Rangkuman Materi Ujian Pengetahuan (UP) PPG Guru SD

Bapak /Ibu guru yang mengikuti PPG tahun 2020 wajib mengikuti Ujian Pengetahuan (UP). Dalam kesempatan ini, Osnipa akan membagikan Rangkuman Materi Ujian Pengetahuan (UP) PPG Guru SD Tahun 2020. Semoga rangkuman materi ini bisa dijadikan bahan mempersiapkan diri dalam menghadapi UP PPG Guru SD Tahun 2020.

Rangkuman Materi Ujian Pengetahuan (UP) PPG Guru SD

Psikoanalisis itu termasuk teori kepribadian seperti bimbingan konseling. Guru dalam memberikan bimbingan harus selalu berpedoman kepada apa yang dibutuhkan dan yang diinginkan oleh siswanya, sehingga bimbingan yang dilakukan benar-benar efektif

1. Jenis-jenis teks

Teks Faktual maksudnya berdasarkan kenyataan atau mengandung kebenaran. Baik teks berita maupun teks non berita ditulis berdasarkan kenyataan dan tidak mengandung unsur fiktif. Bedanya, berita juga bersifat aktual. Aktual berarti benar-benar terjadi atau berasal dari peristiwa.

Teks tanggapan adalah teks yang berupa tanggapan dalam bentuk pujian atau dukungan, hingga kritik dan penolakan terhadap suatu karya, hal, atau peristiwa yang diberikan oleh penanggapnya sebagai bentuk apresiasi atau saran yang dapat membangun.

Teks cerita sejarah adalah teks yang menjelaskan dan menceritakan tentang fakta dan kejadian masa lalu yang menjadi latar belakang terjadinya sesuatu yang mempunyai nilai sejarah.

2. Kode Etik

Kode Etik Guru merupakan pedoman sikap dan perilaku yang bertujuan menempatkan guru sebagai profesi terhormat, mulia, dan bermartabat yang dilindungi undang-undang. Kode Etik Guru, karenanya, berfungsi sebagai seperangkat prinsip dan norma moral yang melandasi pelaksanaan tugas dan layanan profesional guru dalam hubungannya dengan peserta didik, orangtua/wali siswa, sekolah dan rekan seprofesi, organisasi atau asosiasi profesi, dan pemerintah sesuai dengan nilai-nilai agama, pendidikan, sosial, etika, dan kemanusiaan. Untuk tujuan itu,

Kode Etik Guru dikembangkan atas dasar nilai-nilai dasar sebagai sumber utamanya, yaitu: (1) agama dan Pancasila; (2) kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional; (3) nilai jatidiri, harkat, dan martabat manusia yang meliputi perkembangan kesehatan jasmaniah. emosional, intelektual, sosial, dan spiritual.

3. Syarat-Syarat Paragraf yang Baik

Paragraf adalah bagian bab dalam suatu karangan (biasanya mengandung satu ide pokok dan penulisannya dimulai dengan garis baru)

Paragraf yang baik antara lain harus memenuhi syarat-syarat sebagai Berikut.

Kelengkapan (Completeness)
a. Adanya satu gagasan utama dan beberapa gagasan penjelas.
b. Membicarakan seluk beluk gagasan utama secara terperinci.
c. Sudah mengandung semua yang diperlukan untuk mendukung gagasan utama

Kesatuan Paragraf
a. Sebuah paragraf hanya mengandung satu gagasan utama.
b. Kalimat-kalimat dalam paragraf itu mengarah pada satu pokok permasalahan.
c. Tidak terdapat kalimat yang menyimpang dari ide pokok.

Kepaduan
a. Kalimat-kalimat di dalam paragraf itu terjalin secara sistematis, dan logis serta tidak ada informasi yang meloncat
b. Kalimat-kalimatnya gramatikal, terpadu, dan berkaitan satu sama lain. Yang digunakan kata-kata kunci atau sinonim, referensi (pronomina), substitusi, kata-kata transisi, struktur yang paralel, dan konsistensi sudut pandang.

4. Satuan bahasa

Satuan bahasa (linguistics unit) merupakan bentuk lingual yang menjadi komponen pembentuk bahasa. Misalnya, morfem, satuan bahasa ini merupakan unsur pembentuk kata. Bentuk /rumah/, /-ku/ akan digabung menjadi bentuk kata rumahku. Bentuk rumah dan -ku merupakan satuan lingual.

Satuan bahasa dari yang terkecil adalah

  1. Fonem adalah satuan terkecil bahasa yang berfungsi sebagai pembeda makna (huruf).
  2. Kata adalah satuan bahasa terkecil yang dapat berdiri sendiri.
  3. Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif.
  4. Klausa adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata, sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat dan berpotensi menjadi kalimat.
  5. Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final, dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa.
  6. Paragraf
  7. Wacana

5. Ciri Ciri Kalimat Efektif

  1. Memiliki unsur penting atau pokok, minimal unsur SP.
  2. Taat terhadap tata aturan ejaan yang berlaku.
  3. Menggunakan diksi yang tepat.
  4. Menggunakan kesepadanan antara struktur bahasa dan jalan pikiran yang logis dan sistematis.
  5. Menggunakan kesejajaran bentuk bahasa yang dipakai.
  6. Melakukan penekanan ide pokok.
  7. Mengacu pada kehematan penggunaan kata.
  8. Menggunakan variasi struktur kalimat.

6. Pernapasan Perut

Prose inspirasi :
Terjadi kontraksi pada diafragma sehingga diafragma tertarik ke bawah menjadi datar.
Hal ini menyebabkan rongga dada membesar sehingga tekanan rongga dada menjadi lebih kecil dibanding tekanan udara luar. Oleh sebab itu udara luar kemudian masuk ke dalam paru-paru.

Proses ekspirasi :
Diafragma mengendur lalu naik karena mengalami relaksasi. Hal ini menyebabkan rongga dada mengecil dan tekanannya menjadi lebih besar dari tekanan udara luar. Oleh sebab itu udara dalam paru-paru terdorong keluar.

7. Proses Pencernaan Makanan

Berdasarkan cara pengolahannya, makanan diolah dalam dua cara yaitu secara mekanik dan kimiawi.

  • Pencernaan mekanik adalah proses ketika makanan yang masuk dipecah menjadi bagian yang lebih kecil dengan bantuan organ-organ tubuh
  • Pencernaan kimiawi merupakan proses perubahan makanan dari yang semula kompleks menjadi sederhana agar mudah dicerna, proses ini identik dengan adanya bantuan enzim pencernaan.

Makanan dan minuman masuk melalui mulut masuk ke kerongkongan menuju lambung yang menghasilkan asam klorida yang akan membasmi semua mikroorganisme yang ada pada makanan selanjutnya menuju usus halus juga memproduksi berbagai macam enzim yang dapat mengubah beberapa zat makanan menjadi kandungan yang dibutuhkan tubuh. sisa makanan kemudian berada di usus halus nantinya akan dibusukkan menggunakan bakteri Escherichia coli sehingga bisa menjadi kotoran yang kemudian akan dibuang melalui anus.

8. Jantung

  • Sistole adalah tekanan ketika jantung mempompa darah
  • Diastole adalah tekanan pada jantung saat periode istirahat di antara detak jantung.

Sebagai contoh, jika seseorang memiliki tekanan darah 110/70 mmHg artinya tekanan darah sistole nya adalah 110 mmHg dan tekanan darah diastole nya 70 mmHg.

9. Tulang Penyusun Rongga Dada

  • Tulang hulu / manubrium. terletak di bagian atas dari tulang dada, tempat melekatknya tulang rusuk yang pertama dan kedua
  • Tulang badan / gladiolus, terletak dibagian tengah, tempat melekatnya tulang rusuk ke tiga sampai ke tujuh, gabungan tulang rusuk ke delapan sampai sepuluh.
  • Tulang taju pedang / xiphoid process, terletak di bagian bawah dari tulang dada. Tulang ini terbentuk dari tulang rawan

10. Jenis Evaluasi

Jenis evaluasi berdasarkan tujuan

  1. Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang ditujukan untuk menelaah kelemahan- kelemahan siswa beserta faktor-faktor penyebabnya.
  2. Evaluasi selektif adalah evaluasi yang digunakan untuk memilih siswa yang paling tepat sesuai dengan kriteria program kegiatan tertentu.
  3. Evaluasi penempatan adalah evaluasi yang digunakan untuk menempatkan siswa dalam program pendidikan tertentu yang sesuai dengan karakteristik siswa.
  4. Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan meningkatan proses belajar dan mengajar.
  5. Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk menentukan hasil dan kemajuan belajar siswa.

11. Struktur Benda dan Sifatnya

Konduktor adalah zat atau bahan yang mempunyai kemampuan untuk menghantarkan panas atau arus listrik.
Konduktor yang mampu menghantarkan listrik dengan baik karena mempunyai hambatan jenis sangat kecil.
Resistensi besar inisialisasi oleh jenis material atau bahan penyusunnya, hambatan, ukuran dan luas penampang bahan.

Syarat-syarat bahan bersifat konduktor yaitu:

Konduktivitas yang baik

Konduktifitas yang baik pada suatu bahan konduktor yaitu yang memiliki nilai hambatan jenis relatif kecil. Semakin kecil hambatan jenisnya maka semakin baik nilai konduktifitas bahan. Hambatan besar jenis berbanding terbalik dengan konduktifitas bahan.

Konduktifitas bahan yang berkaitan dengan daya panas dan daya listrik .
Daya hantar panas menyatakan jumlah panas yang mampu melewati bahan dalam selang waktu tertentu. Bahan logam merupakan bahan yang memiliki daya hantar panas yang tinggi sehingga bahan logam cenderung mempunyai konduktifitas yang tinggi sebagai bahan konduktor.

Daya hantar pada listrik menggambarkan kemampuan bahan konduktor dalam menghantarkan arus listrik. Besar dari daya hantar listrik konduktor adalah sangat mendukung oleh besar hambatan yang dimiliki oleh bahan konduktor.

12. Pesawat Sederhana (Katrol)

Secara umum untuk mencari keuntungan mekanis dari pesawat sederhana adalah :

KM = W / F

KM = keuntungan mekanis
w = berat beban (N)
F = gaya (N)

13. Perubahan Energi

Pembangkit listrik tenaga air (PLTA)
Pembangkit listrik tenaga air biasanya menggunakan aliran air sungai untuk menggerakkan turbin sehingga turbin akan menghasilkan listrik. Dengan demikian kita dapat menikmati listrik di rumah. Jadi perubahan energinya adalah dari energi gerak (kinetik) langsung ke energi listrik.
energi kinetik → energi listrik

Pembangkit listrik tenaga angin
Sama dengan pembangkit listrik tenaga angin, pembangkit listrik ini juga langsung mengubah energi kinetik menjadi energi listrik.
energi kinetik → energi listrik

Pembangkit listril tenaga uap
Pada pembangkit listrik tenaga uap, ia memperoleh energi dari uap yang dihasilkan. Namun prosesnya tidak secepat itu, uap yang di hasilkan harus dari bahan bakar yaitu misalnya saja bahan bakar batu bara yang biasa digunakan pada pembangkit listrik tenaga uap di Indonesia. Jadi dari energi kimia, lalu ke energi panas, setelah itu ke energi kinetik ( dari uap tadi ), lalu menghasilkan energi listrik.
energi kimia → energi panas → energi kinetik → energi listrik

14. Metode Ilmiah

Metode Ilmiah merupakan teknik merumuskan pertanyaan dan menjawab pertanyaan melalui kegiatan observasi, melaksanakan aktivitas, atau melaksanakan percobaan. Oleh karena itu, pada umumnya, pelaksanaan metode ilmiah tersusun dalam tujuh langkah berikut:

  1. Merumuskan pertanyaan
  2. Merumuskan latar belakang penelitian.
  3. Merumuskan hipotesis.
  4. Menguji hipotesis melalui percobaan.
  5. Menganalisis hasil penelitian dan merumuskan laporan.
  6. Jika terbukti hipotesis benar maka lakukanlah dengan laporan.
  7. Jika Hipotesis terbukti tidak benar atau benar maka lakukan pengujian kembali.

Pada ketujuh langkah kegiatan, pada mengembangkan keterampilan berpikir logis berdasarkan fakta dan teori. Pertanyaan yang muncul dari pengamatan pada hakekatnya untuk mendalami atau Perluas cakrawala ilmu.

15. Perbedaan Kalender Masehi dan Hijriyah

PerbedaanMasehiHijriyah
Awal Penetapan45 SM17 H (640 M)
Dasar PenetapanPeredaran semu matahariPeredaran bulan
Tanda Awal Bulan/TahunMatahari berada di titik vernal equinokTerjadinya ijtima matahari bulan-bumi
KategoriSolar CalenderSistem lunar atau qamariah
Jumlah hari dalam tahun365 hari (bisatnah)
366 hari (kabisat)
354 hari (bisatnah)
355 hari (kabisat)
Daur/Siklus4 tahun (1.461 hari)30 tahun (10.631 hari)
Tahun Kabisat1 tahun dalam 4 tahun (tahun keempat)11 dalam 30 tahun (termaktub di atas)

16. Proses Geomorfologi

Proses geomorfologi : semua perubahan, baik fisik maupun kemis yang mampu merubah permukaan bumi.

Proses : proses oleh gaya eksogen dan proses oleh gaya endogen.

Proses eksogen : pelapukan, erosi dan sedimentasi, gerakan masa.

Proses endogen : epirogenesis, orogenesis, vulkanisme, gempa bumi.

Proses geomorfologi ditentukan oleh faktor fisik dan non fisik.

Faktor fisik:
(1) iklim (suhu, kelembaban, curah hujan, angin, dll)
(2) Materi batuan (struktur, komposisi mineral, litologi, tekstur, bidang perlapisan, sesar, dll)

Faktor non fisik
(1) Vegetasi penutup
(2) Manusia
(3) Hewan

17. Teori Pembelajaran

Behavioristik :

Teori Thorndike : Hukum kesiapan (law of readinnes), Hukum latihan (law of ecercise), dan Hukum akibat (law of effect)
Teori Pavlov : pembiasaan
Teori Skinner : ganjaran/penguatan
Teori Bandura : meniru

Kognitif :

Teori Vygotsky/pandangan Konstuktivisme : ZPD & Scaffolding

Teori Van Hiele/Geometri : Visualisasi (pengenalan), Analisis (deskriptif), Deduksi Formal (pengurutan/relasional), Deduksi, dan Akurasi (tingkat matematis atau keakuratan)

Teori Ausubel : Belajar bermakna dan pentingnya pengulangan. Belajar tidak selalu berbentuk tingkah laku yang dapat diamati dan diukur

Teori Bruner : Tiga sistem keterampilan untuk menyatakan kemampuan secara sempurna. Enaktif / melalui tindakan : anak terlibat langsung dalam memanipulasi objek, Ikonik : Pengetahuan melalui serangkaian gambar/grafik yang berhubungan dengan mental yang merupakan gambaran dari objek2 yang dimanipulasi, Simbolik : Sistem berfikir abstrak, arbiter, lebih fleksibel

18. KKO Kognitif

Penjelasan tentang C1 sampai dengan C6 antara lain :

  1. Pengetahuan (C1) adalah kemampuan untuk mengingat;
  2. Pemahaman (C2) adalah kemampuan untuk mengerti;
  3. Penerapan (C3) adalah kesanggupan untuk menggunakan maupun menerapkan;
  4. Analisis (C4) adalah kemampuan merinci dan menguraikan menjadi bagian-bagian;
  5. Sintesis (C5) adalah kemampuan untuk memadukan unsur-unsur menjadi pola yang terstruktur atau pola baru;
  6. Penilaian (C6) adalah kemampuan untuk membuat pertimbangan terhadap suatu kondisi, nilai, atau ide.

19. KKO Afektif

Penjelasan tentang A1 sampai dengan A5 antara lain :

  1. Menerima (A1) adalah kemampuan memperhatikan dan memberikan respon terhadap sitimulasi yang tepat;
  2. Menanggapi/merespon (A2) adalah keterlibatan secara aktif
  3. Menilai/Menentukan sikap (A3) adalah cara mengaitkan diri pada suatu kejadian;
  4. Mengelola (A4) adalah kegiatan menyatukan sikap-sikap atau nilai-nilai;
  5. Menghayati (A5) adalah karakterisasi kedalam pribadi

20. KKO Psikomotor

Penjelasan tentang P1 sampai dengan P4 antara lain :

  1. Peniruan adalah kegiatan memberi respons serupa dengan yang diamati;
  2. Manipulasi adalah kemampuan mengikuti pengarahan, penampilan, gerakan-gerakan pilihan yang menetapkan suatu penampilan melalui latihan
  3. Ketetapan adalah kemampuan yang memerlukan kecermatan, proporsi dan kepastian yang lebih tinggi dalam penampilan. Respon-respon lebih terkoreksi dan kesalahan-kesalahan dibatasi seminimal mungkin;
  4. Artikulasi adalah menekankan koordinasi suatu rangkaian gerakan dengan membuat urutan yang tepat dan mencapai yang diharapkan atau konsistensi internal di natara gerakan-gerakan yang berbeda.

21. Prinsip-Prinsip Evaluasi Pembelajaran

  1. objektif: penilaian berbasis pd standar & tdk dipengaruhi faktor subjektivitas penilan
  2. terpadu: penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana, menyatu dgn kegiatan pembelajaran, & berkesinambungan
  3. holistik & berkesinambungan: penilaian oleh pendidik mencakup smua aspek kompetensi & dgn menggunakan brbagai teknik penilaian yg sesuai dgn kompetensi yg hrus dikuasai peserta didik.
  4. ekonomis: penilaian yg efisien & efektif dlm perencanaan, pelaksanaan, & pelaporannya.
  5. transparan: prosedur penilaian, kriteria penilaian, & dasar pengambilan kputusan dpt di akses oleh smua pihak.
  6. valid: penilaian harus mampu mengukur kompetensi hasil blajar sesuai dgn indikator yg sdh ditetapkan shingga penilaian tsb tepat sasaran.
  7. beracuan kriteria: penilaian di dasarkan pd ukuran pencapaian kompetensi yg ditetapkan.
  8. akuntabel: penilaian dpt di pertanggungjawabkan kpd pihak internal sekolah maupun eksternal untk aspek teknik, prosedur & hasilnya.
  9. edukatif: mendidik & memotivasi peserta didik & guru.

22. Jenis Materi dalam Indikator Pembelajaran

Berikut merupakan tabel untuk mempermudah dalam menentukan jenis materi :

  • Fakta – Apabila siswa diminta untuk menyebutkan nama, kapan, dimana suatu peristiwa terjadi
  • Konsep – Apabila siswa diminta untuk mengemukakan definisi, membedakan dua hal, mengklasifikasikan
  • Prosedur – Apabila siswa diminta untuk menjelaskan langkah-langkah pemecahan suatu persoalan menurut prosedur tertentu
  • Prinsip – Apabila siswa diminta untuk menjelaskan hubungan antar berbagai konsep, sebab akibat
  • Keterampilan – Apabila siswa diminta untuk membuat sesuatu
  • Aspek afektif – Apabila siswa diminta memilih dan melakukan sikap tertentu terhadap suatu kejadian
  • Aspek motorik – Apabila siswa diminta untuk melakukan kegiatan menggunakan anggota badan

23. Assesmen

  • Assesmen Of learning – sumatif
  • Assesmen For learning – formatif
  • Assesmen As learning – self assesmen(penilaian diri)
  • Assesmen of learning = akhir pembelajaran+sumatif+menetapkan nilai
  • Assesmen for learning= formatif+menentukan sejauh mana hasil pembelajaran siswa
  • Assesment as learning = formatif+keterlibatan siswa secara aktif

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *