Menu
Akurat dan Terpercaya

Mengenal Batik Indonesia: Batik Daerah dan Filosofinya

  • Share
Mengenal Batik Indonesia: Batik Daerah dan Filosofinya

Hai adik-adik kelas 5 SD, berikut ini Osnipa akan membahas materi mengenai batik. Kali ini kita akan membahas Mengenal Batik Indonesia: Batik Daerah dan Filosofinya. Semoga bermanfaat.

Pada pertemuan sebelumnya kalian sudah menggambar batik baju lebaran atau batik yang Ananda miliki di rumah. Tahukah kalian, batik di tanah air dibedakan menjadi dua, yaitu batik klasik dan batik pesisir. Motif batik klasik dianggap masih asli, motifnya lebih condong pada motif-motif geometris, pewarnaan yang kalem serta lebih condong pada warna-warna gelap seperti coklat, biru tua dan merah marun. Keunikan lainnya yang terkandung dalam motif hias batik klasik adalah makna simbolisnya yang kebanyakan berupa doa atau harapan yang baik-baik terhadap pemakainya.

Sedangkan batik pesisir, motifnya cenderung bersifat naturalis, menggunakan warna-warna cerah mengabaikan makna simbolis dan lebih menekankan segi keindahan motif , selain itu banyak ditemukan pengaruh budaya Eropa dan China pada motif pesisir.

Untuk lebih mengenal batik Indonesia, Simak pembahasan berikut ini.

Mengenal Batik Indonesia

Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan.

Alat dan Bahan Membatik

  1. Kain mori. Kain mori terbuat dari kapas yang telah mengalami proses pemutihan dan memiliki klasifikasi khusus.
  2. Canting. Alat utama melukis motif batik tulis tradisional.
  3. Malam atau lilin batik. Malam atau lilin batik berfungsi untuk menutupi bagian tertentu agar tidak terkena pewarna.
  4. Zat pewarna
  5. Wajan dan kompor kecil. Wajan dan kompor kecil berfungsi untuk memanaskan atau mencairkan malam.
  6. Gawangan. Gawangan berfungsi untuk menyangga kain saat proses membatik berlangsung.
  7. Dingklik. Dingklik merupakan kursi kecil terbuat dari kayu untuk duduk seorang pembatik.
  8. Bandul. Bandul adalah alat yang digunakan kain batik agar tidak mudah bergeser ketika sedang dilukis dengan malam.
  9. Taplak atau alas. Taplak atau alas merupakan selembar kain yang digunakan sebagai alas saat membatik.
  10. Meja. Meja berfungsi untuk meluruskan atau meratakan permukaan kain sebelum dibatik.

Teknik Pembuatan Batik

Teknik pembuatan batik terbagi atas tiga yakni:

  1. Teknik tulis menggunakan canting sebagai alat pembuat motif.
  2. Teknik cap menggunakan stempel yang di atasnya sudah berbentuk ragam hias batik.
  3. Teknik cetak atau sablon

Batik Daerah dan Filosofinya

1. Motif Batik Aceh – Bungong Jeumpa

Motig batik bungong jeumpa atau biasa masyarakat setempat mengatakan bunga jeumpa atau dalam istilah orang jawa dekenal dengan nama bunga kantil, digunakan sebagai motif batik aceh karena hampir di setiap wilayah aceh terdapat banyak bunga jeumpa serta bentuknya indah. Unsur alam yang khas digunakan pada motif batik aceh ini.

2. Motif Batik Bengkulu – Kain Besurek Bengkulu

Kain “Besurek” berasal dan merupakan kosakata dari dialek masyarakat Bengkulu. Kata tersebut berasal dari suku kata “be” termasuk awalan dengan pengertian “ber” dan “surek” yang berarti surat atau tulisan.

Kata “surat” adalah informasi tertulis. Namun, pada istilah “Kain Besurek” kata “surat” tidak mempunyai makna tertentu. Hal ini merupakan ciri motif dan pembuatan kain besurek yang memang melalui proses membatik.

3. Motif Batik Betawi

Batik Betawi berbentuk kain panjang dan kain sarung yang motifnya dikerjakan dengan tulis dan cap. Bahan kainnya berupa sutera, ATBM, prima, primis, dan dobi. Sedangkan filosofinya, Batik Betawi sebagai keseimbangan alam semesta untuk memenuhi hidup yang sejahtera dan berkah.

4. Motif Batik Cirebon – Mega Mendung

Mega mendung adalah salah satu motif batik khas Cirebon yang paling dikenal oleh khalayak. Motif ini menggambarkan bentuk sekumpulan awan di langit. Konon menurut sejarah Cirebon, motif ini terbentuk ketika seseorang melihat bentuk awan pada genangan air setelah hujan dan cuaca saat itu sedang mendung.

5. Motif Batik Pekalongan – Batik Jlamprang

Makna dan filosofinya menggambarkan tentang budaya islam yang senang bersilaturahmi dan selalu hidup secara guyub dan rukun. Filosofi lain dari jlaparang adalah lebih berkenaan tentang budaya umat hindu.

6. Batik Jogja – Sido Mulyo

Sido mulyo sendiri memiliki makna dharma, kemakmuran, dan melindungi buminya.

7. Motif Batik Kalimantan

Motif batik Dayak mencerminkan budaya masyarakat Dayak. Istilah Dayak yang mempunyai arti “sungai”. Sehingga batik ini menggambarkan bermacam-macam aktivitas yang sering berkaitan dengan sungai. Secara umum batik Kalimantan memiliki ciri khas warna yang mencolok, berani, dan warna-warni.

8. Motif Batik Sulawesi Selatan – Btik Pa’tedong

Motif batik Sulawesi Selatan yang pertama adalah Pa’tedong atau kepala kerbau. Perlu diketahui bahwa kerbau merupakan hewan yang sangat dihormati dan menjadi peliharaan kesayangan masyarakat Toraja. Kerbau mempunyai filosofi penting yang melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat Toraja.

9. Motif Batik Nusa Tenggara Barat – Batik Sasambo

Seperti batik pada umumnya, batik sasambo memiliki motif dan corak yang khas. Batik sasambo biasanya menggambarkan corak rumah khas suku Sasak, Samawa, dan Bojo (Sasambo). Selain itu, batik sasambo juga biasa menggambarkan Lombok atau cabai serta cecak sebagai binatang khas di sana.

10. Motif Batik Papua – Motif Tifa Honai

Motif Tifa Honai merupakan motif batik papua yang mempunyai makna filosofi sangat mendalam, yaitu mempunyai makna rumah kebahagiaan.

Soal Latihan Mengenal Batik Indonesia: Batik Daerah dan Filosofinya dan Pembahasan

1. Jelaskan salah satu jenis batik daerah yang ada pada video dengan bahasamu sendiri!

Pembahasan:
Batik yang berasal dari Pekalongan adalah Batik Jlamprang

2. Jelaskan makna dan filosofi motif batik daerah tersebut!

Pembahasan:
Makna dan filosofi motif batik jlamprang menggambarkan tentang budaya islam yang senang bersilaturahmi dan selalu hidup secara guyub dan rukun.

3. Sebutkan alat dan bahan yang diperlukan saat membuat batik!

Pembahasan:
Alat dan bahan yang diperlukan saat membuat batik:

  1. Kain mori
  2. Canting
  3. Malam atau lilin batik
  4. Zat pewarna
  5. Wajan dan kompor kecil
  6. Gawangan
  7. Dingklik
  8. Bandul
  9. Taplak
  10. Meja

Demikian pembahasan mengenai Mengenal Batik Indonesia: Batik Daerah dan Filosofinya. Semoga bermanfaat.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *