Ujian

Menulis Ijazah Tahun 2020, Perhatikan Hal-Hal Berikut

Kelulusan siswa SD, SMP, dan SMA sederjat sudah dilakukan. Salah satu tugas berat yang harus segara dilakukan oleh wali kelas VISD, IX SMP, dan XII SMA sederajat adalah menulis ijazah siswa. Berikut kita akan membahas mengenai hal-hal yang harus diperhatikan saat menulis ijazah di tahun 2020 untuk jenjang SD, SMP, dan SMA sederjat.

Petunjuk Menulis Ijazah Tahun 2020 Bagian Depan

Kemendikbud sendiri telah mengeluarkan petunjuk teknis penulisan ijazah SD, SMP, dan SMA sederajat tahun 2020 (Baca: Juknis Penulisan Ijazah SD, SMP, dan SMA). Di dalam juknis tersebut, terdapat aturan dalam menulis ijazah bagian depan dan belakang.

Gambar 1 Bagian Depan Ijazah SD, SMP, SMA, dan SMK Tahun 2020

Keterangan:

  1. Halaman depan ijazah SD tahun 2020
  2. Halaman depan ijazah SDLB tahun 2020
  3. Halaman depan ijazah SMP tahun 2020
  4. Halaman depan ijazah SMPLB tahun 2020
  5. Halaman depan ijazah SMA MIPA Kurikulum 2013 tahun 2020
  6. Halaman depan ijazah SMA IPS Kurikulum 2013 tahun 2020
  7. Halaman depan ijazah SMA Bahasa dan Budaya Kurikulum 2013 tahun 2020
  8. Halaman depan ijazah SMA IPA Kurikulum 2006 tahun 2020
  9. Halaman depan ijazah SMA IPS Kurikulum 2006 tahun 2020
  10. Halaman depan ijazah SMA Bahasa Kurikulum 2006 tahun 2020
  11. Halaman depan ijazah SPK berbentuk SMA tahun 2020
  12. Halaman depan ijazah SMALB tahun 2020

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis halaman depan ijazah SD, SMP, SMA, dan SMK tahun 2020.

  • Angka 1 diisi dengan nama sekolah yang menerbitkan ijazah. Contoh penulisan: Sekolah Dasar Negeri 1 Semarapura Tengah
  • Angka 2 diisi dengan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN). Contoh penulisan: 50102405
  • Angka 3 diisi dengan Kabupaten/Kota sesuai dengan alamat sekolah. Contoh penulisan: Klungkung
  • Angka 4 diisi dengan provinsi sesuai dengan alamat sekolah. Contoh penulisan: Bali
  • Angka 5 diisi dengan nama peserta didik pemilik ijazah. Penulisan nama menggunakan huruf kapital. Nama harus sama dengan nama yang tertuang dalam akta kelahiran siswa. Contoh penulisan: I GUSTI LANANG GEDE PUTRA ASTAWA
  • Angka 6 diisi dengan tempat dan tanggal lahir siswa. Penulisan tempat dan tanggal lahir siswa, harus sama dengan tempat dan tanggal lahir siswa di akta kelahiran mereka. Contoh penulisan: Sibetan, 25 Juli 1987.
  • Angka 7 diisi dengan nama orangtua/wali peserta didik. Nama orang tua/wali dengan memberikan huruf kapital di bagian depan masing-masing nama. Contoh penulisa: I Gusti Lanang Putu
  • Angka 8 diisi dengan Nomor Induk Siswa (NIS) yang tercantum dalam buku Induk yang ada di sekolah.
  • Angak 9 diisi dengan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang berjumlah 10 digit angka.
  • Angka 11 diisi dengan nama kabupaten/kota tempat penerbitan ijazah. Contoh penulian: Klungkung.
  • Angka 12 diisi dengan tanggal penerbitan ijazah. Sesuai dengan juknis, tanggal penerbitan ijazah paling cepat bersamaan dengan tanggal kelulusan siswa. Untuk siswa SD tanggal ijazah ditulis: 15 Juni 2020.
  • Angka 13 diisi dengan nama kepala sekolah. Ijazah akan ditandatangani oleh kepala sekolah. Bagi sekolah yang memiliki kepala sekolah dengan status PNS, di bawah nama dituliskan NIP. Untuk kepala sekolah yang Non PNS, bagian bawah cukup diisi dengan tanda strip (-). Untuk sekolah yang belum memiliki kepala sekolah atau kepala sekolah masih Pelaksana Tugas (Plt), pada kolom nama atau jabatan tidak perlu menuliskan Plt.
  • Angka 14 diberikan stampel sekolah. Stempel sekolah harus menyentuh pas foto.
  • Angak 15 ditempelkan pas foto peserta didik yang terbaru dengan ukuran 3×4 cm. Foto kemudian diisi dengan cap tiga jari (telunjuk, jari tengah, dan jari manis) dari tangan kiri peserta didik.

Petunjuk Menulis Ijazah Tahun 2020 Bagian Belakang

Bagian belakang ijazah SD, SMP, SMA, dan SMK akan diisi dengan nilai ujian peserta didik. Aturan yang harus diperhatikan dalam menulis ijazah bagian belakang ini meliputi:

  1. Nama menggunakan huruf kapital. Nama harus sama dengan yang tercantum dalam akta kelahiran peserta didik. Contoh penulisan: I GUSTI LANANG GEDE PUTRA ASTAWA
  2. Untuk nilai ujian sekolah peserta didik, menggunakan bilangan bulat 0-100. Jika nilai peserta didik mengandung bilangan desimal, maka wajib dibulatkan. Misalkan 86,7 maka dibulatkan menjadi 87.
  3. Untuk Rata-rata yang ada di bagian bawah, penulisan menggunakan pembulatan 2 angka di belakang koma. Contoh rata-rata misalkan 85,78

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker