Menu
Akurat dan Terpercaya

Potensi Ekonomi Negara-Negara ASEAN

  • Share
Potensi Ekonomi Negara-Negara ASEAN

Hai adik-adik kelas 6 SD, berikut ini Osnipa akan membahas materi mengenai Potensi Ekonomi Negara-Negara ASEAN. Pembahasan akan fokus kepada potensi ekonomi negara malaysia, Filipina, Thailand, dan Brunei Darussalam, Alasan mengapa Kamboja, Myanmar, Laos, dan Vietnam disebut negara agraris, Alasan mengapa Singapura menjadi negara yang maju tanpa sumber daya alam, Komuditas utama negara Indonesian, dan apakah negara Indonesia sudah menjadi negara maju. Semoga bermanfaat.

Potensi Ekonomi Negara-Negara ASEAN

Kehidupan masyarakat di negara-negara ASEAN berkembang sangat pesat. Wilayah ASEAN yang terletak di antara dua samudera dan dua benua, sangat strategis dan menguntungkan. Kehidupan sebagian masyarakat di negara-negara ASEAN yang agraris, berangsur-angsur beralih menjadi negara yang mayoritas penduduknya bekerja di bidang Industri dan perdagangan. Sebagian besar negara ASEAN mempunyai sumber daya alam yang kaya, baik di bidang kehutanan, pertanian, maupun
pertambangan. Namun negara Singapura yang tidak banyak mempunyai sumber daya alam pun berkembang sangat pesat.

1. Malaysia

Komoditas utama ekspor Malaysia yaitu pertanian dan hasil tambang. Sebanyak 40% dari penduduk Malaysia bekerja sebagai petani. Hasil pertanian yang utama adalah kelapa sawit, kopra, teh, karet, lada, dan padi. Kelapa sawit menjadi salah satu komoditas ekpsor utama. Selain itu, hasil tambang yaitu timah menjadi komoditas utama ekspor Malaysia.

2. Singapura

Penduduk Singapura sebagian besar bekerja di bidang perdagangan dan industri. Kegiatan perdagangan menjadi jantung perekonomian di Singapura. Pelabuhan Singapura menjadi jalur transit barang-barang dari negara-negara dari kawasan dunia. Hal inilah yang menajdi sumber devisa yang sukup besar bagi Singapura. Komoditas utama Singapura yaitu mesin dan peralatan termasuk, eletronik dan telekomunikasi, obat dan kimia lainnya.

3. Brunei Darussalam

Brunei Darussalam merupakan negara penghasil minyak bumi dan gas alam yang menjadi sumber devisa terbesar negara. Ladang minyak Seria penghasil minyak terbanyak di Asia Tenggara. Brunei Darussalam merupakan negara di Asia Tenggara yang kaya dengan pendapatan per kapita penduduknya paling tinggi. Negara ini memiliki istana yang besar dan megah. Komuditas ekspor utamanya adalah minyak mentah, produk-produk perminyakan dan gas alam.

4. Thailand

Kegiatan ekonomi penduduk Thailand adalah pertanian, perkebunan, pertambangan, dan perindustrian. Thailand dikenal sebagai lumbung padi di Asia Tenggara karena negara ini menghasilkan beras dalam jumlah besar. Thailand juga menghasilkan sayuran dan buah-buahan yang berkualitas baik. Hasil perkebunannya adalah kayu jati. Hasil tambangnya adalah timah dan mangan. Penghasilan devisa utama Thailand dari industri pariwisata. Thailand dikenal sebagai penghasil durian di Asia Tenggara.

5. Myanmar

Negara agraris dengan mata pencaharian sebagian besar penduduknya adalah bertani. Hasil utama pertanian Myanmar padi. Selain pertanian, kegiatan ekonomi lainnya adalah perkebunan dan pertambangan. Hasil perkebunan Myanmar adalah tebu dan kayu jati. Hasil pertambangannya adalah seng, tembaga, emas, perak, timah, dan minyak bumi.

6. Vietnam

Vietnam merupakan negara agraris. Oleh karena itu, mata pencaharian sebagian besar penduduknya adalah bertani. Hasil utama pertanian Vietnam padi. Hasil pertanian lainnya jagung, kapas, ubi jalar, teh, dan tembakau. Selain pertanian, kegiatan industri dan pertambangan juga dilakukan sebagian penduduk. Hasil industri Vietnam antara lain tekstil, semen, pupuk, dan ban. Hasil pertambangannya adalah emas, bijih besi, timah, gamping, dan seng.

7. Filipina

Mata pencaharian penduduk Filipina sebagian besar adalah bertani. Selain itu, penduduk Filipina dibidang pertambangan dan perindustrian. Hasil pertanian Filipina antara lain padi, kelapa, serat abaka, nanas, dan gula. Negara ini dijuluki Home Of Green Revolution, yang berarti rumah revolusi hijau. Revolusi hijau adalah gerakan perubahan dalam sistem pertanian agar menghasilkan padi yang berkualitas tinggi dalam waktu yang cepat.

8. Laos

Sebagian besar penduduk Laos bekerja sebagai petani. Lembah Sungai Mekong menjadi lahan pertanian yang subur. Hasil utama pertanian Laos adalah padi dan jagung. Hasil pertanian lainnya berupa sayuran, pepaya, pisang, dan kelapa. Selain pertanian, kegiatan ekonomi penduduk lainnya adalah beternak. Hasil ternak antara lain sapi, kerbau, dan unggas.

9. Kamboja

Kamboja merupakan negara agraris, karena sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. Kegiatan pertanian banyak dilakukan sepanjang Sungai Mekong dan di sekitar Danau Tonlesap. Padi termasuk salah satu hasil pertanian terbesar Kamboja. Selain padi, Kamboja juga menghasilkan karet dalam jumlah besar.

10. Indonesia

Sebagian besat penduduk Indonesia bermatapencaharian sebagai petani. Oleh karena itu, Indonesia termasuk salah satu negara agraris di Asean. Komoditas utama Indonesia yaitu kelapa sawit, tekstil dan produk tekstil, karet dan produknya, kakao dan olahannya, biji kopi, produk hasil hutan seperti kayulapis, bubur kayu, kertas, dan batu bara serta energi geothermal.

Soal Latihan Potensi Ekonomi Negara-Negara ASEAN dan Pembahasan

1. Jelaskan potensi ekonomi negara Malaysia, Filipina, dan Thailand dan Brunei Darussalam?

Pembahasan:
Potensi ekonomi Malaysia adalah pertanian dan pertambangan. Hasil pertanian yang utama adalah kelapa sawit, kopra, teh, karet, lada, dan padi. Kelapa sawit menjadi salah satu komoditas ekpsor utama. Selain itu, hasil tambang yaitu timah menjadi komoditas utama ekspor Malaysia.
Potensi ekonomi Filipina adalah pertanian, pertambangan, dan industri. Hasil pertanian Filipina antara lain padi, kelapa, serat abaka, nanas, dan gula.
Potensi ekonomi Thailand adalah pertanian, perkebunan, pertambangan, dan perindustrian. Hasil pertanian terbesar Thailand adalah padi. Thailand juga menghasilkan sayuran dan buah-buahan yang berkualitas baik. Hasil perkebunannya adalah kayu jati. Hasil tambangnya adalah timah dan mangan. Penghasilan devisa utama Thailand dari industri pariwisata.
Potensi ekonomi Brunei Darussalam adalah pertambangan. Brunei Darussalam merupakan negara penghasil minyak bumi dan gas alam yang menjadi sumber devisa terbesar negara. Komuditas ekspor utamanya adalah minyak mentah, produk-produk perminyakan dan gas alam.

2. Mengapa negara Kamboja, Myanmar, Laos, dan Vietnam disebut sebagai negara agraris?

Pembahasan:
Kamboja, Myanmar, Laos, dan Vietnam disebut sebagai negara agraris karena sebagian besar mata pencaharian penduduk negara-negara tersebut adalah pertanian.

3. Mengapa negara Singapura bisa menjadi negara maju walaupun sumber daya alamnya sedikit?

Pembahasan:
Karena Singapura memiliki letak yang strategis dalam pelayaran perdagangan dunia. Pelabuhan Singapura menjadi jalur transit barang-barang dari negara-negara dari kawasan dunia. Hal inilah yang menajdi sumber devisa yang cukup besar bagi Singapura.

5. Sebutkan komoditas utama negara Indonesia!

Pembahasan:
Komoditas utama Indonesia yaitu kelapa sawit, tekstil dan produk tekstil, karet dan produknya, kakao dan olahannya, biji kopi, produk hasil hutan seperti kayulapis, bubur kayu, kertas, dan batu bara serta energi geothermal.

6. Apakah negara Indonesia sudah menjadi negara maju? Jelaskan alasanmu!

Demikian pembahasan mengenai Potensi Ekonomi Negara-Negara ASEAN. Semoga bermanfaat.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *