Peristiwa Pada Masa Pemerintahan Kolonial Inggris dan Belanda

Hai adik-adik kelas 5 SD, berikut kita akan membahas peristiwa penting pada masa pemerintahan kolonial Inggris dan Belanda. Pembahasan akan fokus kepada faktor-faktor kegagalan system tanam paksa yang diterapkan Raffles pada masa kolonial Inggris dan Langkah-langkah yang dilakukan Daendels untuk mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris.

Peristiwa Pada Masa Pemerintahan Kolonial Inggris

Bangsa Inggris menjajah Indonesia mulai tahun 1811 hingga 1816. Saat Indonesia dikuasai Belanda, bangsa Inggris datang dan menyerang pulau Jawa untuk menguasai Indonesia. Merekapun berhasil menguasai pulau Jawa dari Belanda melalui TUNTANG. Pemerintahan Inggris di Indonesia dipimpin oleh Thomas Standford Raffles.

Isi perjanjian TUNTANG:

  1. Seluruh kekuatan militer yang berada di Asia Tenggara harus diserahkan pada Inggris.
  2. Utang pemerintahan Belanda tidak diakui Inggris.
  3. Pulau Jawa, Madura, dan semua pangkalan Belanda di luar Jawa menjadi wilayah kekuasaan Inggris.

Setelah berhasil menguasai Indonesia, pemerintah Inggris kemudian mengangkat Thomas Stamford Raffles sebagai Letnan Gubernur di Indonesia. Raffles memulai tugasnya pada tanggal 19 Oktober 1811.

Kebijakan di Bidang Ilmu Pengetahuan

  1. Mengundang ahli pengetahuan dari luar negeri untuk mengadakan berbagai penelitian ilmiah di Indonesia.
  2. Raffles bersama Arnoldi berhasil menemukan bunga bangkai sebagai bunga raksasa dan terbesar di dunia. Bunga tersebut diberinya nama ilmiah Rafflesia Arnoldi.
  3. Raffles menulis buku “History of Java” dan merintis pembangunan Kebun Raya Bogor. Kebun Raya Bogor merupakan kebun biologi yang mengoleksi berbagai jenis tanaman di Indonesia bahkan dari berbagai penjuru dunia.

Kebijakan di Bidang Ekonomi

  1. Menghapus contingenten penyerahan diganti dengan sistem sewa tanah (land-rente).
  2. Semua tanah dianggap milik negara. Maka, petani harus membayar pajak sebagai uang sewa.

Upaya Raffles menerapkan sistem pajak tanah mengalami kegagalan karena faktor-faktor berikut:

  1. Sulit menentukan besar kecilnya pajak bagi pemilik tanah karena tidak semua rakyat mempunyai tanah yang sama.
  2. Sulit menentukan luas sempitnya dan tingkat kesuburan tanah petani.
  3. Keterbatasan pegawai-pegawai Raffles.
  4. Masyarakat desa belum mengenal sistem uang.

Kebijakan di Bidang Pemerintahan, Pengadilan, dan Sosial

Dalam bidang ini Raffles menetapkan kebijakan berikut:

  1. Pulau Jawa dibagi menjadi 16 keresidenan termasuk Yogyakarta dan Surakarta.
  2. Setiap keresidenan mempunyai badan pengadilan.
  3. Melarang perdagangan budak.

Peristiwa Pada Masa Pemerintahan Kolonial Belanda

Pada tahun 1595, Belanda berangkat dari Eropa di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan sampai di Indonesia pada tahun 1596 dengan mendarat di Banten. Sejak pelayaran de Houtman, banyak berdiri perusahaanperusahaan dagang Belanda yang masing-masing memiliki kapal sendiri dan berlayar ke Indonesia.

Pembentukan VOC

Pedagang Belanda dengan didukung oleh pemerintahnya membentuk kongsi dagang yang bernama VOC (Vereenidge Oostindische Compagnie) pada tanggal 20 Maret 1602.

Tujuan VOC di Indonesia antara lain sebagai berikut:

  1. Menguasai pelabuhan-pelabuhan penting.
  2. Menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia.
  3. Melaksanakan monopoli perdagangan rempah-rempah.

Pengalihan Kekuasaan VOC kepada Kerajaan Belanda

Memasuki akhir abad ke-18, kejayaan VOC mulai merosot.

Faktor internal yang menyebabkan kemerosotan VOC adalah sebagai berikut.

  1. Banyak pegawai VOC melakukan korupsi.
  2. Sulitnya melakukan pengawasan terhadap daerah penguasaan VOC yang sangat luas.

Faktor eksternal yang menyebabkan kemerosotan VOC adalah sebagai berikut:

  1. Meletusnya Revolusi Prancis menyebabkan Belanda jatuh ke tangan Prancis di bawah pimpinan Napoleon Bonaparte.
  2. Penentangan oleh rakyat Indonesia terhadap VOC dalam bentuk peperangan yang banyak menyedot pembiayaan dan tenaga.

Pada tanggal 15 Januari 1808, Herman W. Daendels menerima kekuasaan dari Gubernur Jenderal Weise. Daendels dibebani tugas mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris karena Inggris telah menguasai daerah kekuasaan VOC di Sumatra, Ambon, dan Banda.

Sebagai gubernur jenderal, langkah-langkah yang ditempuh Daendels antara lain:

  1. meningkatkan jumlah tentara dengan cara mengambil dari berbagai suku bangsa di Indonesia,
  2. membangun pabrik senjata di Semarang dan Surabaya,
  3. membangun pangkalan armada di Anyer dan Ujung Kulon,
  4. membangun jalan raya dari Anyer hingga Panarukan sepanjang lebih kurang 1.100 km, dan
  5. membangun benteng-benteng pertahanan.

Daendels menerapkan sistem kerja paksa (rodi). Daendels juga melakukan berbagai usaha untuk mengumpulkan dana dalam menghadapi Inggris, antara lain: mengadakan penyerahan hasil bumi, memaksa rakyat menjual hasil buminya kepada pemerintah Belanda dengan harga murah, mewajibkan rakyat Priangan untuk menanam kopi, dan menjual tanah-tanah.

1. Jelaskan faktor-faktor kegagalan system tanam paksa yang diterapkan Raffles pada masa kolonial Inggris!

Pembahasan:
Faktor-faktor kegagalan system tanam paksa yang diterapkan Raffles pada masa kolonial Inggris yaitu:
(1) Sulit menentukan besar kecilnya pajak bagi pemilik tanah karena tidak semua rakyat mempunyai tanah yang sama.
(2) Sulit menentukan luas sempitnya dan tingkat kesuburan tanah petani.
(3) Keterbatasan pegawai-pegawai Raffles.
(4) Masyarakat desa belum mengenal sistem uang.

2. Sebutkan Langkah-langkah yang dilakukan Daendels untuk mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris!

Pembahasan:
Langkah-langkah yang dilakukan Daendels untuk mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris:
(1) meningkatkan jumlah tentara dengan cara mengambil dari berbagai suku bangsa di Indonesia,
(2) membangun pabrik senjata di Semarang dan Surabaya,
(3) membangun pangkalan armada di Anyer dan Ujung Kulon,
(4) membangun jalan raya dari Anyer hingga Panarukan sepanjang lebih kurang 1.100 km, dan
(5) membangun benteng-benteng pertahanan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *