Penilaian Sikap Spiritual Kurikulum 2013

By | October 15, 2019

Dalam kurikulum 2013, salah satu jenis penilaian yang harus dilakukan oleh guru adalah penilaian sikap.

Tidak seperti penilaian yang lain, penilaian ini lebih bertujuan untuk membina prilaku peserta didik.

Ada dua jenis penilaian sikap dalam kurikulum 2013 yaitu: Penilaian sikap spiritual dan Penilaian sikap sosial

Dalam kesempatan ini, kita akan membahas secara lengkap penilaian sikap spiritual.

Penilaian Sikap Spiritual

Kompetensi sikap spiritual tertuang dalam kompetenis inti 1 (KI 1)

Kompetensi yang akan diamati meliputi menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.

Penilaian sikap spiritual terdiri atas penilaian utama dan penilaian penunjang.

Berikut merupakan pembahasan mengenai masing-masing penilaian.

Penilaian Utama

Penilaian utama pada sikap spiritual peserta didik diperoleh melalui pengamatan harian yang ditulis dalam jurnal harian.

Prilaku yang dicatat dalam buku jurnal adala prilaku yang menonjol (sangat baik atau perlu bimbingan).

Jika tidak ada catatan dalam jurnal, peserta didik dikategorikan berprilaku sangat baik.

Observasi ini dilakukan oleh guru kelas maupun guru mata pelajaran (Agama dan PJOK) pada saat pembelajaran maupun di luar proses pembelajaran.

Untuk sikap spiritual, ada empat sikap yang bisa kita nilai.

Keempatnya meliputi ketaatan beribadah, berprilaku syukur, berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, serta toleransi dalam beribadah.

Berikut merupakan indikator dari masing-masing sikap;

Indikator Sikap Ketaatan Beribadah

  • Patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya.
  • Mau mengajak teman seagamanya melakukan ibadah bersama.
  • Mengikuti kegiatan keagamaan yang diselenggarakan sekolah.
  • Melaksanakan ibadah sesuai ajaran agama.
  • Merayakan hari besar agama.
  • Melaksanakan ibadah tepat waktu.

Indikator Sikap Berprilaku Syukur

  • Mengakui kebesaran Tuhan dalam menciptakan alam semesta.
  • Menjaga kelestarian alam, tidak merusak tanaman.
  • Tidak mengeluh.
  • Selalu merasa gembira dalam segala hal.
  • Tidak berkecil hati dengan keadaanya.
  • Suka memberi atau menolong sesama.
  • Selalu berterima kasih bila menerima pertolongan.
  • Menerima perbedaan karakteristik sebagai anugerah Tuhan.
  • Selalu menerima penugasan dengan sikap terbuka.
  • Berterima kasih atas pemberian orang lain.

Indikator Sikap Berdoa Sebelum dan Sesudah Melakukan Kegiatan

  • Berdoa sebelum dan sesudah belajar.
  • Berdoa sebelum dan sesudah makan.
  • Mengajak teman berdoa saat memulai kegiatan.
  • Mengingatkan teman untuk selalu berdoa.

Indikator Toleransi Dalam Beribadah

  • Tindakan yang menghargai perbedaan dalam beribadah.
  • Menghormati teman yang berbeda agama.
  • Berteman tanpa membedakan agama.
  • Tidak mengganggu teman yang sedang beribadah.
  • Menghormati hari besar keagamaan lain.
  • Tidak menjelekkan ajaran agama lain.

Penilaian Penunjang

Penilaian penunjang bisa dilakukan melalui penilaian diri dan penilaian antar teman.

Hasil dari penilaian penunjang dijadikan sebagai pembanding dari penilaian utama.

Cara Melakukan Penilaian Sikap

Untuk dapat melakukan penilaian spiritual dengan benar, kita perlu melakukan beberpa hal.

Pertama, kita harus mempersiapkan jurnal yang akan digunakan untuk mencatat segala prilaku sikap peserta didik.

Jurnal penilaian sikap spiritual memuat No, Hari/Tanggal, Nama Peserta Didik, Catatan Prilaku, Butir Sikap, dan Tindak Lanjut.

Untuk Catatan prilaku, diisi dengan jenis prilaku peserta didik yang menonjol.

Contoh:

  • Ketut bermain saat sembahyang
  • Made mengucapka selamat hari raya kepada temannya yang berbeda Agama.
Penilaian Sikap Spiritual

Untuk prilaku yang negatif seperti yang dilakukan oleh Ketut, guru wajib mencantumkan tindak lanjut.

Seluruh catatan jurnal baik yang dilakukan oleh guru kelas maupun guru mata pelajaran dikumpulkan dan dirangkum menjadi deskripsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *