Pengumuman:
Bagi yang ingin bertanya soal, silakan mengirim soal dalam bentuk pdf melalui massanger facebook Osnipa. Tim Osnipa akan berusaha memberikan referensi jawaban. Terimakasih.
Akurat dan Terpercaya
UT  

Soal Materi dan Pembelajaran PKn SD (PDGK4401) dan Pembahasan

Soal Materi dan Pembelajaran PKn SD (PDGK4401) dan Pembahasan

OSNIPA.COM – Hai pengunjung Osnipa, berikut ini Osnipa akan membahas soal Soal Materi dan Pembelajaran PKn SD (PDGK4401) dan Pembahasan.

Utamakan jawaban sendiri, ini hanya referensi saja 🙂

Soal Materi dan Pembelajaran PKn SD (PDGK4401) dan Pembahasan

1. Indonesia merupakan Negara yang sangat menganut asas bahwa kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi atau golongan, berdasarkan asas diatas berilah tanggapan dan gambaran mengenai:

a. Keterkaitan antara manusia sebagai makhluk individu, sosial, dan Warga Negara dalam rangka menuju masyarakat yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945

Pembahasan:
Manusia sebagai makhluk individu adalah insan ciptaan Tuhan yang beragama dan hidup bersama dengan umat beragama yang berbeda-beda (sosial) dalam konteks sebagai warga
negara Indonesia. Sebagai individu, manusia akan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa hidup sendiri dan memerlukan orang lain. Inilah yang menyebabkan manusia akan menjalin hubungan dengan orang lain di dalam sebuah masyarakat. Sebagai warga negara, manusia akan menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara. Dalam rangka menuju masyarakat yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, individu harus mampu menerapkan Pancasila sebagai pandangan hidup, serta mematuhi peraturan UUD 1945. Individu dengan berbagai keragaman di masyarakat harus mampu mengutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi dan golongan guna mewujudkan parsatuan dan kesatuan sehingga perdamaian dan kesejahteraan sosial dapat terwujud.

b. Gambarkanlah bentuk pengajaran atau pembelajaran yang sesuai di Sekolah Dasar mengenai cara pengajaran atau pembelajaran yang tepat digunakan oleh Guru Sekolah Dasar mengenai manusia sebagai makhluk individu, sosial, dan Warga Negara, dalam rangka membina siswa Sekolah Dasar menjadi siswa yang bertanggung jawab sesuai dengan pengamalan Pancasila dan UUD 1945

Pembahasan:
Bentuk pembelajaran yang sesuai di sekolah dasar mengenai manusia sebagai makhluk individu, sosial, dan warga negara dalam rangka membina siswa sekolah dasar menjadi siswa yang bertanggung jawab sesuai dengan pengamalan Pancasila dan UUD 1945 yaitu dalam pembelajaran siswa tidak hanya mempelajari materi pelajaran, tetapi mempelajari materi dan sekaligus praktek, berlatih dan mampu membakukan diri bersikap dan berperilaku sebagai materi yang dipelajari. Strategi yang harus dipergunakan guru hendaknya: (1) membina dan menciptakan keteladanan, baik fisik dan materiil (tata dan asesoris kelas/sekolah), kondisional (suasana proses KBM) maupun personal (guru, pimpinan sekolah, dan tokoh unggulan), (2) membiasakan/membakukan atau mempraktekkan apa yang diajarkan mulai di kelas-sekolah rumah dan lingkungan belajar, dan (3) memotivasi minat/gairah untuk terlibat dalam proses belajar, untuk kaji lanjutan dan mencobakan serta membiasakannya. Strategi tersebut dapat dioperasionalkan melalui berbagai metode yang sering digunakan oleh guru dalam ceramah bervariasi tanya jawab, diskusi, problem solving, percontohan, bermain peran, VCT (Value Clarification Technique), kerja lapangan, karya wisata, observasi reportase dan dramatisasi.

2. Indonesia merupakan Negara yang sangat pluralistik bermacam-macam suku, ras, adat, dan agama, ini merupakan suatu keunggulan yang harus dijaga, tetapi jika tidak di sikapi dengan baik berpotensi menimbulkan konflik horizontal, berdasarkan uraian diatas berilah tanggapan dan gambaran mengenai:

a. Berilah sebuah bukti bahwa bangsa Indonesia telah mengalami kemajuan dalam hal keragaman sosial budaya masyarakat!

Pembahasan:
Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman sosial budaya masyarakat. Keberagaman ini muncul karena Indonesia memiliki banyak suku bangsa. Menurut para ahli, jumlah suku bangsa di Indonesia mencapai 300 suku bangsa. Beragamnya suku bangsa ini menyebabkan kebudayaan yang dimilikinya pun beragam. Masing-masing suku bangsa akan hasil kebudayaan yang berbeda seperti tarian, nyanyian, alat musik, maupun tradisi. Dalam bidang sosial, mata pencaharian penduduk pun beragam. Masyarakat yang tinggal di pesisir, mata pencaharian penduduknya sebagai nelayan. Di dataran rendah, mata pecaharian penduduknya sebagai petani, dan di dataran rendah mata pencaharian penduduknya dari sektor perkebunan. Saat ini, sosial budaya masyarakat di Indonesia telah mengalami kemajuan. Dalam bidang budaya, banyaknya tarian kreasi baru yang diciptakan di masyarakat. Akulturasi kebudayaan luar dengan kebudayaan asli juga menambah keragaman budaya di masyarakat. Dalam hal sosial, banyaknya orang yang berwirausaha sehingga menambah keberagaman mata pencaharian penduduk.

b. Gambarkanlah bentuk pengajaran atau pembelajaran yang sesuai di Sekolah Dasar mengenai cara pengajaran atau pembelajaran yang tepat digunakan oleh Guru Sekolah Dasar mengenai keragaman sosial budaya, dalam rangka menciptakan masyarakat yang saling menghormati dan menghargai keragaman budaya di Indonesia sebagai bentuk pengamalan semboyan Bhineka Tunggal Ika!

Pembahasan:
Untuk membelajarkan tentang keragaman sosial budaya, dalam rangka menciptakan masyarakat yang saling menghormati dan menghargai keragaman budaya di Indonesia sebagai bentuk pengamalan semboyan Bhineka Tunggal Ika, perlu memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Model pembelajaran yang bisa diterapkan yaitu bermain peran dan analisis kasus. Selain memberikan pengalaman langsung kepada siswa, model pembelajaran yang diterapkan juga bisa mengembangkan potensi siswa secara kognitif afektif dan psikomotor. Beberapa model pembelajaran yang bisa diterapkan adalah bermain peran, analisis kasus, observasi. Dalam bermain peran ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu: Setiap siswa sebaiknya memerankan peran yang berbeda sehingga penghayatannya terhadap nilai dan sikap menjadi lebih mantap
Jika lambat dalam memahami perannya, guru dapat meminta siswa membuat skenario sehingga permainan menjadi lebih lancar.
Guru juga dapat memodelkan permainan peran, jika siswa mengalami kesulitan dalam menghayati peran. Peran yang akan dimainkan siswa haruslah sesuai dengan tingkat berpikir dan usia serta pengalaman siswa.
Sedangkan dalam model pembelajaran “Analisis kasus”, kasus yang disajikan sebaiknya kasus nyata kejadian sehari-hari yang dikenal siswa atau guru dapat mengambil contoh kasus yang dimuat di media masa.
Melalui analisis kasus, guru akan lebih mudah mengklarifikasi nilai dan sikap moral siswa.

3. Pancasila merupakan Ideologi Bangsa Indonesia yang telah dijadikan falsafah sejak NKRI terbentuk, Pancasila sangat mewakili bentuk Negara Indonesia yang sangat pluralistik, begitu pula dengan UUD 1945 merupakan konstitusi negara yang dijadikan sebagai dasar terbentuknya aturan hukum yang berlaku Indonesia, berdasarkan uraian diatas berilah tanggapan dan gambaran mengenai:

a. Berilah sebuah contoh gambaran penerapan mengenai bahwa Pancasila dan UUD 1945 merupakan hal mutlak yang harus diterapkan nilai-nilai dasar nya dikehidupan masyarakat Indonesia dalam rangka menciptakan masyarakat yang bertanggung jawab!

Pembahasan:
Bagi bangsa dan negara Indonesia, hakikat dari Pancasila, yaitu sebagai Pandangan Hidup bangsa dan sebagai Dasar Negara. Pancasila dalam pengertian sebagai pandangan hidup sering juga disebut way of life, pegangan hidup, pedoman hidup, pandangan dunia, petunjuk hidup. Pancasila sebagai Pandangan Hidup bangsa dipergunakan sebagai petunjuk arah semua kegiatan atau aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, setiap sikap dan perilaku manusia Indonesia harus dijiwai dan merupakan pancaran dari nilai-nilai Pancasila. Mengamalkan Pancasila sebagai Pandangan hidup berarti melaksanakan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, dan menggunakannya sebagai petunjuk hidup sehari-hari. Sebagai dasar negara, Pancasila dijadikan sebagai dasar negara atau ideologi negara yang berarti bahwa Pancasila dipergunakan sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan Negara. Sebagai landasan untuk menyelenggarakan negara, Pancasila ditafsirkan dalam bentuk aturan, yaitu pasal-pasal yang tercantum dalam UUD 1945.
UUD 1945 merupakan konstitusi tertulis yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Dengan memiliki konstitusi atau UUD, setiap penguasa dan warga negara akan mengetahui hak dan kewajibannya masing-masing pihak.
Dengan menerapkan Pancasila dan UUD 1945, tentu akan tercipta masyarakat yang bertanggung jawab.
(Bisa ditambahkan dengan contoh penerapan Pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupan sehari-hari)

b. Gambarkanlah bentuk pengajaran atau pembelajaran yang sesuai di Sekolah Dasar mengenai cara pengajaran atau pembelajaran yang tepat digunakan oleh Guru Sekolah Dasar mengenai nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, dalam rangka mencipkan masyarakat yang bertanggung jawab!

Pembahasan:
Dalam pembelajaran PKn guru hendaknya mampu mengembangkan dimensi pengetahuan kewarganegaraan (Civic Knowledge), keterampilan kewarganegaraan (Civic Skill), dan watak kewarganegaraan (Civic Disposition). Ciri utama PKn (baru) tidak lagi menekankan pada mengajar tentang PKn, tetapi lebih berorientasi pada membelajarkan PKn atau pada upaya-upaya guru untuk ber-PKn atau melaksanakan PKn.
Dalam kaitannya dengan materi Pancasila dan UUD Negara RI 1945, salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat dipertimbangkan adalah VCT percontohan (untuk kelas rendah) dan VCT Analisis Nilai untuk kelaskelas tinggi. Mengapa untuk kelas rendah menggunakan model percontohan? Anda sebagai guru SD tentu lebih paham bagaimana karakteristik siswa kelas 1-3 SD yang masih kesulitan memahami hal-hal yang bersifat abstrak. Oleh karena itu, kajian materi yang abstrak tersebut perlu divisualisasikan melalui
contoh-contoh dalam bentuk gambar, foto atau cerita.
Sebagai contoh, untuk menjelaskan arti Ketuhanan Yang Maha Esa (Sila ke-1), perlu pemberian contoh-contoh konkret, seperti gambar tempat Ibadah beserta orang yang sedang beribadah, gambar/foto contoh orang yang toleran terhadap pemeluk agama lain. Demikian pula tentang pokok bahasan menghargai orang lain atau persamaan derajat (sila ke-2), Anda dapat menampilkan contoh-contoh orang yang menghormati/menghargai orang lain dan sekaligus memberi contoh bagaimana cara menghormati dan menghargai orang lain. Selain itu dapat pula Anda menampilkan contoh langsung orang yang selalu menghargai/menghormati orang lain dan juga orang yang tidak menghargai orang lain atau melalui cerita-cerita yang kontras nilai yang merupakan realitas kehidupan di masyarakat. Dalam pelaksanaannya, model percontohan (example provisory) tidak berdiri sendiri, tetapi divariasikan dengan metode lain, seperti ceramah, ekspositori, dan tanya jawab nilai.

4. Tegaknya hukum merupakan indikator tertibnya suatu Negara menuju masyarakat yang adil dan tegaknya Hak Asasi Manusia, Indonesia menjadikan hukum sebagai panglima, yang artinya hukum diatas segalanya terlebih lagi kekuasaan, pembelajaran yang paling baik tentang hukum adalah pembelajaran sejak dini yaitu mulai dari jenjang Sekolah Dasar, berdasarkan uraian di atas berilah tanggapan dan gambaran mengenai:

a. Berilah sebuah contoh hasil telaah metode pembelajaran yang tepat diterapkan dalam proses membina dan menanamkan pola hidup taat terhadap hukum pada anak Sekolah Dasar!

pembahasan:
Tiap usaha mengajar sebenarnya ingin menumbuhkan atau menyempurnakan pola laku tertentu dalam diri peserta didik. Pola laku ialah kerangka dasar dari sejumlah kegiatan, yang lazim dilaksanakan manusia untuk bertahan hidup dan untuk memperbaiki mutu hidupnya dalam situasi konkret. Kegiatan itu bisa berupa kegiatan mental seperti mengamati, menganalisis dan menilai keadaan dengan daya nalar. Dapat juga berupa kegiatan fisik, yang dilakukan dengan tenaga dan keterampilan fisik. Umumnya manusia bertindak secara manusiawi apabila kedua jenis kegiatan tersebut dibuat secara terjalin. Kegiatan fisik didukung oleh kegiatan mental, demikian juga sebaliknya. Di samping menumbuhkan atau menyempurnakan pola laku, pembelajaran bertujuan pula untuk menimbulkan kebiasaan. Kebiasaan dapat dirumuskan sebagai keterarahan, kesiapsiagaan dalam diri manusia untuk melakukan kegiatan yang sama atau serupa dengan cara yang lebih mudah, tanpa memeras dan menguras tenaga. Kebiasaan akan timbul justru apabila kegiatan manusia berulang kali dengan sadar dan penuh perhitungan. Dengan
demikian, tujuan tiap pembelajaran ialah menimbulkan atau menyempurnakan pola laku dan membina kebiasaan sehingga peserta didik terampil menjawab tantangan situasi kehidupan secara manusiawi. Dengan kata lain, pembelajaran ingin menekankan kemampuan berpikir dan kemampuan bertindak pada peserta didik sehingga menghadapi keadaan apa pun ia cukup sanggup mengamati keadaan, menilai keadaan, dan menentukan sikap serta tindakannya dalam keadaan tersebut. Keadaan hidup manusia dalam masyarakat modern dewasa ini berubah sangat pesat. Oleh sebab itu, pembelajaran di abad sekarang ini hendaknya memperhatikan arus dan laju perubahan yang terjadi. Pembelajaran perlu
membina pola berpikir, keterampilan dan kebiasaan, yang terbuka dan tanggap, yang mampu menyesuaikan diri secara manusiawi dengan perubahan. Kalau tujuan pembelajaran adalah menumbuhkan dan menyempurnakan pola laku, membina kebiasaan dan kemahiran menyesuaikan diri dengan keadaan yang berubah-ubah maka metode pembelajaran harus mampu mendorong proses pertumbuhan dan penyempurnaan pola laku, membina kebiasaan, dan mengembangkan kemahiran untuk menyesuaikan diri. Pembelajaran harus mampu membina kemahiran pada peserta didik untuk secara kreatif dapat menghadapi situasi sejenis, malah situasi yang baru sama sekali atas cara yang memuaskan. Pemikiran kreatif yang dapat menelurkan tindakan kreatif pula wajib dibina dalam tiap pembelajaran, terutama pada jaman kita sekarang ini yang penuh dengan perubahan. Jelaslah bahwa metode pembelajaran yang ampuh harus mengembangkan pemikiran dan tindakan kreatif

b. Gambarkanlah bentuk model pengembangan pembelajaran yang tepat untuk siswa Sekolah Dasar dalam rangka menciptakan masyarakat yang sadar hukum!

Pembahasan:
Model pengembangan pembelajaran yang tepat untuk siswa sekolah dasar dalam rangka menciptkan masyarakat yang sadar hukum yaitu dengan dengan inkuiri dasar. Langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan:
(1) Pertama, Menggambarkan karakteristik masalah atau situasi yang penting.
(2) Kedua, Mengajukan kemungkinan kesimpulan atau penjelasan.
(3) Ketiga, Mengumpulkan bukti yang dapat digunakan untuk menguji akurasi
kesimpulan atau penjelasan.
(4) Keempat, Menguji kesimpulan atau penjelasan berdasarkan bukti yang ada.
(5) Kelima, Mengembangkan kesimpulan yang didukung oleh bukti yang tepat.
Guru dapat memberikan cerita yang berkaitan dengan permasalahan pelanggaran hukum di masyarakat. Cerita tentunya disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari anak. Misalkan Cerita tentang dua siswa laki-laki mencorat-coret dinding rumah tetangganya. Ibunya yang membersihkan dinding rumah tetangga.

Demikian pembahasan dari Soal Materi dan Pembelajaran PKn SD (PDGK4401) dan Pembahasan. Semoga bermanfaat.

Responses (3)

Leave a Reply

Your email address will not be published.