Flipped Classroom Pengertian, Kelebihan, Kekurangan, dan Sintaks

Flipped Classroom : Pengertian, Kelebihan, Kekurangan, Sintaks

Di masa Pandemi Covid 19, salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru adalah Flipped Classroom. Berikut ini kita akan membahas mengenai Flipped Classroom yang meliputi Pengertian, Kelebihan, Kekurangan, dan sintaks (langkah-langkah pembelajaran).

Pengertian Flipped Classroom

Berikut merupakan beberapa pengertian flipped classroom menurut para ahli.

Menurut Johnson (2013: 2) Flipped classroom merupakan strategi guru dengan meminimalkan jumlah instruksi secara langsung dalam proses pembelajaran. Strategi ini memanfaatkan bahan ajar yang telah di sediakan guru yang diberikan kepada siswa untuk dipelajari dirumah sebelum mengikuti pembelajaran di kelas pada materi selanjutnya.

Menurut Menurut Bergmann dan Sams ( dalam Basal 2015: 28) “kelas yang dibalik bisa digambarkan dimana” yang secara tradisional dilakukan di kelas sekarang dilakukan di rumahdanyang secara tradisional dilakukan sebagai pekerjaan rumah sekarang di selesaikan dikelas “.

Menurut Walsh (2016: 348) flipped classroom adalah bentuk pembelajaran
campuran di mana siswa belajar materi baru di rumah dan yang dulunya pekerjaan rumah sekarang dilakukan di kelas dengan bimbingan guru dan interaksi dengan siswa, bukannya mengajar. Hasil kerja siswa dalam di diskusikan dan di presentasikan.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa flipped classroom adalah membalik kelas dari yang dulunya di kelas sekarang di balik di rumah. Siswa diberi bahan ajar dahulu untuk dipelajari di rumah sebelum masuk kelas dan kegiatan di kelas yaitu penguatan materi yang belum dipahami dan mengerjakan latihan-latihan soal.

Kelebihan

Menurut Basal (2015:34) Kelebihan strategi flipped classroom antara lain:

  1. Waktu di kelas lebih banyak
  2. Kesempatan untuk pembelajaran yang dipersonalisasi
  3. Kesempatan untuk belajar yang berpusat pada siswa
  4. Interaksi antara siswa dan guru lebih banyak
  5. Peningkatan motivasi siswa
  6. Lingkungan belajar yang penuh dengan alat yang familiar

Menurut Ulfa (2014: 12) kelebihan flipped classroom adalah:

  1. Siswa dapat mengulang-ulang materi tersebut hingga ia benar-benar paham materi, tidak seperti pada pembelajaran biasa, apabila murid kurang mengerti maka guru harus menjelaskan lagi hingga siswa dapat mengerti .
  2. Siswa dapat mencari informasi dari manapun yang mendukung materi tersebut
  3. Efisien, karena siswa diminta untuk mempelajari materi di rumah dan pada saat di kelas, siswa dapat lebih memfokuskan kepada kesulitannya dalam memahami materi ataupun kemampuannya dalam menyelesaikan soal-soal berhubungan dengan materi tersebut.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kelebihan strategi flipped classroom adalah siswa lebih leluasa untuk belajar mandiri di rumah dan dapat mengulang-ngulang mempelajari materinya hingga siswa paham dan siswa lebih bertanggung jawab atas apa yang sudah dipelajari mandiri di rumah sehingga siswa lebih matang dan siap saat masuk kelas dan pembelajaran dimulai. Siswa sudah punya pengetahuan awal sebelum masuk kelas dan bisa bertanya saat ada bagian materi yang belum dipahami yang butuh penjelasan dari guru.

Kekurangan

Menurut Schiller (2013: 63) kekurangan flipped classroom:

  1. Siswa yang baru mengenal metode ini butuh adapatasi karena belajar mandiri di rumah, konsekuensinya mereka tidak siap dengan pembelajaran aktif di dalam kelas. Solusi masalah ini dengan cara memberikan kuis salah satunya online, di kelas, memberikan PR untuk referensi informasi.
  2. Pekerjaan rumah (bacaan dan video)harus disesuaikan dengan hati-hati untuk mempersiapkan mereka pada kegiatan di kelas.
  3. Membuat bahan ajar berkualitas yang bagus sangat sulit.

Berdasarkan pendapat ahli di atas bahwa siswa membutuhkan adaptasi untuk belajar mandiri di rumah dan butuh waktu yang ekstra untuk benar-benar bisa memahami materi yang dipelajari di rumah. Siswa mencari informasi pendukung terkait materi baik buku paket atau internet karena siswa mengeksplor pengetahuan sendiri di rumah dan kekurangan dari strategi ini adalah sulitnya mendesign bahan ajar yang mudah dipahami
siswa dan berkualitas.

Langkah-Langkah Pembelajaran (Sintaks) Flipped Classroom

Menurut Bishop (2013: 17), berikut adalah langkah-langkah pembelajaran dengan strategi flipped classroom:

  1. Fase 0 (Siswa belajar mandiri) sebelum dilaksanakan pembelajaran, siswa belajar mandiri di rumah mengenai materi untuk pertemuan berikutnya dengan mempelajari bahan ajar yang sudah diberikan oleh guru saat akhir pembelajaran.
  2. Fase 1 (Datang ke kelas untuk melakukan kegiatan belajar mengajar dan mengerjakan tugas yang berkaitan) pada pembelajaran di kelas, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok secara acak untuk mengerjakan tugas yang berkaitan dengan materi yang sudah dipelajari di rumah dan juga diberi kuis di awal pembelajaran untuk mengukur pemahaman awal siswa saat belajar di rumah.
  3. Fase 2 (Menerapkan kemampuan siswa dalam proyek dan simulasi lain di dalam kelas) Siswa melakukan diskusi bersama kelompoknya. Peran guru adalah memfasilitasi berjalannya diskusi. Di samping itu, guru juga menyiapkan beberapa pertanyaan dari materi tersebut. Sedangkan yang dimaksud proyek pada strategi pembelajaran ini adalah lembar kegiatan yang dikerjakan oleh siswa untuk menerapkan kemampuan pemahamannya.
  4. Fase 3 (Mengukur pemahaman siswa yang dilakukan di kelas pada akhir materi pelajaran) Sebelumnya, guru telah menyampaikan jika akan dilakukan kuis pada setiap akhir pertemuan sehingga siswa benar- benar memahami setiap proses belajar yang telah di lalui saat di kelas. Peran guru disini adalah sebagai fasilitator.

Menurut Basal (2015: 34) langkah-langkah strategi flipped classroom antara lain:

  1. Guru merencanakan secara rinci apa yang akan dipelajari siswa di rumah.
  2. Memilih berbagai kegiatan yang sesuai yang memenuhi kebutuhan semua peserta didik. Pendekatan semacam itu bisa memberi kesempatan belajar yang kaya bagi siswa yang berbeda gaya belajar.
  3. Menentukan bagaimana cara mengintegrasikan tugas dan aktivitas itu terjadi di rumah dan di kelas. Langkah ini sangat penting karena kelas yang membalik untuk menjadi pendekatan campuran. Karena itu, tidak ada bagian yang diimplementasikan terpisah.
  4. Mempresentasikan semua kegiatan secara terorganisir. karena itu
    menghubungkan pembelajaran di rumah dan di kelas.

Menurut Ulfa (2014: 11) Langkah-langkah pembelajaran flipped classroom adalah sebagai berikut :

  1. Siswa belajar mandiri di rumah mengenai materi untuk pertemuan berikutnya.
  2. Di kelas, peserta didik dibentuk berkelompok secara acak.
  3. Peran guru pada saat kegiatan belajar berlangsung adalah memfasilitasi berlangsungnya diskusi dengan metode kooperatif learning. Di samping itu, guru juga akan menyiapkan beberapa pertanyaan (soal) dari materi tersebut.
  4. Guru memberikan kuis/tes sehingga siswa sadar bahwa kegiatan yang mereka lakukan bukan hanya permainan, tetapi merupakan proses belajar, serta guru
  5. berlaku sebagai fasilitator dalam membantu siswa dalam pembelajaran serta menyelesaikan soal soal yang berhubungan dengan materi.

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli, maka dapat disimpulkan bahwa langkah dari strategi flipped classroom yaitu siswa guru memberikan bahan ajar untuk digunakan belajar mandiri siswa di rumah sebelum pertemuan selanjutnya. Jadi siswa lebih mempersiapkan materi sebelum masuk kelas, sedangkan pembelajaran di kelas yaitu penguatan dan latihan soal serta diskusi dan di presentasikan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *