Akurat dan Terpercaya

Contoh Pengalaman Membedakan Suhu dan Kalor

Hai adik-adik kelas 5 SD, berikut ini Osnipa kembali akan membahas mengenai Suhu dan Kalor. Pembahasan kali ini akan fokus kepada perbedaan suhu dan kalor serta contoh pengalaman yang pernah dialami dalam hal membedakan suhu dan kalor.

Perbedaan Suhu dan Kalor

Kalor (panas) adalah bentuk energi yang dapat berpindah dari benda yang memiliki suhu lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah.

Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat panas, dingin suatu benda. Semakin tinggi suhu benda, semakin panas benda tersebut.

Panas (kalor) dan suhu adalah dua hal yang berbeda. Energi panas merupakan salah satu energi yang dapat diterima dan dilepaskan oleh suatu benda. Ketika sebatang logam dipanaskan dengan api, batang logam tersebut mendapatkan energi panas dari api. Energi panas membuat batang logam tersebut menjadi panas. Ketika batang logam tersebut panas, suhunya meningkat. Ketika batang logam menjadi dingin, suhunya menurun.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengukur suhu dengan sentuhan telapak tangan. Indera peraba akan mengirimkan informasi ke otak untuk memberitahu kita bahwa sesuatu itu terasa panas atau dingin. Tangan tidak dapat menjelaskan berapa nilai derajat panas atau dingin suatu benda.

Untuk menyatakan tingkat panas atau dinginnya suatu keadaan digunakan suatu besaran yang disebut suhu atau temperatur.

Suhu (temperatur) adalah besaran yang menyatakan derajat panas suatu benda.

Suhu suatu benda menunjukkan tingkat energi panas benda tersebut. Satuan suhu yang digunakan di Indonesia adalah derajat celcius (oC). Alat untuk mengukur suhu disebut termometer. Satua panas dinyatakan dalam kalori dan diukur dengan kalorimeter.

Contoh Pengalaman Membedakan Suhu dan Kalor

Setelah kalian membaca pembahasan di atas, pastinya kalian sudah dapat membedakan antara suhu dan kalor.

Tugas kalian selanjutnya adalah menceritakan pengalaman yang pernah dialami dalam hal membedakan suhu dan kalor.

Berikut contoh pengalaman membedakan suhu dan kalor

Pembahasan:

Pengalaman saya membedakan suhu dan kalor adalah ketika membantu ibu memasak di dapur. Saat ibu, ibu menaruh sepotong margarin di dalam sebuah piring dan ibu mempersiapkan bahan masakan yang lain. Saya lihat margarin yang ibu taruh tidak berubah. Kemudian, ibu menyuruh saya menaruh penggorengan di atas kompor. Penggorengan saya pegang terasa dingin. Saya menaruh penggorengan di atas kompor, dan Ibu menyalakan kompor tersebut. Margarin di atas piring tadi dimasukkan ke dalam penggorengan. Setelah beberapa saat, saya melihat margarin yang ada di penggorengan meleleh. Melelehnya margarin tersebut disebabkan oleh energi panas yang dihasilkan oleh api kompor. Ketika saya mendekatkan tangan ke penggorengan, ternyata penggorengan yang tadinya dingin sekarang terasa panas. Energi panas yang ada dihasilkan api kompor membuat suhu penggorengan meningkat. Ibu mematikan kompor dan mendiamkan penggorengan tersebut. Setelah beberapa saat, saya menyentuh penggorengan tersebut. Ternyata penggorengan tersebut sudah dingin. Ini membuktikan suhu penggorengan sudah turun. Itulah pengalaman saya membedakan suhu dan kalor.

Demikianlah pembahasan mengenai Contoh Pengalaman Membedakan Suhu dan Kalor. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *