Akurat dan Terpercaya
UT  

Soal Manajemen Berbasis Sekolah (IDIK4012) dan Pembahasan Tahun 2022

Soal Manajemen Berbasis Sekolah (IDIK4012) dan Pembahasan Tahun 2022

OSNIPA.COM – Hai pengunjung Osnipa, berikut ini Osnipa akan membahas Soal Manajemen Berbasis Sekolah (IDIK4012) dan Pembahasan Tahun 2022. Jadikan pembahasan ini sebagai referensi dalam menjawab soal, utamakan jawaban sendiri ya :). Semoga bermanfaat.

Soal Manajemen Berbasis Sekolah (IDIK4012) dan Pembahasan Tahun 2022

1. Johan Supriadi adalah Kepala Sekolah yang baru bertugas di SMP Budi Luhur. Baru dua minggu menjabat, ia sudah dihadapkan pada berbagai permasalahan di sekolah. Di antaranya banyak siswa yang tidak naik kelas atau tidak lulus, banyak orang tua yang ingin memindahkan anaknya ke SMP lain. Kepala sekolah bertekad untuk menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah untuk meningkatkan mutu sekolah ini. Berdasarkan kondisi tersebut, Saudara diminta untuk membantu Kepala Sekolah, karakteristik MBS apa saja yang dapat diterapkan untuk memperbaiki sekolah tersebut?

Pembahasan:
Karakteristik Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang dapat diterapkan untuk memperbaiki SMP Budi Luhur:
(1) Kepemimpinan yang demokratis dan profesional. Pak Johan Supriadi sebagai kepala sekolah bisa menggali ide dari guru-guru dalam rangka mengatasi permasalahan di sekolah. Kepala sekolah dan guru bisa berkolaborasi membuat program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, sehingga tingkat kelulusan siswa semakin meningkat.
(2) Pastisipasi masyarakat dan orangtua. Masyarakat dan orangtua dapat menjalin kerja sama untuk memberikan bantuan, dan pemikiran, serta menjadi narasumber pada berbagai kegiatan guna meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
(2) Tim kerja yang kompak dan transparan. Perubahan yang akan dirancang oleh Pak Johan Supriadi, tidak akan bisa dilaksanakan sendiri. Perlu sebuah kerja tim yang terdiri dari berbagai pihak seperti: kepala sekolah, guru, dewan pendidikan, ataupun komiten sekolah. Tim ini hendaknya kompak dan transpasran dalam melaksanakan program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sekolah.

2. Bapak Johan Supriadi sebagai kepala SMP Budi Luhur berkeinginan untuk meningkatkan mutu sekolah. Beberapa perubahan yang dilakukan adalah sbb:

  • Bidang humas telah dilakukan pergantian dari wakil kepala sekolah bidang humas dikarenakan waka yang lama memasuki masa pensiun.
  • Bidang kurikulum telah dibuat standar operasional dan prosedur pembuatan perangkat pembelajaran, proses pembelajaran dan pelaporan hasil belajar.
  • Bidang keuangan telah dibuat standar operasional dan prosedur pembelian barang dan pengeluaran uang dana BOS dan SPP.
  • Kepala sekolah melibatkan Wakil kepala sekolah, ketua program keahlian dan pengurus komite dalam pembuatan program sekolah.

Berdasarkan informasi tersebut, Anda diminta membuat analisis penerapan kriteria sekolah
efektif di SMP Budi Luhur!

Pembahasan:
Penerapan kreteria sekolah efektif di SMP Budi Luhur:
(1) Kepemimpinan sekolah yang kuat. Bapak Johan Supriadi memiliki peran yang kuat dalam mengoordinasikan, menggerakkan, dan menyerasikan semua sumber daya pendidikan yang tersedia. Hal ini terlihat dari perubahan yang dilakukan Pak johan dengan melakukan pergantian wakil kepala sekolah bidang humas dikarenakan waka yang lama memasuki masa pensiun.
(2) Pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif. Terlihat dari SOP yang dibuat oleh Bapak Johan untuk bidang kurikulum dan keuangan, tujuannya agar pelaksanaan tanggung jawab berjalan efektif.
(3) Partisipasi yang tinggi dari warga sekolah dan masyarakat. Hal ini tampak dari keterlibatan wakil kepala sekolah, ketua program keahlian, dan pengurus komite dalam pembuatan program sekolah.

3. Johan Supriadi kepala SMP Budi Luhur berhasil menyandang sebagai kepala sekolah berprestasi tingkat provinsi. Selama kepemimpinannya ia berhasil melakukan program penataan sekolah dengan melaksanakan “Program Revitalisasi Komponen Standar Pendidikan untuk Peningkatan Mutu Sekolah”. Beberapa kegiatan sekolah yang telah dilaksanakan mengacu pada terpenuhinya Standar Nasional Indonesia di antaranya:

  1. Revitalisasi kompetensi lulusan dengan cara melaksanakan les tambahan belajar untuk siswa kelas XII agar dapat lulus 100%.
  2. Revitalisasi pembiayaan dilakukan penggantian pengelola setiap semester.
  3. Revitalisasi pengelolaan dengan melakukan pelatihan kompetensi pengelola.
  4. Revitalisasi penilaian dengan menerapan penilaian Portopolio hasil karya peserta didik.
  5. Revitalisasi sarana dengan cara peremajaan peralatan praktik mengacu standar industri.
  6. Revitalisasi standar isi, dengan pembuatan kurikulum implementasi bersama DUDI.
  7. Revitalisasi standar proses, pembuatan perangkat pembelajaran berupa RPP 1 lembar.
  8. Revitalisasi tenaga kependidikan dengan mengirimkan tenaga kependidikan magang ke industri yang relevan.

Berdasarkan data tersebut, analisislah kesesuaian program yang sudah dilakukan Johan Supriadi. Analisis dengan menggunakan format berikut:

Pembahasan:

NoStandarProgramPertimbanganKesesuaian
1.SKLMelaksanakan les tambahan belajar untuk siswa kelas XIILes tambahan bertujuan untuk mempersiapkan siswa mengikuti ujian agar lulus 100%sesuai
2.PembiayaanPenggantian pengelola setiap semesterMencegah penyelewengan dana BOS.Tidak sesuai, karena dengan melakukan pergantian setiap semester, maka guru yang mendapat tugas tidak akan bisa menguasai tugasnya. Minimal 1 tahun dilaukan pergantian pengelola.
3.PengelolaanPelakukan pelatihan kompetensi pengelola.Meningkatkan kompetensi pengelolaSesuai
4.PenilaianMenerapan penilaian Portopolio hasil karya peserta didik.Memperoleh penilaian yang menyeluruhSesuai
5.Sarana dan PrasaranaPeremajaan peralatan praktik mengacu standar industri.Peralatan praktik yang sudah usang dan tidak mengacu standar industriSesuai
6.isiPembuatan kurikulum implementasi bersama DUDI.Saat ini perlu ada kolaborasi antara sekolah bersama dunia industriSesuai
7.prosesPembuatan perangkat pembelajaran berupa RPP 1 lembar.Sesuai dengan edaran terbaruSesuai
8.Pendidik dan tenaga kependidikanMengirimkan tenaga kependidikan magang ke industri yang relevan.Untuk meningkatkan kompetensi pendidikSesuai

4. Bapak Raharjo adalah kepala sekolah di SMP Budi Luhur. Sekolah ini berada di pusat kota Sukamara, dengan akreditasi sekolah B. Fasilitas pembelajaran yang dimilki sekolah ini cukup memadai dan dalam kondisi fisik baik. Guna meningkatkan minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah ini, kepala sekolah bermaksud meningkatkan mutu dan memperbaiki nilai akreditasi sekolah. Langkah yang akan dilakukan Pak Raharjo adalah dengan menerapkan tujuh karakteristik sekolah efektif yang ada dalam buku The Connecticut School Effectiveness Project.
Tugas Saudara mahasiswa adalah menjelaskan tujuh karakteristik sekolah efektif yang tercantum dalam buku The Connecticut School Effectiveness Project.

Pembahasan:
Karakteristik sekolah yang efektif menurut buku The Connecticut School Effectiveness, yaitu:
(1) Kepemimpinan yang kuat.
Pada sekolah yang menerapkan MBS, kepala sekolah memiliki peran yang kuat dalam mengoordinasikan, menggerakkan, dan menyerasikan semua sumber daya pendidikan yang tersedia. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan, dan sasaran sekolahnya melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Oleh karena itu, kepala sekolah dituntut memiliki kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang tangguh agar mampu mengambil keputusan dan inisiatif prakarsa untuk meningkatkan mutu sekolah. Secara umum, kepala sekolah yang tangguh memiliki kemampuan memobilisasi sumberdaya sekolah, terutama sumber daya manusia, untuk mencapai tujuan sekolah.
(2) Harapan yang tinggi terhadap prestasi siswa.
Tujuan utama dari sekolah adalah mengantarkan siswa untuk berprestasi. Semua program bertujuan untuk mewujudkan prestasi siswa.
(3) Perilaku guru yang menyampaikan harapan yang tinggi bahwa semua murid dapat memperoleh keterampilan dasar.
(4) Suasana yang tertib dan aman yang kondusif untuk pengajaran dan pembelajaran.
Sekolah dengan MBS memiliki lingkungan sekolah yang aman dan tertib. Sekolah memiliki
lingkungan (iklim) belajar yang aman, tertib, dan nyaman sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan nyaman (enjoyable learning). Karena itu, sekolah yang efektif selalu menciptakan iklim sekolah yang aman, nyaman, dan tertib melalui pengupayaan faktor-faktor yang dapat menumbuhkan iklim tersebut. Dalam hal ini, kepala sekolah memegang peranan yang sangat penting.
(5) Penggunaan ukuran pencapaian siswa.
(6) Komunikasi yang baik antara guru dan murid.
(7) Keterlibatan orang tua.

5. SMP Budi Luhur yang dipimpin oleh Bpk Johan Supriadi adalah sekolah yang berada dipusat kota Sukamara. Jumlah peserta didik sekolah ini hampir 400 siswa dengan 80 guru dan 20 tenaga administrasi. Sarana dan prasarana yang dimilki sekolah ini sudah baik. Akreditasi sekolah ini adalah B. Guna meningkatkan mutu sekolah sengan cara menaikan nilai akreditasi sekolah, maka kepala sekolah sudah membuat beberapa program kerja tahunan sekolah. Program dibuat dengan cara memberikan tugas kepada beberapa guru senior. Setelah program selesai selanjutnya kepala sekolah menunjuk beberapa guru yang sudah S2 dan senior untuk melaksanakan program tersebut. Setelah berjalannya waktu, program telah selesai dilaksanakan, kepala sekolah menyampaikan laporannya kepada pengurus komite sebagai pertanggungjawaban.

Tugas Saudara adalah menilai efektivitas penerapan MBS dalam penyusunan program, pelaksanaan program dan pelaporan kegiatan sekolah.

Pembahasan:
Menurut saya, penerapan MBS dalam menyusun program belum efektif. Menurut saya, kepala sekolah seharusnya melibatkan semua guru dalam menyusun program kerja tahunan. Kepala sekolah juga bisa melibatkan komite dalam menyusun program sekolah tersebut.
Begitu juga dalam pelaksanaan program. Seharusnya kepala sekolah melibatkan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan dalam melaksanakan program yang sudah dibuat.
Untuk pelaporan, menurut saya sudah efektif dengan menyampaikan laporan kepada pengurus komite sebagai pertanggungjawaban.

Demikian pembahasan mengenai Soal Manajemen Berbasis Sekolah (IDIK4012) dan Pembahasan Tahun 2022. Semoga bermanfaat.

Responses (6)

      1. Pdgk 4500 Tugas Akhir Program
        Baca dan cermati kasus pembelajaran IPA di bawah ini !
        Pak Rahmat seorang guru kelas VI di SD Merdeka. Hari ini akan mengajar IPA pada topik Rangkaian Listrik Seri dan Rangkaian Listrik Paralel. Untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran agar berlangsung dengan baik, pada pertemuan sebelumnya Pak Rahmat telah menugaskan kepada para siswanya untuk mempersiapkan peralatan dan bahan yang diperlukan tiap kelompok karena dalam pembelajarannya beliau ingin menerapkan pendekatan induktif dengan metode eksperimen dan diskusi. Harapannya agar para siswa mendapatkan pemahaman tentang konsep rangkaian listrik seri dan rangkaian listrik paralel lebih melekat pada pikirannya, terbiasa menyampaikan gagasan, juga mereka merangkai mempraktekannya.
        Sebagai guru yang baik Pak Rahmat memulai pelajaran dengan menyampaikan salam, mengecek siswa yang tidak hadir saja agar tidak menyita waktu. Kemudian beliau menyampaikan tujuan pelajaran secara lisan, dan menuliskan materi ajar yang akan dipelajari di papan tulis dengan huruf kapital yang jelas.
        Kemudian Pak Rahmat menempelkan gambar rangkaian listrik sederhana, rangkaian listrik seri, dan rangkaian listrik paralel pada papan tulis yang telah diolah pada kertas manila sebelumnya, juga menuliskan dan menjelaskan perbedaan rangkaian listrik rangkaian dan rangkaian listrik paralel secara rinci. Agar bahan pelajaran tersebut terasa manfaatnya, maka Pak Rahmat menjelaskan beberapa penggunaan rangkaian listrik seri dan rangkaian listrik paralel dalam kehidupan sehari-hari. Untuk lebih memperjelas penjelasannya, Pak Rahmat juga mendemonstrasikan ketiga jenis rangkaian listrik tersebut dengan meminjam peralatan dan bahan dari dua kelompok. Sebagian besar siswa terkagum-kagum memperhatikan penampilan Pak Rahmat tetapi tidak seorangpun dari mereka yang menyalin gambar dan mencatat hasil pengamatannya, mereka hanya membuka-buka buku ajar IPA yang dipinjamnya dari perpustakaan. Sebagian kecil siswa menyalin gambar, mencatat pengamatannya, bahkan menyadari mengapa ketika Pak Rahmat mendemonstrasikan rangkaian listrik nyala lampu yang begitu terang dan dengan semburan lampu pijar yang dipakai selalu putus. Pak Rahmat tidak memberikan tanggapan, tetapi menyuruh siswa untuk mencobanya nanti pada tiap kelompok.
        Selama kegiatan kelompok berlangsung, para siswa sibuk melakukan praktek menyusun rangkaian listrik, sebagian besar meniru apa yang dilakukan Pak Rahmat, tetapi tampaknya kebingungan tidak tahu apa yang harus diamati dan dicatatnya. Sementara sebagian kecil menunjukkan bentuk rangkaian secara kreatif, dan membuat catatan dengan lengkap. Sewaktu siswa melakukan percobaan, Pak Rahmat berkeliling mendekati tiap kelompok, tetapi ia tidak bicara apa-apa, hanya manggut-manggut persetujuannya.
        Pada akhir pelajaran, Pak Rahmat mengajukan pertanyaan ke seluruh siswa, apa menurut kalian yang menjadi ciri khas rangkaian seri dan rangkaian paralel? Tujuh orang perwakilan kelompok memberikan jawabannya masih keliru, ia merasa kecewa. Kemudian kepada perwakilan kelompok yang dipandang memberikan jawaban tepat, ia minta menunjukkan percobaannya ke seluruh kelas, bagus… bagus… kata Pak Rahmat tanpa meminta penegasan mana yang rangkaian seri dan mana yang paralel.
        Sekian saja pelajaran IPA kali ini anak-anak, coba kalian di rumah masing-masing buat rangkaian listrik dengan menggunakan 3 pasang lempeng seng dengan paku besi, masing-masing tancapkan pada kentang, kemudian rangkai dan hubungkan dengan lampu kecil. Hasilnya nanti laporkan kepada Bapak pada pelajaran IPA yang akan datang.

        Pertanyaan:
        1. Jika Anda memperhatikan pelajaran pelajaran IPA di atas, tuliskan lima kelemahan utama pembelajaran yang disampaikan Pak Rahmat!
        2. Jika Anda diminta memperbaiki pembelajaran IPA yang disampaikan Pak Rahmat, tuliskan satu rumusan masalah sesuai dengan pendekatan dan metode pembelajaran yang ingin dikembangkan Pak Rahmat!
        3. Jika Anda yang akan melarang topik tersebut di kelas yang sama, susunlah langkah-langkah pembelajaran yang akan Anda tempuh mulai dari membuka pelajaran, melaksanakan kegiatan inti, sampai dengan penutupan pelajaran. Untuk setiap langkah, uraikan secara jelas apa yang dilakukan oleh guru dan murid. Berikan alasan singkat untuk setiap langkah yang Anda cantumkan. Alasan tersebut dapat bersumber dari teori yang Anda kuasai atau dari pengalaman Anda sendiri sebagai guru

  1. Pendidikan Lingkungan Hidup
    PEBI4223
    No.
    Soal Skor
    1 a. Sampah rumah tangga terdiri dari sampah
    organik dan anorganik. Sampah organik atau
    disebut juga sampah basah ialah jenis sampah yang mengandung air, seperti sisa sayuran
    dan sisa buah. Sampah
    anorganik dikenal sampah kering seperti plastik, dan kaleng.
    Deskripsikan bagaimana cara memperlakukan sampah Anda dalam kehidupan sehari-hari!
    b. Tujuan Pendidikan Lingkungan Hidup ialah memperbaiki lingkungan sehingga bersahabat
    dengan lingkungan hidup . Evaluasi lah bahwa perlakukan sampah Anda sesuai dengan tujuan
    Pendidikan Lingkungan Hidup?

    2 Luas lahan landfill Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah suatu kota sekitar 30 hektar. Jumlah
    penduduk di kota tersebut sekitar 3 juta jiwa. Laju pertumbuhan penduduk 0,5% per tahun. Volume
    sampah yang dihasilkan 4.400 m3 per hari.
    a.
    Simpulkan kemampuan lahan TPA tersebut dalam mendukung timbunan sampah
    tersebut?
    b. Jelaskan keterkaitan timbunan sampah di landfill TPA suatu kota merupakan peristiwa
    pemanasan global!

    3 Suatu perkampungan dengan penduduk padat di DKI Jakarta seperti di daerah Kampung Melayu,
    selalu menjadi langganan banjir berhari-hari bila terjadi musim hujan.
    a.
    Analisis lah penyebab banjir akibat perilaku masyarakat dan dampak banjir terhadap
    kesehatan masyarakat !
    b.
    Bagaimana cara Anda menerapkan prinsip kesehatan lingkungan dalam mengatasi
    permasalahan sampah Anda?

    4 Sebagai seorang guru, Anda dapat merancang kegiatan belajar mengajar di kelas untuk mengatasi
    permasalahan sampah, dan dapat merancang sistem penyelesaian sampah di sekolah.
    a. Bagaimana peran Anda sebagai guru kelas dalam merancang kegiatan belajar mengajar

    untuk mengatasi permasalahan sampah!
    b.
    Kendala dalam Pendidikan Lingkungan Hidup ialah pelaku pendidik (Pendidik) dalam
    menyelesaikan permasalahan lingkungan masih rendah. Buatlah suatu sistem
    penyelesaian sampah di sekolah Anda sebagai konsekuensi Anda sebagai Pendidik?

    1. Pembelajaran Kelas Rangkap
      PDGK4302
      Soal

      1. Di Desa Jarak Ijo dekat dengan gunumg Bromo, terdapat sebuah SD yang jumlah siswanya hanya
      44 orang, dengan rincian kelas I ada 9 anak, kelas II ada 7 anak, kelas III ada 5 anak, kelas IV ada
      4 anak, kelas V ada 10 anak, dan kelas VI ada 9 anak. Karena jumlahnya sedikit, maka pemerintah
      hanya menugaskan 2 orang guru dan 1 orang kepala sekolah untuk menyelenggarakan pendidikan
      di sekolah tersebut. Dalam pelaksanaan pembelajaran anak-anak digabung ke dalam dua ruangan.
      Ruang 1 diisi siswa kelas I, IV, dan VI, sedangkan di ruang 2 diisi siswa kelas II, III, dan V.
      Lakukan analisis terhadap kondisi di atas dengan menuliskan alasan pemerintah hanya
      menugaskan 3 orang pendidik di sekolah tersebut! (minimal 2 alasan)

      2. Bu Intan sebagai guru kelas IV di sebuah SDN di Kota Malang harus merangkap mengajar di Kelas
      V, karena guru kelas V ijin ada keperluan mendadak pada jam ke-1 dan ke-2. Jumlah siswa di
      kedua kelas tidak terlalu banyak (berjumlah 18 orang), maka bu Intan memutuskan untuk
      memindahkan siswa kelas V ke kelasnya. Sesuai jadwal hari itu dimulai pelajaran dengan mata
      pelajaran matematika, maka bu Intan akan menerapkan PKR model 211 (dua kelas, satu mata
      pelajaran, satu ruangan).
      Coba buatlah rancangan urutan langkah kegiatan (sintakmatik) yang akan dilakukan di kelas
      rangkap tersebut, jika KD untuk kelas IV “Menjelaskan pecahan senilai dengan gambar dan model
      konkret serta berbagai bentuk pecahan (biasa dan campuran) dan hubungan di antaranya”,
      sedangkan KD di kelas V “Menjelaskan pecahan desimal dan persen serta melakukan perkalian
      dan pembagian pecahan dan desimal serta persen”! Rancangan meliputi kegiatan pendahuluan,
      kegiatan inti, dan penutup dengan durasi waktu 70 menit.

      3. Berikut ini contoh peristiwa pembelajaran yang dilakukan guru di ruang kelas rangkap.
      Ibu Lestari memasuki ruang kelas, mengucapkan salam dan sapaan selamat pagi kepada anakanak kelas II dan kelas IV yang berada di ruangan tersebut. Siswa secara serempak menjawab
      salam dari guru. Kegiatan dilanjutkan dengan presensi dan pesan moral dari guru bahwa jika anakanak tidak masuk hendaknya memberitahu ke guru yang bisa dilakukan melalui WhatsApps. Selain
      itu anak-anak harus mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak, selalu mencuci tangan,
      dan memakai masker. Guru menugasi anak yang hadir paling awal untuk memimpin doa bersama.
      Setelah berdoa bersama, guru menyuruh anak-anak kelas IV untuk membuka buku siswa dan
      membaca teks tentang sumber energi alternatif dan menjawab soal yang ada di bawah teks secara
      berpasangan dengan teman sebangku. Guru beralih ke kelas II dengan memperlihatkan gambar
      rumah yang halamannya bersih, tertata rapi dan gambar yang lain yaitu rumah dengan sampah
      berserakan. Guru melakukan tanya jawab dengan siswa tentang kedua gambar tersebut.
      Selanjutnya siswa Kelas II diajak membaca teks tentang lingkungan sehat dan tidak sehat, ditugasi
      secara berpasangan menemukan kosa kata tentang kesehatan yang ada dalam teks dilanjutkan
      membuat kalimat dari kosa kata yang ditemukannya. Guru berpindah ke kelas IV untuk membahas
      jawaban soal yang dikerjakan siswa secara berpasangan. Tiba-tiba Bel istirahat berbunyi dan anakanak keluar kelas secara tertib. Dari cerita di atas, lakukan analisis terhadap aktivitas yang
      dilakukan guru dengan menjawab pertanyaan berikut ini.
      a. Pada kegiatan pendahuluan, komponen-komponen membuka pelajaran apa sajakah yang
      telah digunakan guru?
      b. Model PKR apakah yang diterapkan oleh guru? Apa alasan guru memilih model tersebut?
      c. Temukan 3 kelebihan dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru di atas!
      d. Temukan 3 kekurangan dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru di atas!

      4.Pak Askar mengajar rangkap di kelas II dengan muatan pelajaran PPKn dan di kelas III muatan
      pelajaran IPS. Kompetensi dasar (KD) PPKn: Mengenal pentingnya hidup rukun, saling berbagi
      dan tolong menolong. Sedangkan IPS dengan KD: Memelihara lingkungan alam dan buatan di
      sekitar rumah. Pak Askar merumuskan indikator PPKn: Menceritakan pentingnya hidup rukun,
      saling berbagi, dan tolong menolong di rumah dan di sekolah; Menjelaskan pentingnya hidup rukun,
      saling berbagi, dan tolong menolong di rumah dan di sekolah. Indikator IPS: Mengidentifikasi
      contoh-contoh lingkungan alam dan buatan; Menjelaskan kegunaan lingkungan alam dan buatan
      bagi manusia. Kemudian dirumuskan tujuan pembelajaran sebagai berikut. Kelas II: Siswa
      memahami pentingnya hidup rukun, saling berbagi, dan tolong menolong di rumah; Siswa dapat
      menyebutkan pentingnya hidup rukun, saling berbagi, dan tolong menolong di rumah dan di
      sekolah. Tujuan pembelajaran kelas III: Siswa dapat menyebutkan contoh-contoh lingkungan alam
      dan buatan; Siswa memahami kegunaan lingkungan alam dan buatan bagi manusia. Berdasarkan
      gambaran pelaksanaan PKR di atas:
      a. Bagaimanakah penilaian Anda terhadap pelaksanaan pembelajaran tersebut ditinjau dari
      rumusan indikator dan tujuan pembelajarannya?
      b. Rumuskan minimal 2 indikator dari setiap muatan pembelajaran di atas sesuai dengan
      kompetensi yang ditetapkan dalam KD!
      c. Rumuskan minimal 2 tujuan pembelajaran yang lengkap (ABCD)dari setiap muatan pelajaran
      di atas sesuai dengan KD dan indikator!
      d. Rancanglah pengalaman belajar ke dalam kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan
      penutup dengan memanfaatkan lingkungan sekitar siswa untuk durasi waktu pembelajaran 2
      jam pelajaran dengan menerapkan salah satu model PKR yang sesuai!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *