Menu
Akurat dan Terpercaya

Peristiwa Rengasdengklok

  • Share

Hai adik-adik kelas 5 SD, berikut ini Osnipa akan membahas materi Peristiwa Rengasdengklok dan Proklamasi Kemerdekaan. Pembahasan akan fokus kepada apa itu peristiwa Rengasdengklok, siapa yang terlibat, proses terjadinya, dan hasil setelah terjadi peristiwa Rengasdengklok.

Peristiwa Rengasdengklok

Bangsa Indonesia pernah mengalami masa penjajahan cukup lama. Selama penjajahan, bangsa Indonesia mengalami penderitaan. Oleh karena itu, bangsa Indonesia semangat untuk melepaskan diri dari penjajah. Namun, usaha untuk memperoleh kemerdekaan ternyata tidak mudah. Indonesia harus melalui berbagai rintangan dan peristiwa sejarah yang perlu dicatat dan menjadi pelajaran bagi kehidupan bangsa.

Proklamasi menjadi peristiwa paling bersejarah bagi bangsa Indonesia. Proklamasi menjadi tonggak sejarah berdirinya bangsa Indonesia menjadi negara yang merdeka dan berdaulat. Proklamasi menjadikan bangsa Indonesia terlepas dari penjajahan. Proklamasi juga menjadi awal bagi bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri.

Banyak peristiwa terjadi turut mengiringi peristiwa pembacaan teks proklamasi. Peristiwa yang terjadi menjadi catatan sejarah penting bagi bangsa Indonesia.

Sejarah peristiwa Rengasdengklok terjadi tanggal 16 Agustus 1945 atau sehari sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada 14 Agustus 1945, Soetan Sjahrir mendengar kabar dari radio bahwa Jepang menyerah dari Sekutu dalam Perang Asia Timur Raya. Sjahrir segera menemui Soekarno dan Mohammad Hatta untuk menyampaikan kabar tersebut.

Silang pendapat pun terjadi di antara ketiga tokoh bangsa itu. Sjahrir meminta agar kemerdekaan segera dideklarasikan. Namun, Soekarno dan Hatta yang belum yakin dengan berita kekalahan Jepang memilih menunggu kepastian sembari menanti janji kemerdekaan dari Dai Nippon.

Perundingan-perundingan diadakan di antara para pemuda dengan tokoh-tokoh tua, maupun diantara para pemuda sendiri. Walaupun demikian, antara tokoh pemuda dan golongan tua sering terjadi perbedaan pendapat.

Akibatnya, terjadilah “Peristiwa Rengasdengklok”. Pada tanggl 16 Agustus pukul 04.00 WIB, Bung Hatta dan Bung Karno beserta Ibu Fatmawati dan Guntur Soekarno Putra dibawa pemuda ke Rengasdengklok agar tidak terpengaruh oleh Jepang. Tujuannya mendesak golongan tua untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Setelah melalui perdebatan dan ditengahi Ahmad Soebardjo, menjelang malam hari, kedua tokoh, Bung Hatta dan Bung Karno, akhirnya kembali ke Jakarta. Rombongan Soekarno-Hatta sampai di Jakarta pada pukul 23.00 WIB. Soekarno dan Hatta setelah singgah di rumah masing-masing, lalu bersama rombongan lainnya menuju rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol No. 1 Jakarta (tempat Ahmad Soebardjo bekerja). Di tempat itu, mereka akan merumuskan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Perumusan sampai dengan penandatanganan teks Proklamasi Kemerdekaan baru selesai pada pukul 04.00 WIB dini hari pada tanggal 17 Agustus 1945. Pada saat itu juga, disepakati bahwa teks Proklamasi akan dibacakan di halaman rumah Ir. Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta pada pukul 10.00 WIB.

Kenapa harus Rengasdengklok?

16 Agustus 1945 pukul 03.00 WIB, golongan muda mengamankan Soekarno dan Mohammad Hatta ke Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat dengan alasan:

  1. Tidak jauh dari Jakarta
  2. Letaknya terpencil. Mudah mendeteksi keberadaan tentara Jepang
    Agar Soekarno Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang dan mempercepat proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Kesimpulan:

Latar belakang terjadinya peristiwa Rengasdengklok adalah, Soekarno dan Hatta tidak ingin salah langkah dalam mengambil keputusan. Di sisi lain, para tokoh muda mendukung gagasan Sjahrir, yakni mendesak Soekarno-Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan.

Hasil kesepakatan pada peristiwa Rengasdengklok adalah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia akan diadakan tanggal 17 Agustus 1945.

1. Apa yang dimaksud dengan peristiwa rengasdengklok!

Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa dibawanya Bung Hatta dan Bung Karno beserta Ibu Fatmawati dan Guntur Soekarno Putra oleh pemuda ke Rengasdengklok agar tidak terpengaruh oleh Jepang. Tujuannya mendesak golongan tua untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

2. Siapa saja yang terlibat dalam peristiwa rengasdengklok?

Yang terlibat dalam peristiwa Rengasdengklok adalah Sjahrir dan para pemuda

3. Bagaimana proses terjadiya peristiwa rengasdengklok?

Pada 14 Agustus 1945, Soetan Sjahrir mendengar kabar dari radio bahwa Jepang menyerah dari Sekutu dalam Perang Asia Timur Raya. Sjahrir segera menemui Soekarno dan Mohammad Hatta untuk menyampaikan kabar tersebut. Silang pendapat pun terjadi di antara ketiga tokoh bangsa itu. Sjahrir meminta agar kemerdekaan segera dideklarasikan. Namun, Soekarno dan Hatta yang belum yakin dengan berita kekalahan Jepang memilih menunggu kepastian sembari menanti janji kemerdekaan dari Dai Nippon. Perundingan-perundingan diadakan di antara para pemuda dengan tokoh-tokoh tua, maupun diantara para pemuda sendiri. Walaupun demikian, antara tokoh pemuda dan golongan tua sering terjadi perbedaan pendapat. Akibatnya, terjadilah “Peristiwa Rengasdengklok”. Pada tanggl 16 Agustus pukul 04.00 WIB, Bung Hatta dan Bung Karno beserta Ibu Fatmawati dan Guntur Soekarno Putra dibawa pemuda ke Rengasdengklok agar tidak terpengaruh oleh Jepang. Tujuannya mendesak golongan tua untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

4. Apa hasil setelah terjadi peristiwa rengasdengklok?

Hasil kesepakatan pada peristiwa Rengasdengklok adalah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia akan diadakan tanggal 17 Agustus 1945.

Demikian pembahasan mengenai Peristiwa Rengasdengklok dan Proklamasi Kemerdekaan. Semoga bermanfaat.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *