Sikap Kepahlawanan Raja Purnawarman

Hai adik-adik kelas 4 SD, hari ini kita akan belajar tentang sikap kepahlawanan yang tercermin dari perbuatan beberapa raja di masa kerajaan Hindu, Buddha, dan Islam. Salah satunya adalah Raja Purnawarman dari Kerajaan Tarumanagara. Yuk disimak, Sikap Kepahlawanan Raja Purnawarman.

Materi Sikap Kepahlawanan Raja Purnawarman

Pahlawan dimaknai sebagai orang yang berjuang dengan gagah berani dalam membela kebenaran. Pahlawan adalah gelar untuk orang yang dianggap berjasa terhadap orang banyak dan berjuang dalam mempertahankan kebenaran. Dalam konteks kenegaraan dan kebangsaan, seseorang dijuluki pahlawan karena jasa-jasanya dalam memperjuangkan negara dan bangsa ini untuk memperoleh kemerdekaaannya. Seorang pahlawan berjuang karena mencintai negeri dan tanah tumpah darahnya.

Menolong orang lain dengan iklas, berani, dan gigih merupakan sikap yang dimiliki oleh para pahlawan. Untuk menghargai mereka, kamu bisa meneladani sikap kepahlawanannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sikap Kepahlawanan Raja Purnawarman

Raja Purnawarman mulai memerintah kerajaan Tarumanegara pada tahun 395 M. Kerajaan Tarumanegara mencapai kejayaan pada masa kepemimpinannya. Pada masa pemerintahannya, ia selalu berjuang untuk rakyatnya. Ia membangun saluran air dan memberantas perampok.

Raja Purnawarman sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Ia memperbaiki aliran sungai Gangga di daerah Cirebon. Dua tahun kemudian, ia juga memperbaiki dan memperindah alur sungai Cupu sehingga air bisa mengalir ke sluruh kerajaan. Para petani senang karena ladang mereka mendapat air dari aliran sungai sehingga menjadi subur. Ladang para petani tidak kekeringan pada musim kemarau.

Raja Purnawarman juga berani memimpin angkatan laut kerajaan Tarumanegara untuk memerangi bajak laut yang merajalela di perairan barat dan utara kerajaan. Setelah Raja Purnawarman berhasil membasmi semua perompak, keadaan menjadi aman. Rakyat di kerajaan Tarumanegara kemudian hidup aman dan sejahtera.

Sebagai wujud kecintaan rakyat Kerajaan Tarumanegara kepada Raja Purnawarman, telapak kakinya diabadikan dalam bentuk prasasti yang dikenal sebagai prasasti Ciaruteun.

Selain prasasti ciaruteun masih ada lagi peninggalan-peninggalan lainnya dari kerajaan Tarumanegara, seeprti: Prasasti Jambu, Prasasti Kebon Kopi, Prasasti Muara Cianten, Prasasti Tugu, Prasasti Pasir Awi, dan Prasasti Cidanghiang/Lebak.

1. Prasasti Ciaruteun

Pada prasasti Ciaruteun ada cap telapak kaki Raja Purnawarman. Adapun isi dari Prasasti Ciaruteun yaitu: “Inilah sepasang telapak kaki yang seperti kaki Dewa Wisnu (Dewa Pemelihara), ialah kaki yang mulya sang Purnawarman Raja di negeri Taruma, yang gagah berani di dunia.”

2. Prasasti Jambu

Ada juga prasasti lain yang menyebutkan Raja Purnawarman, yaitu prasasti Jambu. Isi dari prasasti Jambu adalah: “Tapak kaki ini adalah tapak kaki Sri Purnawarman, Raja Tarumanegara Baginda termasyur, jujur, gagah berani, dan setia dalam menjalankan tugasnya.” Prasasti Jambu ditemukan di daerah perekbunan jambu sekitar 30 kilometer dari Kota Bogor.

3. Prasasti Kebon Kopi

Prasasti kebon kopi memuat gambar dua kaki gajah. Di catatannya menceritakan telapak kaki itu adalah telapak kaki gajah yang menjadi tunggangan penguasa Taruma, seperti Airwata. Airwata adalah gajah tunggangan Dewa Perang, Batara Indra. Prasasti Kebon Kopi ditemukan di Muara Hilir, Cibulanglang, Bogor.

4. Prasasti Muara Cianten

Prasasti Muara Cianten dibuat pada 458 Saka atau 536 masehi. Isinya memuat tahun prasasti dibuat yang menandakan pemerintahan negara dikembalikan kepada Raja Sunda. Prasasti ini ditemukan di tepi sawah tak jauh dari prasasti Ciaruteun.

5. Prasasti Tugu

Prasasti Tugu berisi berita Raja Purnawarman memerintahkan untuk membangun sebuah terusan di Sungai Gomati, Jawa Barat, yang panjangnya setara dengan 6.122 tombak. Terusan ini berfungsi sebagai pencegah banjir ketika musim hujan tiba. Sementara saat musim kemarau, terusan berfungsi untuk pengairan. Terusan juga berfungsi sebagai sarana transfortasi. Prasasti Tugu ditemukan di Cilincing, Jakarta Utara.

6. Prasati Pasir Awi

Prasasti Pasir Awi diperkirakan memuat syair pujian terhadap Raja Purnawarman. Prasasti Pasir Awi ditemukan di Bogor, Jawa Barat.

7. Prasasti Cidanghiang

Prasasti Cidanghiang atau Prasasti Lebak adalah salah satu prasasti yang berasal dari kerajaan Tarumanegara dan terletak di wilayah Pandeglang, Banten. Prasasti Cidanghiang terletak di tepi aliran sungai Cidanghiang di Desa Lebak, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang.

Prasasti-prasasti tersebut menunjukkan bahwa Raja Purnawarman sangat dicintai rakyatnya, karena beliau sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya.

Soal Latihan Sikap Kepahlawanan Raja Purnawarman dan Jawaban

1. Tuliskan perjuangan yang dilakukan oleh Raja Purnawarman!

Perjuangan yang dilakukan oleh Raja Purnawarman:

  1. Raja Purnawarman sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Ia memperbaiki aliran sungai Gangga di daerah Cirebon. Dua tahun kemudian, ia juga memperbaiki dan memperindah alur sungai Cupu sehingga air bisa mengalir ke sluruh kerajaan. Para petani senang karena ladang mereka mendapat air dari aliran sungai sehingga menjadi subur. Ladang para petani tidak kekeringan pada musim kemarau.
  2. Raja Purnawarman juga berani memimpin angkatan laut kerajaan Tarumanegara untuk memerangi bajak laut yang merajalela di perairan barat dan utara kerajaan. Setelah Raja Purnawarman berhasil membasmi semua perompak, keadaan menjadi aman. Rakyat di kerajaan Tarumanegara kemudian hidup aman dan sejahtera.

2. Tuliskan sikap kepahlawanan yang dimiliki oleh Raja Purnawarman!

Sikap kepahlawanan yang dimiliki oleh Raja Purnawarman antara lain: menolong orang lain dengan iklas, berani, dan gigih.

3. Apa yang dirasakan rakyat Kerajaan Tarumanagara atas perjuangan yang dilakukan oleh Raja Purnawarman?

Rakyat merasa aman dan sejahtera. Selain itu, rakyat juga sangat mencintai Raja Purnawarman. Sebagai wujud kecintaan rakyat Kerajaan Tarumanegara kepada Raja Purnawarman, telapak kakinya diabadikan dalam bentuk prasasti yang dikenal sebagai prasasti Ciaruteun.

4. Menurutmu, bagaimana kehidupan rakyat Kerajaan Tarumanagara jika Rajanya tidak memiliki sikap kepahlawanan?

Jika raja tidak memiliki sikap kepahlawanan, rakyat akan merasa tidak aman, kehidupan mereka tidak akan sejahtera, hal ini membuat mereka tidak mencintai rajanya.

5. Ceritakan kembali secara tertulis isi teks berdasarkan jawaban-jawabanmu. Tulisanmu harus memperhatikan peristiwa yang ada, runtut, dan menggunakan ejaan yang benar.

Raja Purnawarman mulai memerintah kerajaan Tarumanegara pada tahun 395 M. Kerajaan Tarumanegara mencapai kejayaan pada masa kepemimpinannya. Pada masa pemerintahannya, ia selalu berjuang untuk rakyatnya. Ia membangun saluran air dan memberantas perampok.

Raja Purnawarman sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Ia memperbaiki aliran sungai Gangga di daerah Cirebon. Dua tahun kemudian, ia juga memperbaiki dan memperindah alur sungai Cupu sehingga air bisa mengalir ke sluruh kerajaan. Para petani senang karena ladang mereka mendapat air dari aliran sungai sehingga menjadi subur. Ladang para petani tidak kekeringan pada musim kemarau.

Raja Purnawarman juga berani memimpin angkatan laut kerajaan Tarumanegara untuk memerangi bajak laut yang merajalela di perairan barat dan utara kerajaan. Setelah Raja Purnawarman berhasil membasmi semua perompak, keadaan menjadi aman. Rakyat di kerajaan Tarumanegara kemudian hidup aman dan sejahtera.

Sebagai wujud kecintaan rakyat Kerajaan Tarumanegara kepada Raja Purnawarman, telapak kakinya diabadikan dalam bentuk prasasti yang dikenal sebagai prasasti Ciaruteun.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *