Akurat dan Terpercaya
UT  

Soal Pembelajaran Kelas Rangkap (PDGK4302) dan Pembahasan Tahun 2022

Soal Pembelajaran Kelas Rangkap (PDGK4302) dan Pembahasan Tahun 2022

OSNIPA.COM – Hai pengunjung Osnipa, berikut ini kami akan membahas Soal Pembelajaran Kelas Rangkap (PDGK4302) dan Pembahasan Tahun 2022. Kami hanya memberikan referensi, utamkan jawaban sendiri ya :). Semoga bermanfaat.

Soal Pembelajaran Kelas Rangkap (PDGK4302) dan Pembahasan Tahun 2022

1. Di Desa Jarak Ijo dekat dengan gunung Bromo, terdapat sebuah SD yang jumlah siswanya hanya 44 orang, dengan rincian kelas I ada 9 anak, kelas II ada 7 anak, kelas III ada 5 anak, kelas IV ada 4 anak, kelas V ada 10 anak, dan kelas VI ada 9 anak. Karena jumlahnya sedikit, maka pemerintah hanya menugaskan 2 orang guru dan 1 orang kepala sekolah untuk menyelenggarakan pendidikan di sekolah tersebut. Dalam pelaksanaan pembelajaran anak-anak digabung ke dalam dua ruangan. Ruang 1 diisi siswa kelas I, IV, dan VI, sedangkan di ruang 2 diisi siswa kelas II, III, dan V. Lakukan analisis terhadap kondisi di atas dengan menuliskan alasan pemerintah hanya menugaskan 3 orang pendidik di sekolah tersebut! (minimal 2 alasan)

Pembahasan:
Berdasarkan analisis terhadap kondisi di atas, alasan pemerintah hanya menugaskan 3 orang pendidik yaitu:
(1) Dilihat dari alasan Geografisnya yaitu Lokasi sekolah susah di akses karena sekolah terpencil dan jauh dari keramaian.
(2) Dilihat dari alasan Demografisnya yaitu Untuk mengajar murid dalam jumlah yang kecil, apalagi tinggal di daerah pemukiman yang amat jarang maka PKR dinilai sebagai pendekatan pengajaran yang praktis.
(3) Terbatasnya ruang kelas karena jumlah muridnya sangat sedikit.

2. Bu Intan sebagai guru kelas IV di sebuah SDN di Kota Malang harus merangkap mengajar di Kelas V, karena guru kelas V ijin ada keperluan mendadak pada jam ke-1 dan ke-2. Jumlah siswa di kedua kelas tidak terlalu banyak (berjumlah 18 orang), maka bu Intan memutuskan untuk memindahkan siswa kelas V ke kelasnya. Sesuai jadwal hari itu dimulai pelajaran dengan mata pelajaran matematika, maka bu Intan akan menerapkan PKR model 211 (dua kelas, satu mata pelajaran, satu ruangan).
Coba buatlah rancangan urutan langkah kegiatan (sintakmatik) yang akan dilakukan di kelas
rangkap tersebut, jika KD untuk kelas IV “Menjelaskan pecahan senilai dengan gambar dan model konkret serta berbagai bentuk pecahan (biasa dan campuran) dan hubungan di antaranya”, sedangkan KD di kelas V “Menjelaskan pecahan desimal dan persen serta melakukan perkalian dan pembagian pecahan dan desimal serta persen”! Rancangan meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup dengan durasi waktu 70 menit.

Pembahasan:
Ini hanya contoh, bisa dikembangkan agar lebih lengkap 🙂
Contoh rancangan kegiatan pembelajaran:

Kegiatan Pendahuluan (10 menit)

  1. Mengkondisikan siswa untuk siap mengikuti pembelajaran.
  2. Guru menyapa siswa dengan salam
  3. Guru mengajak siswa berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing dengan dipimpin oleh salah satu siswa
  4. Guru menanyakan kabar dan kehadiran siswa 5 menit
  5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pokok-pokok bahasan yang akan dipelajari
  6. Guru memberikan motivasi kepada siswa agar giat belajar.

Kegiatan Inti (50 menit):

Kelas IVKelas V
25 menit pertama25 menit pertama
(1) Guru menjelaskan tentang pecahan senilai melalui media gambar.
(2) Guru menjelaskan berbagai bentuk pecahan biasa dan campuran.
(3) Guru menjelaskan dengan contoh pecahan senilai, pecahan biasa dan pecahan campuran.
(1) Peserta didik mengerjakan tugas di LKS halaman 20
25 Menit Kedua25 Menit Kedua
(4) Peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan guru(2) Guru membahas jawaban yang di buat oleh siswa.
(3) Guru menjelaskan kembali tentang tugas yang di berikan tentang pecahan desimal dan persen.
(4) Guru menjelakan kan tugas yang di berikan tentang perkalian dan pembagian pecahan desimal dan persen.

Kegiatan Penutup (10 menit)

  1. Guru memberikan kesimpulan dari pembelajaran hari ini.
  2. Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucap hamdallah dan salam.

3. Berikut ini contoh peristiwa pembelajaran yang dilakukan guru di ruang kelas rangkap. Ibu Lestari memasuki ruang kelas, mengucapkan salam dan sapaan selamat pagi kepada anak-anak kelas II dan kelas IV yang berada di ruangan tersebut. Siswa secara serempak menjawab salam dari guru. Kegiatan dilanjutkan dengan presensi dan pesan moral dari guru bahwa jika anak-anak tidak masuk hendaknya memberitahu ke guru yang bisa dilakukan melalui WhatsApps. Selain itu anak-anak harus mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak, selalu mencuci tangan, dan memakai masker. Guru menugasi anak yang hadir paling awal untuk memimpin doa bersama. Setelah berdoa bersama, guru menyuruh anak-anak kelas IV untuk membuka buku siswa dan membaca teks tentang sumber energi alternatif dan menjawab soal yang ada di bawah teks secara berpasangan dengan teman sebangku. Guru beralih ke kelas II dengan memperlihatkan gambar rumah yang halamannya bersih, tertata rapi dan gambar yang lain yaitu rumah dengan sampah berserakan. Guru melakukan tanya jawab dengan siswa tentang kedua gambar tersebut. Selanjutnya siswa Kelas II diajak membaca teks tentang lingkungan sehat dan tidak sehat, ditugasi secara berpasangan menemukan kosa kata tentang kesehatan yang ada dalam teks dilanjutkan membuat kalimat dari kosa kata yang ditemukannya. Guru berpindah ke kelas IV untuk membahas jawaban soal yang dikerjakan siswa secara berpasangan. Tiba-tiba Bel istirahat berbunyi dan anak-anak keluar kelas secara tertib. Dari cerita di atas, lakukan analisis terhadap aktivitas yang dilakukan guru dengan menjawab pertanyaan berikut ini.

a. Pada kegiatan pendahuluan, komponen-komponen membuka pelajaran apa sajakah yang telah digunakan guru?

Pembahasan:
Komponen pembukaan yang digunakan:
(1) Mengucapkan salam kepada siswa
(2) Melakukan presensi
(3) Memberikan motivasi kepada siswa tentang pesan moral
(4) Berdoa sebelum melakukan pembelajaran
(5) Guru menyampaikan kepada siswa untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak, selalu mencuci tangan, dan memakai masker.

b. Model PKR apakah yang diterapkan oleh guru? Apa alasan guru memilih model tersebut?

Pembahasan:
Model PKR yang diterapkan oleh guru adalah Model PKR 221 (dua kelas, dua materi berbeda, dalam 1 ruang kelas). Alasan guru memilih model tersebut karena materi yang dipelajadi oleh siswa kelas II dan IV berbeda. Selain itu, dengan menerapkan pembelajaran di dalam satu ruangan yang sama, mempermudah guru dalam melakukan pemantauan terhadap aktivitas siswa.

c. Temukan 3 kelebihan dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru di atas!

Pembahasan:
Kelebihan dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan:
(1) Guru telah memberikan motivasi dan pesan moral kepada siswa untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak, selalu mencuci tangan, dan memakai masker.
(2) Guru sudah menghargai siswa yang datang paling awal dengan memberikan kesempatan untuk memimpin doa.
(3) Guru memberikan saran kepada siswa kalau tidak masuk mengirimkan kabar melalui whatsapp

d. Temukan 3 kekurangan dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru di atas!

Pembahasan:
Kekurangan dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan:
(1) Guru tidak memberikan apersepsi di awal pembelajaran.
(2) Guru juga tidka menyampaikan tujuan pembelajaran.
(3) Guru tidak melakukan pengaturan waktu yang efektif sehingga bel berbunyi sebelum pembelajaran mencapai kegiatan penutup.

4. Pak Askar mengajar rangkap di kelas II dengan muatan pelajaran PPKn dan di kelas III muatan pelajaran IPS. Kompetensi dasar (KD) PPKn: Mengenal pentingnya hidup rukun, saling berbagi dan tolong menolong. Sedangkan IPS dengan KD: Memelihara lingkungan alam dan buatan di sekitar rumah. Pak Askar merumuskan indikator PPKn: Menceritakan pentingnya hidup rukun, saling berbagi, dan tolong menolong di rumah dan di sekolah; Menjelaskan pentingnya hidup rukun, saling berbagi, dan tolong menolong di rumah dan di sekolah. Indikator IPS: Mengidentifikasi contoh-contoh lingkungan alam dan buatan; Menjelaskan kegunaan lingkungan alam dan buatan bagi manusia. Kemudian dirumuskan tujuan pembelajaran sebagai berikut. Kelas II: Siswa memahami pentingnya hidup rukun, saling berbagi, dan tolong menolong di rumah; Siswa dapat menyebutkan pentingnya hidup rukun, saling berbagi, dan tolong menolong di rumah dan di sekolah. Tujuan pembelajaran kelas III: Siswa dapat menyebutkan contoh-contoh lingkungan alam dan buatan; Siswa memahami kegunaan lingkungan alam dan buatan bagi manusia. Berdasarkan gambaran pelaksanaan PKR di atas:

a. Bagaimanakah penilaian Anda terhadap pelaksanaan pembelajaran tersebut ditinjau dari rumusan indikator dan tujuan pembelajarannya?

Pembahasan:
Pembahasan akan diupdate di Osnipa

b. Rumuskan minimal 2 indikator dari setiap muatan pembelajaran di atas sesuai dengan
kompetensi yang ditetapkan dalam KD!

Pembahasan:
Indikator PKn
(1) Menyebutkan contoh saling berbagi di sekolah
(2) Menjelaskan arti tolong-tolong
(3) Menyebutkan contoh tolong menolong di rumah
(4) Menyebutkan contoh tolong-menolong di sekolah
Indikator IPS
(1) Menjelaskan cara memelihara / merawat lingkungan alam
(2) Menyebutkan cara-cara merawat / memelihara lingkungan buatan.

c. Rumuskan minimal 2 tujuan pembelajaran yang lengkap (ABCD)dari setiap muatan pelajaran di atas sesuai dengan KD dan indikator!

Pembahasan:
Tujuan pembelajaran PKn
(1) Setelah melihat Video ilustrasi, siswa dapat menyebutkan contoh saling berbagi si sekolah
(2) Setelah mendengarkan penjelasan dari guru siswa dapat menjelaskan arti tolong-menolong.
(3) Setelah melihat video siswa dapat menyebutkan contoh tolong –menolong di rumah.
(4) Setelah melihat video siswa dapat menyebutkan contoh tolong menolong di sekolah.
Tujuan pembelajaran IPS
(1) Melalui media gambar siswa dapat menjelaskan cara memelihara / merawat lingkungan alam dan buatan.
(2) Melalui media gambar siswa dapat menyebutkan cara-cara merawat / memelihara / merawat lingkungan alam dan buatan.

d. Rancanglah pengalaman belajar ke dalam kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup dengan memanfaatkan lingkungan sekitar siswa untuk durasi waktu pembelajaran 2 jam pelajaran dengan menerapkan salah satu model PKR yang sesuai!

Pembahasan:
Pembelajaran akan menggunakan model PKR 221

Kegiatan Pendahuluan (10 menit)

  1. Mengkondisikan siswa untuk siap mengikuti pembelajaran.
  2. Guru menyapa siswa dengan salam
  3. Guru mengajak siswa berdoa menurut agama dan kepercayaan masingmasing dengan dipimpin oleh salah satu siswa
  4. Guru menanyakan kabar dan kehadiran siswa 5 menit
  5. Guru melakukan apersepsi
  6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pokok-pokok bahasan yang akan dipelajari
  7. Guru memberikan motivasi kepada siswa agar giat belajar.

Kegiatan Inti (50 menit)

Kelas IIKelas III
25 menit25 menit
(1) Guru menjelaskan tentang hidup rukun, saling berbagi dan tolong menolong di rumah dan di sekolah
(2) Guru memberikan contoh-contoh saling berbagi di rumah.
(3) Guru memberikan contoh saling tolong menolong di rumah.
(4) Guru memberikan contoh saling tolong-menolong di sekolah.
(1) Peserta didik mengerjakan tugas di LKS halaman 15 tentang cara memelihara lingkungan alam dan buatan di rumah dan di sekolah.
25 menit25 menit
(5) Peserta didik mengerjakan latihan
yang diberikan guru
(2) Guru menjelaskan cara memelihara / merawat lingkungan alam.
(3) Guru menjelaskan cara memelihara / merawat lingkungan buatan.

Kegiatan penutup (10 menit)

  1. Guru memberikan kesimpulan dari pembelajaran hari ini.
  2. Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucap hamdallah dan salam

Demikian pembahasan mengenai Soal Pembelajaran Kelas Rangkap (PDGK4302) dan Pembahasan Tahun 2022. Semoga bermanfaat.

Responses (15)

  1. 4. a. Pembelajaran kelas pak Askar sudah baik karena indikator dan tujuan pembelajarannya sudah sesuai dengan KD

  2. 4a.pembelajaran yang dilakukan pak Askar sudah baik,karena indikator dan tujuan pembelajarannya sudah sesuai dengan KD.

  3. Assalamualaikum admin Osnipa. Untuk update nomor 4a itu maksudnya kita disuruh untuk membuat bentuk penilaian atau bagaimana ya min?

  4. 1. Dalam bekerja ilmiah seseorang membutuhkan keterampilan proses sains (KPS) untuk mendukung proses penelitiannya. Berikut ini ada sebuah contoh wacana penelitian mengenal pengaruh berbagai jenis pupuk terhadap pertumbuhan tanaman kedelai.
    Seorang scientist sedang melakukan eksperimen terhadap ppertumbuhan tanaman kacang kedelai yang akan ditemppatkan dalam suatu media tanam berupa tanah dengan ditambahkan berbagai jenis pupuk. Dia ingin melihat adakah pengaruh pertumbuhan tanaman kedelai dengan pemberian berbagai jenis pupuk yang berbeda. Adapun rancangan percobaan yang akan dilakukannya adalah penggunaan 4 pot tanaman. Pot pertama (A) diberi pupuk kandang, pot kedua (B) diberi pupuk urea, pot ketiga (c) diberi vetsin, dan pot keempat (D) tanpa pupuk. Penelitian tersebut dilakukan selama 2 minggu, pada suhu 37C, diruang terbuka yang disinari cahaya matahari, disiram setiap hari, dan menggunakan media tanah humus. Berdasarkan hasil eksperimen didapatkan dan hasil penelitian sebagai berikut:
    Variabel Pengamatan POT
    A B C D
    Panjang batang (cm) 10 8 7 4
    Panjang akar (cm) 5 5 5 3
    Panjang daun (cm) 4 3 5 2
    Berat tanaman (gr) 2 1,5 1,4 1,2

    Berdasarkan wacana eksperimen diatas jawaban pertanyaan di bawah ini:
    a. Observasi apa saja yang dapat anda lakukan dari eksperimen di atas?
    b. Sebutkan jenis alat ukur apa saja yang dapat digunakan dalam mengetahui pertumbuhan tanaman kedelai?
    c. Jikalau dalam eksperimen tersebut peneliti meletakkan pot D di dalam ruangan yang gelap sedangkan pot A di ruangan terbuka. Dapatkan anda memprediksi bagaimana pertumbuhan kedelai pada kedua pot tersebut?
    d. Berdasarkan data hasil penelitian di atas maka buatlah penyajian data dalam bentuk diagram batang?
    e. Lakukan idenifikasi variabel independen, variabel dependent, dan variabel kontrol berdasarkan eksperimen tersebut?

    2. Sebutkan peranan guru dalam mengembangkan KPS (Keterampilan Proses Sains)?
    3. Apa yang dimaksud dengan literasi sain dan jelaskan 3 dimensi dalam literasi sains?
    4. Mengapa konstruktivisme sangat penting dalam penerapan pembelajaran IPA di SD?
    5. Mengapa dalam penyampaian materi IPA seorang guru perlu menggunakan model pembelajaran?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *