Soal Pembelajaran Kelas Rangkap dan Pembahasan

1. Analisis Kondisi, Pemerintah Hanya Menugaskan 3 Orang Pendidik

Di Desa Jarak Ijo dekat dengan gunumg Bromo, terdapat sebuah SD yang jumlah siswanya hanya 44 orang, dengan rincian kelas I ada 9 anak, kelas II ada 7 anak, kelas III ada 5 anak, kelas IV ada 4 anak, kelas V ada 10 anak, dan kelas VI ada 9 anak. Karena jumlahnya sedikit, maka pemerintah hanya menugaskan 2 orang guru dan 1 orang kepala sekolah untuk menyelenggarakan pendidikan di sekolah tersebut. Dalam pelaksanaan pembelajaran anak-anak digabung ke dalam dua ruangan. Ruang 1 diisi siswa kelas I, IV, dan VI, sedangkan di ruang 2 diisi siswa kelas II, III, dan V.

Lakukan analisis terhadap kondisi di atas dengan menuliskan alasan pemerintah hanya menugaskan 3 orang pendidik di sekolah tersebut! (minimal 2 alasan)

Pembahasan :

  1. Alasan Demografis. Jumlah siswa di SD tersebut hanya berjumlah 44 orang siswa, dimana kelas I ada 9 anak, kelas II ada 7 anak, kelas III ada 5 anak, kelas IV ada 4 anak, kelas V ada 10 anak, dan kelas VI ada 9 anak. Agar lebih praktis dan ekonomis, pemerintah hanya menugaskan 3 pendidik di sekolah tersebut.
  2. Alasan Geografis, desa Jarak Ijo dekat dengan Gunung Bromo yang menyebabkan desa ini sulitnya lokasi dan terbatasnya sarana transportasi.

2. Rancangan Pembelajaran di Kelas Rangkap

Bu Intan sebagai guru kelas IV di sebuah SDN di Kota Malang harus merangkap mengajar di Kelas V, karena guru kelas V ijin ada keperluan mendadak pada jam ke-1 dan ke-2. Jumlah siswa di kedua kelas tidak terlalu banyak (berjumlah 18 orang), maka bu Intan memutuskan untuk memindahkan siswa kelas V ke kelasnya. Sesuai jadwal hari itu dimulai pelajaran dengan mata pelajaran matematika, maka bu Intan akan menerapkan PKR model 211 (dua kelas, satu mata pelajaran, satu ruangan).

Coba buatlah rancangan urutan langkah kegiatan (sintakmatik) yang akan dilakukan di kelas rangkap tersebut, jika KD untuk kelas IV “Menjelaskan pecahan senilai dengan gambar dan model konkret serta berbagai bentuk pecahan (biasa dan campuran) dan hubungan di antaranya”, sedangkan KD di kelas V “Menjelaskan pecahan desimal dan persen serta melakukan perkalian dan pembagian pecahan dan desimal serta persen”! Rancangan meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup dengan durasi waktu 70 menit.

Pembahasan:

Kegiatan Pendahuluan
Dilakukan pada 10 menit pertama, secara bersama-sama kelas IV dan V.
(1) Guru mengucapkan salam
(2) Mengecek prilaku awal
(3) Menjelaskan kompetensi yang akan diajarkan
(4) Memberitahukan langka-langkah belajar untuk masing-masing kelas dan kelas gabungan
(5) Mengajak kelas berdiskusi mengenai pecahan yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari
(6) Guru memberikan motivasi

Kegiatan Inti
Kegiatan inti untuk masing-masing kelas IV dan kelas V selama 20 menit berikutnya:
Untuk kelas IV
(1) Secara berpasangan mencocokkan gambar dan model konkret dari berbagai bentuk pecahan yang memiliki nilai sama.
(2) Berdiskusi mengenai cara menentukan pecahan senilai
Untuk kelas V
(1) Berdiskusi dalam kelompok trio mengenai pecahan desimal dan persen
(2) Secara perseorangan mengerjakan soal perkalian dan pembagian pecahan desimal dan persen
Kegiatan inti bersama untuk kelas IV dan V selama 20 menit
(1) Menyimak penjelasan guru mengenai cara mengubah pecahan biasa dan campuran ke bentuk desimal dan persen dan sebaliknya.
(2) Mengerjakan soal mengenai cara mengubah pecahan biasa dan campuran ke bentuk desimal dan persen dan sebaliknya.

Kegiatan Penutup
Dilakukan pada 20 menit terakhir secara bersama-sama kelas IV dan V.
(1) Guru bersama-sama siswa menyimpulkan
(2) Guru memberikan evaluasi
(3) Guru menutup pembelajaran

3. Analisis Pembelajaran di Kelas Rangkap

Berikut ini contoh peristiwa pembelajaran yang dilakukan guru di ruang kelas rangkap.
Ibu Lestari memasuki ruang kelas, mengucapkan salam dan sapaan selamat pagi kepada anak-anak kelas II dan kelas IV yang berada di ruangan tersebut. Siswa secara serempak menjawab salam dari guru. Kegiatan dilanjutkan dengan presensi dan pesan moral dari guru bahwa jika anak-anak tidak masuk hendaknya memberitahu ke guru yang bisa dilakukan melalui WhatsApps. Selain itu anak-anak harus mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak, selalu mencuci tangan, dan memakai masker. Guru menugasi anak yang hadir paling awal untuk memimpin doa bersama. Setelah berdoa bersama, guru menyuruh anak-anak kelas IV untuk membuka buku siswa dan membaca teks tentang sumber energi alternatif dan menjawab soal yang ada di bawah teks secara berpasangan dengan teman sebangku. Guru beralih ke kelas II dengan memperlihatkan gambar rumah yang halamannya bersih, tertata rapi dan gambar yang lain yaitu rumah dengan sampah berserakan. Guru melakukan tanya jawab dengan siswa tentang kedua gambar tersebut. Selanjutnya siswa Kelas II diajak membaca teks tentang lingkungan sehat dan tidak sehat, ditugasi secara berpasangan menemukan kosa kata tentang kesehatan yang ada dalam teks dilanjutkan membuat kalimat dari kosa kata yang ditemukannya. Guru berpindah ke kelas IV untuk membahas jawaban soal yang dikerjakan siswa secara berpasangan. Tiba-tiba Bel istirahat berbunyi dan anak-anak keluar kelas secara tertib.

Dari cerita di atas, lakukan analisis terhadap aktivitas yang dilakukan guru dengan menjawab pertanyaan berikut ini.
a. Pada kegiatan pendahuluan, komponen-komponen membuka pelajaran apa sajakah yang telah digunakan guru?
b. Model PKR apakah yang diterapkan oleh guru? Apa alasan guru memilih model tersebut?
c. Temukan 3 kelebihan dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru di atas!
d. Temukan 3 kekurangan dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru di atas!

Pembahasan:

a. Pada kegiatan pendahuluan, komponen membuka pelajaran yang telah digunakan guru:
(1) Menarik perhatian siswa dengan cara mengucapkan salam dan sapaan selamat pagi kepada anak-anak. Selain itu, guru juga memperlihatkan gambar rumah yang halamannya bersih, tertata rapi dan gambar yang lain yaitu rumah dengan sampah berserakan.
(2) Menimbulkan motivasi dengan menugasi anak yang hadir paling awal untuk memimpin doa bersama.
(3) Memberi acuan belajar dengan memberikan langkah-langkah kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa.

b. Model PKR yang diterapkan oleh guru adalah model PKR 221, ada dua kelas yaitu kelas II dan kelas IV, dua mata pelajaran dengan satu ruang kelas. Pemilihan model PKR ini karena materi yang diajarkan di kelas IV tidak berhubungan dengan materi yang diajarkan di kelas II.

c. Kelebihan dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru
(1) Guru telah mampu mengendalikan kondisi belajar dengan optimal, hal ini tampak siswa yang tertib saat menerima pembelajaran maupun istirahat.
(2) Guru telah menggunakan media pembelajaran berupa gambar saat memulai pembelajaran untuk siswa kelas II
(3) Kegiatan pembelajaran sudah berfokus kepada siswa.

d. Kekurangan dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru
(1) Guru tidak melakukan pengaturan waktu dengan baik sehingga guru tidak sempat melakukan kegiatan mengakhiri pembelajaran.
(2) Guru tidak memberikan apersepsi dan langsung memberikan tugas kepada siswa kelas IV.
(3) Guru tidak memberikan evaluasi maupun tindak lanjut terhadap pembelajaran yang sudah dilakukan.
(4) Guru tidak sempat memeriksa tugas yang diberikan untuk siswa kelas II

4. Analisis dari Cerita Tentang PKR

Pak Askar mengajar rangkap di kelas II dengan muatan pelajaran PPKn dan di kelas III muatan pelajaran IPS. Kompetensi dasar (KD) PPKn: Mengenal pentingnya hidup rukun, saling berbagi dan tolong menolong. Sedangkan IPS dengan KD: Memelihara lingkungan alam dan buatan di sekitar rumah. Pak Askar merumuskan indikator PPKn: Menceritakan pentingnya hidup rukun, saling berbagi, dan tolong menolong di rumah dan di sekolah; Menjelaskan pentingnya hidup rukun, saling berbagi, dan tolong menolong di rumah dan di sekolah. Indikator IPS: Mengidentifikasi contoh-contoh lingkungan alam dan buatan; Menjelaskan kegunaan lingkungan alam dan buatan bagi manusia. Kemudian dirumuskan tujuan pembelajaran sebagai berikut. Kelas II: Siswa memahami pentingnya hidup rukun, saling berbagi, dan tolong menolong di rumah; Siswa dapat menyebutkan pentingnya hidup rukun, saling berbagi, dan tolong menolong di rumah dan di sekolah. Tujuan pembelajaran kelas III: Siswa dapat menyebutkan contoh-contoh lingkungan alam dan buatan; Siswa memahami kegunaan lingkungan alam dan buatan bagi manusia.

Berdasarkan gambaran pelaksanaan PKR di atas:
a. Bagaimanakah penilaian Anda terhadap pelaksanaan pembelajaran tersebut ditinjau dari rumusan indikator dan tujuan pembelajarannya?
b. Rumuskan minimal 2 indikator dari setiap muatan pembelajaran di atas sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan dalam KD!
c. Rumuskan minimal 2 tujuan pembelajaran yang lengkap (ABCD)dari setiap muatan pelajaran di atas sesuai dengan KD dan indikator!
d. Rancangkah pengalaman belajar ke dalam kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup dengan memanfaatkan lingkungan sekitar siswa untuk durasi waktu pembelajaran 2 jam pelajaran dengan menerapkan salah satu model PKR yang sesuai!

Pembahasan:

a. Pembelajaran kelas pak Askar sudah baik karena indikator dan tujuan pembelajarannya sudah sesuai dengan KD

b. Rumusan Indikator
Indikator PPKn:
(1) Mencontohkan pentingnya hidup rukun, saling berbagi, dan tolong menolong di lingkungan rumah dan sekolah
(2) Menganalisis pentingnya hidup rukun, saling berbagi, dan tolong menolong di lingkungan rumah dan sekolah
Indikator IPS:
(1) Menyebutkan contoh-contoh lingkungan alam dan buatan;
(2) Menyebutkan cara memelihara lingkungan alam dan buatan bagi manusia.

c. Rumusan Tujuan Pembelajaran
Kelas II mata pelajaran PPKn
(1) Melalui diskusi kelompok, siswa dapat mencontohkan pentingnya hidup rukun, saling berbagi, dan tolong menolong di lingkungan rumah dan sekolah dengan tepat.
(2) Melalui pengamatan, Siswa dapat Menganalisis pentingnya hidup rukun, saling berbagi, dan tolong menolong di lingkungan rumah dan sekolah

Kelas III mata pelajaran IPS
(1) Melalui pengamatan terhadap gambar, Siswa dapat menyebutkan contoh-contoh lingkungan alam dan buatan dengan tepat.
(2) Melalui diskusi kelompok, Siswa dapat menyebutkan cara memelihara lingkungan alam dan buatan bagi manusia dengan benar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *