Menu
Akurat dan Terpercaya

Soal Pembelajaran Kelas Rangkap (PDGK4302) dan Pembahasan

  • Share
Soal Pembelajaran Kelas Rangkap (PDGK4302) dan Pembahasan

Hai Bapak/Ibu Guru SD, berikut ini Osnipa akan membahas soal yang dikirimkan melalui kolom komentar. Kali ini kami akan membahas Soal Pembelajaran Kelas Rangkap (PDGK4302) dan Pembahasan. Pembahasan ini merupakan pemikiran dari tim Osnipa. Jadi silakan jadikan referensi saja. Semoga bermanfaat.

Soal Pembelajaran Kelas Rangkap (PDGK4302) dan Pembahasan

Soal Nomor 1

Masalah pendidikan yang sering terjadi dalam daerah terpencil/pelosok sampai saat ini masih belum dapat ditangani dengan baik oleh pemerintah. Beberapa masalah biasanya terjadi seperti ruang kelas yang hanya menggunakan bangunan seadanya sehingga sering mengalami kebocoran pada musim hujan, atau mudah roboh ketika ada angin kencang. Akibatnya ruang kelas menjadi rusak berat, tidak layak, sehingga jumlah ruang kelas yang akan digunakan untuk belajar menjadi berkurang. Kondisi ini menimbulkan masalah lain juga bagi sekolah terutama ketersediaan guru untuk mengajar. Guru-guru yang berasal dari luar daerah biasanya tidak bertahan lama, karena banyaknya masalah yang harus dihadapi, seperti beratnya medan menuju sekolah, serta sistem penggajian yang kurang layak. Dampak dari kondisi ini, banyak kelas yang kehilangan guru, sehingga dalam pembelajaran sering mengandalkan guru generasi lama yang berasal dari daerah
asal.

Pertanyaan:
Dengan memperhatikan kondisi yang terjadi seperti yang digambarkan pada uraian di atas, buatlah analisis Anda tentang alasan diterapkannya PKR sesuai dengan kondisi/fenomena tersebut dengan mengaitkan mengapa PKR diperlukan dalam suatu sekolah?

Pembahasan:
Ada beberapa faktor yang dapat kita analisis mengenai alasan diterapkannya Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) sesuai uraian di atas. Faktor tersebut meliputi:
1) Terbatasnya ruang kelas. Dalam uraian, disebutkan bahwa banyak ruang kelas yang mengalami kebocoran sehingga rusak berat dan tidak layak pakai.
2) Kurangnya jumlah tenaga pengajar (guru). Dalam uraian disebutkan ketersediaan guru di sekolah tersebut sangat terbatas. Penyebabnya banyak guru yang berasal dari luar daerah memilih berhenti atau mengajar di tempat lain karena berbagai alasan.
Dari dua faktor tersebut sudah tentu jumlah siswa tidak sesuai dengan jumlah kelas dan guru. Oleh sebab itu, pembelajaran kelas rangkap (PKR) merupakan salah satu solusi agar proses pembelajaran di sekolah dengan kondisi sesuai uraian dapat berjalan.

Soal Nomor 2

SD Melati merupakan salah satu sekolah yang memiliki jumlah siswa rata-rata per kelas sebanyak 25 orang. Jika dilihat dari jumlah ketersediaan guru, SD Melati termasuk dalam sekolah yang kekurangan guru, maka beberapa kelas sering digabung agar pembelajaran tetap berlangsung dengan lancar. Pak Iwan harus menjadi guru dalam Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) tersebut. Pak Iwan harus menggabungkan kelas 4 dan kelas 5. Selama pelaksanaan PKR, Pak Iwan masih
mengalami kesulitan. Sebagai contoh, Pak Iwan harus mengajar kelas 4 pelajaran Matematika dengan topik Satuan Ukur, dan kelas 5 harus belajar Bahasa Indonesia dengan topik Menuliskan Pengalaman dalam satu waktu yang bersamaan, dalam ruangan kelas yang berbeda sementara waktu yang tersedia hanya 80 menit.

Pertanyaan:
a. Berdasarkan kasus Pak Iwan, model pengelolaan PKR manakah yang paling sesuai diterapkan dalam kedua kelas tersebut? Jelaskan alasan dari jawaban Anda dengan mengacu kepada model-model pengelolaan PKR di SD.
b. Dengan memperhatikan model pengelolaan PKR yang Anda pilih, rancanglah pengelolaan kelas Pak Iwan dalam bentuk sebuah bagan yang menggambarkan langkah dan waktu pembelajaran. Jelaskan jawaban Anda dengan mengacu kepada salah satu contoh rancangan model pengelolaan PKR.

Pembahasan:
a. Model PKR yang paling sesuai diterapkan dalam kedua kelas tersebut adalah Model PKR 222. Alasannya adalah karena Pak Iwan akan mengajar dua kelas yaitu kelas 4 dan kelas 5, dalam 2 ruang kelas yang berbeda karena jumlah siswa satu kelas lebih dari 20 sehingga tidak mungkin ditampung dalam satu ruang kelas, serta mengajarkan 2 materi yang berbeda yaitu kelas 4 pelajaran Matematika dengan topik satuan ukur dan untuk kelas 5 mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan topik menuliskan pengalaman.

b. Bagan rancangan pengelolaan kelas Pak iwan

Bagan rancangan PKR Model 222 Pak Iwan

Penjelasan bagan:
1. Kegiatan pendahuluan (10 menit) pertama siswa kelas 4 dan kelas 5 diberikan pengantar dan pengarahan umum bersama di halaman sekolah.
2. Pada kegiatan inti I (15 menit) kelas 5 diberikan tugas membuat cerita pengalaman liburan sekolah, sementara guru masuk ke kelas 4 untuk mejelaskan satuan ukur.
3. Pada kegiatan inti II (15 menit) guru masih di kelas 4 untuk melakukan diskusi mengenai penjelasan guru tentang satuan ukur. Sementara siswa kelas 5 masih membuat cerita pengalaman.
4. Pada kegiatan inti III (15 menit) siswa kelas 4 diberikan tugas mengerjakan soal yang berkaitan dengan satuan ukur. Guru ke kelas 5 untuk mendengarkan cerita pengalaman yang dibacakan di depan kelas.
5. Pada kegiatan inti IV (15 menit) guru masih di kelas 5 mendengarkan cerita pengalaman yang dibacakan siswa di depan kelas, sementara siswa kelas 4 masih mengerjakan soal.
6. Kegiatan penutup (10 menit) guru melakukan riveu pembelajaran yang sudah dilakukan dan memberikan tindak lanjut melalui pintu penghubung.

Soal Nomor 3

SD Pertiwi merupakan salah satu SD yang telah menerapkan Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) selama hampir 1 tahun, karena kekurangan guru. Bu Heni diberikan tugas untuk mengajar kelas rangkap tersebut. Bu Heni harus mengajar 3 kelas sekaligus, dengan mata pelajaran yang berbeda dalam satu waktu. Kelas dan mata pelajaran yang diajarkan oleh Bu Heni adalah kelas 3, 4, 5 dengan mata pelajaran Matematika (perkalian dan pembagian) untuk kelas 3, IPA (rangka manusia, fungsi dan pemeliharaannya) kelas 4, dan Bahasa Indonesia (Persahabatan) kelas 5. Jumlah siswa di kelas 3 sebanyak 22 orang, kelas 4 berjumlah 21 orang dan kelas 5 berjumlah 24 orang. Berikut contoh langkah kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Bu Heni:
Pada kegiatan pendahuluan, Bu Heni membuka kelas di setiap kelas, masing-masing selama 10 menit, karena mata pelajaran pada setiap kelas berbeda. Bu Heni memberikan pengantar dan pengarahan agar siswa memahami kegiatan belajar yang akan dipelajari selama 80 menit.
Pada kegiatan inti, Bu Heni mulai menjelaskan kelas 3 untuk materi tentang perkalian selama 10 menit, sementara itu kelas 4 dan kelas 5 menunggu Bu Heni. Tetapi karena sejumlah siswa banyak yang belum paham, maka Bu Heni memperpanjang waktu menjadi 15 menit. Setelah mengajar di kelas 3, dan memberikan tugas, Bu Heni pergi ke kelas 4 untuk mengajarkan materi
IPA selama 15 menit juga, dan dilanjutkan dengan pemberian tugas di LKS. Selanjutnya, Bu Heni ke kelas 5 untuk mengajar materi bahasa Indonesia selama 10 menit.
Pada kegiatan penutup, Bu Heni kembali ke kelas 3 untuk menjelaskan tugas berupa pekerjaan rumah, sekaligus menutup pelajaran untuk kelas 3 selama 10 menit. Bu Heni melanjutkan pergi ke kelas 4 untuk menjelaskan tugas selama 10 menit. Terakhir, Bu Heni pergi ke kelas 5 untuk menjelaskan tugas selama 10 menit.

Pertanyaan:
a. Dengan memperhatikan pelaksanaan PKR pada ketiga kelas tersebut di atas, sudah efektifkah pelaksanaan PKR yang dilakukan oleh Bu Heni? Berilah alasan Anda dengan mengaitkannya pada salah satu model PKR yang ada.
b. Berdasarkan langkah ketiga kegiatan pembelajaran (pendahuluan, inti, penutup), analisalah kelemahan dari setiap langkah pembelajaran tersebut, dengan mengaitkannya pada petunjuk salah satu model PKR.

Pembahasan:
a. Model PKR yang diterapkan oleh Bu Heni adalah Model PKR 333. Bu Heni mengajar 3 kelas yang berbeda (kelas 3, 4, 5) di tiga ruang kelas yang berbeda (karena jumlah siswa satu kelas lebih dari 20), dan 3 materi yang berbeda. Menurut saya pelaksanaan model PKR yang ada sudah sangat efektif dengan kondisi jumlah siswa dan materi yang diajarkan.
b. Dalam kegiatan pendahuluan, Bu Heni membuka kelas di setiap kelas. Menurut saya sangat tidak efektif. Akan lebih efektif jika Bu Heni membuka kelas sekaligus. Dengan membuka kelas di setiap kelas dengan durasi 10 menit, maka Bu Heni sudah menghabiskan waktu 30 menit hanya untuk membuka pembelajaran.
Dalam kegiatan inti, tidak merancang kegiatan pembelajaran dengan baik. Hal ini terlihat pada saat Bu Heni menjelaskan di kelas 3, kelas yang lain (kelas 4 dan 5) dibiarkan menunggu tanpa ada kegiatan pembelajaran.
Dalam kegiatan penutup, Bu Heni juga menghabiskan waktu 30 menit. Jika ditotal jumlah waktu yang dipergunakan oleh BU Heni mulai pendahuluan (30 menit), inti (50 menit), dan penutup (30 menit) melebih batas waktu pembelajaran yang ditarget selama 80 menit.
Secara keseluruhan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh Bu Heni sangat tidak efektif.

Soal Nomor 4

Pak Uki adalah salah satu guru kelas yang saat ini harus mengajar dengan model PKR. Pak Uki telah memiliki pengalaman mengajar selama 20 tahun, dan termasuk guru yang sangat aktif dan kreatif ketika mengajar. Saat ini, Pak Uki harus mengajar Kelas V dan Kelas VI dalam satu ruangan yang sama, karena ruang kelas untuk Kelas VI sedang direnovasi. Jumlah siswa pada masingmasing kelas sebanyak 25 orang. Kelas V dan Kelas VI ini merupakan kelas yang sangat aktif. Siswa-siswanya menyukai kegiatan fisik, seni maupun dalam kegiatan lain seperti diskusi kelompok, dan observasi. Mata pelajaran yang akan diajarkan adalah IPA dengan kompetensi
yang berbeda, dan waktu yang tersedia selama 2 jam pelajaran (90 menit). Untuk Kelas V akan mempelajari tentang Penyesuaian Diri Makhluk Hidup terhadap Lingkungannya. Kompetensi yang akan dicapai adalah siswa dapat mengidentifikasi penyesuaian diri tumbuhan dengan lingkungan tertentu untuk mempertahankan hidup. Sementara itu, untuk Kelas VI, akan mempelajari tentang Ciri Khas Makhluk Hidup dan Lingkungan Hidupnya. Kompetensi yang akan dicapai adalah agar
siswa dapat mendeskripsikan hubungan antara ciri-ciri khusus tumbuhan dengan lingkungannya. Rancangan pembelajaran sebagai berikut:

Pendahuluan:
Pak Uki melakukan kegiatan membuka pelajaran secara bersama-sama kelas V dan VI. Kegiatan diawali dengan menjelaskan kompetensi yang akan dikembangkan dan langkah-langkah melaksanakan pembelajaran untuk masing-masing kelas selama 10 menit.

Kegiatan Inti
Kegiatan inti untuk masing-masing Kelas V dan Kelas VI dilaksanakan selama 30 menit, antara lain:

Untuk Kelas V melakukan kegiatan sebagai berikut:

  • Guru menjelaskan tentang materi bentuk-bentuk penyesuaian tumbuhan terhadap lingkungannya.
  • Guru memberikan tugas menggunakan LKS kepada semua siswa tentang bentuk-bentuk penyesuaian tumbuhan terhadap lingkungannya dan mengumpulkannya jika telah selesai

Untuk Kelas VI melakukan kegiatan sebagai berikut:

  • Guru menjelaskan materi tentang bentuk adaptasi tumbuhan kepada setiap siswa (siswa duduk dalam kelompoknya masing-masing, terdapat 5 kelompok)
  • Guru meminta setiap kelompok berdiskusi mengerjakan tugas yang ada di LKS

Kegiatan inti bersama untuk Kelas V dan Kelas VI, selama 30 menit setelah kegiatan di atas:

  • Guru membagi kedua kelas secara berkelompok dengan duduk selang seling, dan menghitung 1-10, setelah itu meminta siswa untuk berkelompok sesuai dengan angka yang disebutkan oleh guru
  • Guru memberikan satu gambar tumbuhan kepada setiap kelompok.
  • Guru meminta setiap kelompok untuk berdiskusi tentang gambar tersebut dan menuliskan lingkungan hidupnya dan bentuk beradaptasinya.
  • Guru meminta setiap kelompok mempresentasikan hasil tugasnya di depan kelas

Penutup
Kegiatan penutup dilaksanakan selama 20 menit terakhir secara bersama-sama Kelas V dan Kelas VI.
Guru memberikan tugas kepada Kelas V dan Kelas VI untuk dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.

Pertanyaan:
a. Berdasarkan rancangan PKR yang telah dibuat oleh Pak Uki, berilah penilaian Anda terhadap kekurangan pada rancangan tersebut mulai dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Jelaskan jawaban Anda dengan mengaitkannya pada contoh rancangan PKR.
b. Dengan tetap menggunakan rancangan PKR yang telah dibuat oleh Pak Uki, rancanglah PKR berdasarkan kekurangan yang Anda temukan pada rancangan PKR yang dibuat oleh Pak Uki agar siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih nyata dengan memanfaatkan potensi lingkungan yang ada.

Pembahasan:
a.

PERINGATAN: Ini hanya pemikiran dari tim Osnipa. Silakan jadikan referensi saja. Utamakan jawaban hasil pemikiran sendiri. Terimakasih 🙂

Demikian pembahasan mengenai Soal Pembelajaran Kelas Rangkap (PDGK4302) dan Pembahasan. Semoga bermanfaat.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *