Pengumuman:
Bagi yang ingin bertanya soal, silakan mengirim soal dalam bentuk pdf melalui massanger facebook Osnipa. Tim Osnipa akan berusaha memberikan referensi jawaban. Terimakasih.
Akurat dan Terpercaya

Salah satu faktor yang mendorong pemerintah Indonesia memilih keluar sebagai anggota PBB pada 7 januari 1965 adalah ….

Salah satu faktor yang mendorong pemerintah Indonesia memilih keluar sebagai anggota PBB pada 7 januari 1965 adalah ....

OSNIPA.COM – Hai pengunjung Osnipa, berikut ini Tanya Osnipa akan membahas pertanyaan Salah satu faktor yang mendorong pemerintah Indonesia memilih keluar sebagai anggota pbb pada 7 januari 1965 adalah ….

Salah satu faktor yang mendorong pemerintah Indonesia memilih keluar sebagai anggota PBB pada 7 januari 1965 adalah ….

Jawaban:
Faktor yang mendorong pemerintah Indonesia memilih keluar sebagai anggota PBB pada 7 Januari 1965 yaitu:
(1) Terpilihnya Malaysia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB
(2) Kekecewaan Indonesia terhadap PBB

Pembahasan:

Indonesia Keluar dari Keanggotaan PBB

Lima belas tahun setelah bergabung dengan PBB, Indonesia melalui surat resmi menteri luar negeri, Dr. Soebandrio tertanggal 20 Januari 1965, menyatakan bahwa Indonesia keluar dari PBB sejak tanggal 1 januari 1965. Keputusan Indonesia untuk keluar dari PBB adalah karena terpilihnya Malaysia sebagai anggota tidak tetap DK PBB dan juga merupakan puncak kekecewaan Indonesia terhadap PBB (Official Net News, 2014).

a. Terpilihnya Malaysia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB

Sebelumnya, pada tanggal 31 Desember 1964, Presiden Soekarno telah menyatakan ketidakpuasannya terhadap PBB dan mengancam akan keluar dari PBB apabila PBB menerima Malaysia sebagai anggota tidak tetap DK PBB. Ketidaksetujuan dan penentangan Indonesia terhadap pencalonan Malayasia sebagai anggota tidak tetap DK bukannya tidak beralasan, hal tersebut disebabkan karena pada saat itu Indonesia dan Malaysia sedang dalam keadaan bersitegang satu sama lain. Konflik antara Indonesia dan Malaysia dimulai sejak Inggris memprakarsai pembentukan Federasi Malaysia. Presiden Soekarno yang anti barat, menganggap Malayasia sebagai suatu ancaman bagi revolusi Indonesia dan merupakan langkah kolonialisme dan imperialisme Inggris (Sukamyani, Umang, Sedono, Kristianto, & Raharjo, 2008).

Sehingga diterimanya Malaysia sebagai anggota tidak tetap DK PBB sama halnya dengan memberikan pengakuan terhadap Federasi Malaysia yang Indonesia anggap sebagai boneka Inggris dan akan membahayakan Indonesia. Inggris yang merupakan salah satu anggota tetap Dewan Keamanan PBB tentu saja memiliki pengaruh yang kuat dalam pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan PBB. PBB yang berpihak kepada negara-negara barat seperti Inggris, akan merespon pencalonan Malaysia sebagai anggota tidak tetap DK PBB dengan positif. PBB akan mengambil keputusan yang condong dan memihak Malaysia yang merupakan negara buatan Inggris. Hal ini terlihat dengan adanya rencana pencalonan dan penetapan Malaysia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, walaupun pada waktu itu Indonesia telah menyatakan ancaman untuk keluar dari keanggotaan PBB.

Namun ancaman Indonesia yang menyatakan akan keluar dari PBB tidak mendapatkan respon yang baik dari PBB. Bahkan, pada tanggal 7 Januari 1965, Malaysia terpilih menjadi anggota tidak tetap DK PBB. Sehingga Indonesia mengambil keputusan untuk keluar dari keanggotaan PBB, sesuai surat resmi menteri luar negeri, Dr. Soebandrio tertanggal 20 Januari 1965, yang menyatakan bahwa Indonesia keluar dari PBB secara resmi pada tanggal 1 januari 1965 (Sukamyani, Umang, Sedono, Kristianto, & Raharjo, 2008).

b. Kekecewaan Indonesia Terhadap PBB

Keluarnya Indonesia dari keanggotaan PBB juga dikarenakan kekecewaan Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Soekarno terhadap PBB. Harapan Indonesia yang tinggi terhadap PBB tidak sejalan dengan kenyataannya. Presiden Soekarno menganggap PBB terlalu condong kepada negara negara barat, PBB juga menerapkan sistem yang berasal dari negara barat, serta ketidakmampuan PBB untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan negara. Presiden Soekarno kecewa terhadap PBB yang dianngap terlalu condong kepada negara-negara barat. Kekecewaannya ini juga disampaikan Presiden Soekarno melalui pidatonya yang berjudul To Build The World A New atau Membangun Dunia Kembali dalam Sidang Umum PBB ke-15. Dalam pidatonya tersebut Presiden Soekarno mengkritisi PBB.

Presiden Soekarno juga beranggapan bahwa PBB selain berpihak kepada negara-negara barat, PBB juga merupakan organisasi internasional yang dibentuk dengan berlandaskan paham kolonialisme dan imperialisme negara barat yang tidak disukai oleh Presiden Soekarno.

Demikian pembahasan mengenai Salah satu faktor yang mendorong pemerintah Indonesia memilih keluar sebagai anggota PBB pada 7 januari 1965 adalah …. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.