan yang sama, karena ruang kelas untuk Kelas VI sedang direnovasi. Jumlah siswa pada masingmasing kelas sebanyak 25 orang. Kelas V dan Kelas VI ini merupakan kelas yang sangat aktif. Siswa-siswanya menyukai kegiatan fisik, seni maupun dalam kegiatan lain seperti diskusi kelompok, dan observasi. Mata pelajaran yang akan diajarkan adalah IPA dengan kompetensi
yang berbeda, dan waktu yang tersedia selama 2 jam pelajaran (90 menit). Untuk Kelas V akan mempelajari tentang Penyesuaian Diri Makhluk Hidup terhadap Lingkungannya. Kompetensi yang akan dicapai adalah siswa dapat mengidentifikasi penyesuaian diri tumbuhan dengan lingkungan tertentu untuk mempertahankan hidup. Sementara itu, untuk Kelas VI, akan mempelajari tentang Ciri Khas Makhluk Hidup dan Lingkungan Hidupnya. Kompetensi yang akan dicapai adalah agar
siswa dapat mendeskripsikan hubungan antara ciri-ciri khusus tumbuhan dengan lingkungannya. Rancangan pembelajaran sebagai berikut:

Pendahuluan:
Pak Uki melakukan kegiatan membuka pelajaran secara bersama-sama kelas V dan VI. Kegiatan diawali dengan menjelaskan kompetensi yang akan dikembangkan dan langkah-langkah melaksanakan pembelajaran untuk masing-masing kelas selama 10 menit.

Kegiatan Inti
Kegiatan inti untuk masing-masing Kelas V dan Kelas VI dilaksanakan selama 30 menit, antara lain:

Untuk Kelas V melakukan kegiatan sebagai berikut:

  • Guru menjelaskan tentang materi bentuk-bentuk penyesuaian tumbuhan terhadap lingkungannya.
  • Guru memberikan tugas menggunakan LKS kepada semua siswa tentang bentuk-bentuk penyesuaian tumbuhan terhadap lingkungannya dan mengumpulkannya jika telah selesai

Untuk Kelas VI melakukan kegiatan sebagai berikut:

  • Guru menjelaskan materi tentang bentuk adaptasi tumbuhan kepada setiap siswa (siswa duduk dalam kelompoknya masing-masing, terdapat 5 kelompok)
  • Guru meminta setiap kelompok berdiskusi mengerjakan tugas yang ada di LKS

Kegiatan inti bersama untuk Kelas V dan Kelas VI, selama 30 menit setelah kegiatan di atas:

  • Guru membagi kedua kelas secara berkelompok dengan duduk selang seling, dan menghitung 1-10, setelah itu meminta siswa untuk berkelompok sesuai dengan angka yang disebutkan oleh guru
  • Guru memberikan satu gambar tumbuhan kepada setiap kelompok.
  • Guru meminta setiap kelompok untuk berdiskusi tentang gambar tersebut dan menuliskan lingkungan hidupnya dan bentuk beradaptasinya.
  • Guru meminta setiap kelompok mempresentasikan hasil tugasnya di depan kelas

Penutup
Kegiatan penutup dilaksanakan selama 20 menit terakhir secara bersama-sama Kelas V dan Kelas VI.
Guru memberikan tugas kepada Kelas V dan Kelas VI untuk dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.

Pertanyaan:
a. Berdasarkan rancangan PKR yang telah dibuat oleh Pak Uki, berilah penilaian Anda terhadap kekurangan pada rancangan tersebut mulai dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Jelaskan jawaban Anda dengan mengaitkannya pada contoh rancangan PKR.
b. Dengan tetap menggunakan rancangan PKR yang telah dibuat oleh Pak Uki, rancanglah PKR berdasarkan kekurangan yang Anda temukan pada rancangan PKR yang dibuat oleh Pak Uki agar siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih nyata dengan memanfaatkan potensi lingkungan yang ada.

Pembahasan:
a.

PERINGATAN: Ini hanya pemikiran dari tim Osnipa. Silakan jadikan referensi saja. Utamakan jawaban hasil pemikiran sendiri. Terimakasih 🙂

Demikian pembahasan mengenai Soal Pembelajaran Kelas Rangkap (PDGK4302) dan Pembahasan. Semoga bermanfaat.

Responses (17)

  1. terimakasih tak terhingga kepada anda yang baik hati, sangat membantu untuk referensi saya. kalau ada jawaban yang no 4 dong, heeeee. terimakasih. anda baik hati

  2. mohon bantuan nya
    soal
    1. Perubahan musim yang sekarang tidak menentu telah berdampak kepada banyak sektor
    termasuk pendidikan. Fenomena banjir, angin puting beliung, maupun banjir bandang sekarang
    ini sering terjadi di banyak wilayah di Indonesia. Akibatnya tidak hanya rumah maupun bangunan
    lainnya yang rusak, bangunan SD juga tidak luput dari peristiwa alam ini. Bencana banjir
    misalnya menyebabkan sulitnya melaksanakan pembelajaran dengan maksimal. Tidak hanya
    siswa yang sulit untuk mencapai sekolah, tetapi guru juga terdampak sehingga menyebabkan
    tidak dapat hadir ke sekolah untuk mengajar. Kondisi ini akan semakin terasa tatkala sekolah
    tersebut merupakan sekolah dengan banyak siswa dalam satu kelasnya. Jumlah siswa terkadang
    lebih dari 40 dengan karakteristik dan gaya belajar siswa yang berbeda. Tentu saja dengan
    ketidakhadiran guru, dan harus diganti oleh guru yang ada menyebakan sulitnya pembelajaran
    untuk dijadikan dalam 1 kelas. Seringkali guru membagi kelas menjadi beberapa kelas dalam
    ruangan yang berbeda maupun dalam satu ruangan dan dibantu oleh siswa yang memiliki
    kemampuan di atas rata-rata untuk membantu siswa lainnya, atau disebut dengan pengajaran
    teman sebaya.
    Pertanyaan:
    Dengan memperhatikan kondisi yang terjadi seperti yang digambarkan, apakah perlu
    menerapkan pembelajaran kelas rangkap (PKR)? Buatlah analisis Anda tentang alasan
    diterapkannya PKR sesuai dengan kondisi/fenomena tersebut dengan mengaitkannya mengapa
    PKR diperlukan dalam suatu sekolah?

    2. Terjadinya bencana angin puting beliung di satu wilayah menyebabkan SD Kusuma harus
    melakukan penggabungan kelas karena beberapa ruang kelas harus diperbaiki. Sebagai contoh,
    walau kelas 1 dan kelas 2 masih memiliki ruang kelas yang cukup layak, tetapi kelas 3 harus
    menggunakan ruang lain agar pembelajaran tetap dapat berlangsung. Selain kendala ruang
    kelas, jumlah guru yang harus mengajar juga masih kurang, karena beberapa guru harus pensiun
    dan guru bantu belum dapat didatangkan oleh pihak Dinas Pendidikan. Dengan kondisi itu, SD
    Kusuma harus menerapkan PKR. Pak Bayu harus menjadi guru dalam pelaksanaan
    Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) tersebut. Pak Bayu harus menggabungkan kelas 1, kelas 2
    dan kelas 3 karena tidak ada guru yang dapat mengajar kelas 3. Jumlah siswa pada masingmasing kelas bervariasi, yaitu untuk kelas 1 berjumlah 26 orang, kelas 2 berjumlah 28 orang dan
    kelas 3 berjumlah 28 orang. Selama pelaksanaan PKR, Pak Bayu banyak menemui kendala.
    Sebagai contoh, Pak Bayu harus mengajar kelas 1 pada pelajaran Bahasa Indonesia dengan
    topik Belajar Menulis, sementara untuk kelas 2 harus belajar Matematika dengan topik Bilangan
    Cacah, dan kelas 3 harus belajar IPA dengan topik Perubahan Mahkluk Hidup dalam satu waktu
    yang bersamaan, dalam ruangan kelas yang berbeda sementara waktu yang tersedia hanya 80
    menit.
    Pertanyaan:
    a. Berdasarkan kasus Pak Bayu, model pengelolaan PKR manakah yang paling sesuai
    diterapkan dalam kedua kelas tersebut? Jelaskan alasan dari jawaban Anda dengan
    mengacu kepada model-model pengelolaan PKR di SD.
    21
    PDGK4302
    2 dari 3
    b. Dengan memperhatikan model pengelolaan PKR yang Anda pilih, rancanglah pengelolaan
    kelas Pak Bayu dengan menggambarkannya dalam satu bagan yang menggambarkan
    langkah dan waktu pembelajaran. Jelaskan jawaban Anda dengan mengacu kepada salah
    satu contoh rancangan model pengelolaan PKR.

    3. SD Pusaka merupakan salah satu SD yang telah menerapkan Pembelajaran Kelas Rangkap
    (PKR) selama hampir 1 tahun, karena kekurangan guru. Pak Agus diberikan tugas untuk
    mengajar kelas rangkap tersebut. Pak Agus harus mengajar 2 kelas sekaligus, yaitu dengan mata
    pelajaran yang berbeda dalam satu waktu. Kelas dan mata pelajaran yang diajarkan oleh Pak
    Agus adalah kelas 2 dan kelas 3 dengan mata pelajaran IPS (Dokumen Diri dan Keluarga) untuk
    kelas 2, IPA (Sifat Benda) untuk kelas 3. Jumlah siswa di kelas 2 sebanyak 24 orang, dan kelas 3
    berjumlah 25 orang. Berikut contoh langkah kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Pak Agus:
    Pada kegiatan pendahuluan, Pak Agus membuka kelas dengan menggabungkan kedua kelas
    di emperan sekolah. Pak Agus memberikan pengantar dan pengarahan kepada siswa selama 20
    menit.
    Pada kegiatan inti, Pak Agus mulai menjelaskan kelas 2 untuk materi tentang dokumen diri dan
    keluarga selama 20 menit, sementara itu kelas 3 menunggu Pak Agus tanpa melakukan apapun.
    Tetapi karena sejumlah siswa banyak yang belum paham, maka Pak Agus memperpanjang
    waktu menjadi 30 menit. Setelah mengajar di kelas 2, dan memberikan tugas, Pak Agus pergi ke
    kelas 3 untuk mengajarkan materi IPA selama 20 menit, dan dilanjutkan dengan pemberian tugas
    di LKS. Sebenarnya masih banyak siswa yang belum paham, tetapi karena waktu untuk kegitan
    inti sudah harus diakhiri, maka Pak Agus mengakhiri pembelajaran untuk kedua kelas.
    Pada kegiatan penutup, Pak Agus kembali ke kelas 2 untuk menjelaskan tugas berupa
    pekerjaan rumah, sekaligus menutup pelajaran untuk kelas 3 selama 10 menit. Selanjutnya Pak
    Agus pergi ke kelas 3 untuk menjelaskan tugas selama 10 menit.
    Pertanyaan:
    a. Dengan memperhatikan pelaksanaan PKR pada ketiga kelas, sudah efektifkah pelaksanaan
    PKR yang dilakukan oleh Pak Agus? Berilah alasan Anda dengan mengaitkannya pada salah
    satu model PKR yang ada.
    b. Berdasarkan langkah ketiga kegiatan pembelajaran (pendahuluan, inti, penutup), analisalah
    kelemahan dari setiap langkah pembelajaran tersebut, dengan mengaitkannya pada petunjuk
    salah satu model PKR.
    4.
    Bu Jelita adalah salah satu guru kelas yang saat ini harus mengajar dengan model PKR. Bu Jelita
    telah memiliki pengalaman mengajar selama 15 tahun, dan termasuk guru yang sangat aktif dan
    kreatif ketika mengajar. Saat ini, Bu Jelita harus mengajar Kelas 2 dan Kelas 3 dalam satu
    ruangan yang berbeda, karena kekurangan guru di SD Bu Jelita. Sekolah memiliki lapangan
    sekolah yang cukup memadai dan sering digunakan untuk kegiatan bersama beberapa kelas.
    Jumlah siswa pada kelas 2 sebanyak 24 orang dan kelas 3 sebanyak 25 orang. Kelas 2 dan
    Kelas 3 ini merupakan kelas yang sangat aktif. Siswa-siswanya menyukai kegiatan fisik, seni
    maupun dalam kegiatan lainnya seperti diskusi kelompok, maupun tanya jawab, dan observasi.
    Bu Jelita sedang merancang pembelajaran untuk kedua kelas tersebut. Mata pelajaran yang
    akan diajarkan adalah dengan kompetensi yang berbeda, dan waktu yang tersedia selama 2 jam
    pelajaran (90 menit). Untuk Kelas 2 akan mempelajari tentang Diri Sendiri: Teman baru.
    Kompetensi yang akan dicapai adalah siswa bertanya kepada orang lain dengan menggunakan
    pilihan kata yang tepat dan santun berbahasa. Sementara itu, untuk Kelas 3, akan mempelajari
    tentang pentingnya bekerja sama. Kompetensi yang akan dicapai adalah agar siswa dapat
    memahami pentingnya kegiatan yang dilakukan bersama-sama.
    Rancangan pembelajaran sebagai berikut:
    40
    PDGK4302
    3 dari 3
    Pendahuluan: Bu Jelita melakukan kegiatan membuka pelajaran secara terpisah antara kelas 2
    dan 3. Kegiatan diawali dengan menjelaskan kompetensi yang akan dikembangkan dan langkahlangkah melaksanakan pembelajaran untuk masing-masing kelas selama masing-masing 10
    menit.
    Kegiatan Inti
    Kegiatan inti untuk masing-masing Kelas 2 dan Kelas 3 dilaksanakan selama 30 menit
    berikutnya, antara lain:
    Untuk Kelas 2 melakukan kegiatan sebagai berikut:
     Guru menjelaskan tentang materi tentang cara berkenalan menggunakan bahasa Indonesia
    yang santun dan benar termasuk menggunakan kata tanya, kalimat lengkap dan
    membacakan contoh biodata diri.
     Guru memberikan tugas menggunakan LKS kepada semua siswa untuk dapat mengisi
    tentang biodata diri dan mengumpulkannya jika telah selesai
    Untuk Kelas 3 melakukan kegiatan sebagai berikut:
     Guru menjelaskan materi tentang bentuk-bentuk kerja sama di sekolah dan di rumah (siswa
    duduk dalam kelompoknya masing-masing, terdapat 5 kelompok)
     Guru meminta setiap kelompok berdiskusi mengerjakan tugas yang ada di LKS
    Kegiatan inti bersama untuk Kelas 2 dan Kelas 3, selama 30 menit setelah kegiatan a:
     Guru membagi kedua kelas secara berkelompok dengan menyebutkan nama-nama siswa
    yang telah dipersiapkan guru sebelumnya agar dapat bergabung secara berkelompok
    (sebanyak 10 kelompok. Guru melakukan ini di lapangan sekolah
     Guru memberikan beberapa potongan gambar tentang kegiatan orang yang dilakukan
    bersama-sama.
     Guru meminta setiap kelompok untuk berdiskusi tentang gambar tersebut dan menuliskan
    tentang bentuk kerja sama tersebut apakah dilakukan di rumah atau di sekolah.
     Guru meminta setiap kelompok mempresentasikan hasil tugasnya di depan kelas
    Penutup
    Kegiatan penutup dilaksanakan selama 20 menit terakhir dilakukan guru pada masing-masing
    kelas dengan waktu pada setiap kelas selama 10 menit.
     Guru memberikan tugas kepada Kelas 2 dan Kelas 3 untuk dikumpulkan pada pertemuan
    berikutnya.
    Pertanyaan:
    a. Berdasarkan rancangan Pembelajaran Kelas Rangkap yang telah dibuat oleh Bu Jelita,
    berilah penilaian Anda terhadap kekurangan pada rancangan Pembelajaran Kelas Rangkap
    tersebut mulai dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Jelaskan
    jawaban Anda dengan mengaitkannya pada contoh rancangan PKR.
    b. Dengan tetap menggunakan rancangan Pembelajaran Kelas Rangkap yang telah dibuat oleh
    Bu Jelita, rancanglah Pembelajaran Kelas Rangkap berdasarkan kekurangan yang Anda
    temukan pada rancangan tersebut agar menjadi lebih baik dan siswa mendapatkan
    pengalaman belajar yang lebih nyata dengan memanfaatkan potensi lingkungan yang ada.

  3. 1. Indonesia merupakan Negara yang sangat menganut asas bahwa kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi atau golongan, berdasarkan asas diatas berilah tanggapan dan gambaran mengenai:
    a. Keterkaitan antara manusia sebagai makhluk individu, sosial, dan Warga Negara dalam rangka menuju masyarakat yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
    b. Gambarkanlah bentuk pengajaran atau pembelajaran yang sesuai di Sekolah Dasar mengenai cara pengajaran atau pembelajaran yang tepat digunakan oleh Guru Sekolah Dasar mengenai manusia sebagai makhluk individu, sosial, dan Warga Negara, dalam rangka membina siswa Sekolah Dasar menjadi siswa yang bertanggung jawab sesuai dengan pengamalan Pancasila dan UUD 1945

    2. Indonesia merupakan Negara yang sangat pluralistik bermacam-macam suku, ras, adat, dan agama, ini merupakan suatu keunggulan yang harus dijaga, tetapi jika tidak di sikapi dengan baik berpotensi menimbulkan konflik horizontal, berdasarkan uraian diatas berilah tanggapan dan gambaran mengenai:
    a. Berilah sebuah bukti bahwa bangsa Indonesia telah mengalami kemajuan dalam hal keragaman sosial budaya masyarakat !
    b. Gambarkanlah bentuk pengajaran atau pembelajaran yang sesuai di Sekolah Dasar mengenai cara pengajaran atau pembelajaran yang tepat digunakan oleh Guru Sekolah Dasar mengenai keragaman sosial budaya, dalam rangka menciptakan masyarakat yang saling menghormati dan menghargai keragaman budaya di Indonesia sebagai bentuk pengamalan semboyan Bhineka Tunggal Ika !

    3. Pancasila merupakan Ideologi Bangsa Indonesia yang telah dijadikan falsafah sejak NKRI terbentuk, Pancasila sangat mewakili bentuk Negara Indonesia yang sangat pluralistik, begitu pula dengan UUD 1945 merupakan konstitusi negara yang dijadikan sebagai dasar terbentuknya aturan hukum yang berlaku Indonesia, berdasarkan uraian diatas berilah tanggapan dan gambaran mengenai:
    a. Berilah sebuah contoh gambaran penerapan mengenai bahwa Pancasila dan UUD 1945 merupakan hal mutlak yang harus diterapkan nilai-nilai dasar nya dikehidupan masyarakat Indonesia dalam rangka menciptakan masyarakat yang bertanggung jawab !
    b. Gambarkanlah bentuk pengajaran atau pembelajaran yang sesuai di Sekolah Dasar mengenai cara pengajaran atau pembelajaran yang tepat digunakan oleh Guru Sekolah Dasar mengenai nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, dalam rangka mencipkan masyarakat yang bertanggung jawab !

    4. Tegaknya hukum merupakan indikator tertibnya suatu Negara menuju masyarakat yang adil dan tegaknya Hak Asasi Manusia, Indonesia menjadikan hukum sebagai panglima, yang artinya hukum diatas segalanya terlebih lagi kekuasaan, pembelajaran yang paling baik tentang hukum adalah pembelajaran sejak dini yaitu mulai dari jenjang Sekolah Dasar, berdasarkan uraian di atas berilah tanggapan dan gambaran mengenai:
    a. Berilah sebuah contoh hasil telaah metode pembelajaran yang tepat diterapkan dalam proses membina dan menanamkan pola hidup taat terhadap hukum pada anak Sekolah Dasar !
    b. Gambarkanlah bentuk model pengembangan pembelajaran yang tepat untuk siswa Sekolah Dasar dalam rangka menciptakan masyarakat yang sadar hukum !

  4. Dalam suatu ujian terdapat 300 siswa yang mengikuti ujian tersebut. Rata-rata dari hasil ujian yaitu
    70 serta simpangan baku hasil ujian tersebut adalah 10. Jika data nilai hasil ujian siswa tersebut
    berdistribusi normal, maka berapa persen mahasiswa yang mendapat nilai A jika syarat untuk
    mendapatkan nilai A adalah nilai lebih dari 85?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *