Contoh Membuat Alur dan Menyusun Cerita Fiksi Berdasarkan Pengalaman Pribadi

Hai adik-adik kelas 6 SD, kali ini Osnipa akan kembali membahas mengenai menyusun cerita fiksi. Pembahasan akan fokus kepada apa hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun cerita fiksi dengan mengaitkan pengalaman pribadi, membuat sebuah alur pada bagian awal, tengah dan akhir cerita dengan mengaikan pengalaman pribadi, serta menyusun sebuah cerita fiksi pendek berdasarkan alur.

Menyusun Cerita Fiksi

Dalam menyusun cerita fiksi secara lisan, lebih menitikberatkan pada intonasi dan ekspresi dalam bercerita.

Sedangkan dalam menyusun cerita fiksi secara tertulis, lebih memperhatikan penulisan tanda baca, huruf kapital dan ketepatan penggunaan kalimat.

Langkah-Langkah Menyusun Cerita Fiksi Secara Tertulis

  1. Menentukan judul dan tema berdasarkan pengalaman
  2. Menentukan tokoh-tokoh cerita
  3. Menciptakan konflik/permasalahan
  4. Mengurutkan alur cerita: awal, tengah dan akhir
  5. Mengembangkan alur menjadi sebuah cerita
  6. Perhatikan penulisan tanda baca, penggunaan huruf kapital dan pemilihan kalimat yang tepat. Gunakan huruf kapital pada awal kalimat, nama orang, nama hari serta bulan. Penulisan awal kalimat pada paragraf agak menjorok ke dalam. Gunakan tanda titik (.) pada akhir kalimat berita, tanda tanya (?) pada akhir kalimat tanya dan tanda seru (!) pada akhir kalimat perintah atau larangan. Gunakan tanda kutip pembuka dan penutup (“…”) saat menuliskan kalimat langsung. Gunakan kosakata yang sesuai dengan EYD dan KBBI.

1. Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun cerita fiksi dengan mengaitkan pengalaman pribadi secara tertulis!

Pembahasan:

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun cerita fiksi dengan mengaitkan pengalaman pribadi secara tertulis yaitu penulisan tanda baca, huruf kapital dan ketepatan penggunaan kalimat meliputi:

  1. Perhatikan penulisan tanda baca, penggunaan huruf kapital dan pemilihan kalimat yang tepat.
  2. Gunakan huruf kapital pada awal kalimat, nama orang, nama hari serta bulan.
  3. Penulisan awal kalimat pada paragraf agak menjorok ke dalam.
  4. Gunakan tanda titik (.) pada akhir kalimat berita, tanda tanya (?) pada akhir kalimat tanya dan tanda seru (!) pada akhir kalimat perintah atau larangan.
  5. Gunakan tanda kutip pembuka dan penutup (“…”) saat menuliskan kalimat langsung.
  6. Gunakan kosakata yang sesuai dengan EYD dan KBBI.

2. Buatlah sebuah alur pada bagian awal, tengah dan akhir cerita dengan mengaitkan pengalaman pribadimu!

Pembahasan:

Bagian Awal: Mita, tidak mau makan karena menganggap masakan ibunya tidak enak dan ingin makan humberger.
Bagian Tengah: Perut Mita sakit karena kelaparan karena tidak makan.
Bagian Akhir: Ibu memberi Mita makan dan Mita menyadari masakan ibu sangat enak.

3. Susunlah sebuah cerita fiksi pendek berdasarkan alur pada jawaban nomor 2!

Pembahasan:

Masakan Ibu

Mita adalah anak tunggal. Umurnya baru 6 tahun. Dia sangat manja. Semua keinginannya harus dipenuhi. Jika tidak, Mita akan merajuk.

Seperti siang itu, Mita tidak mau makan. Menurut Mita, masakan yang dibuat oleh ibunya tidak enak. Dia ingin makan humberger.

“Mita tidak mau makan, kalau ibu tidak membelikan Mita humberger!” seru Mita pada ibunya.

“Kalau kamu tidak makan, perutmu akan sakit Mita,” kata ibu Mita berusaha membujuk.

“Makanan ibu tidak enak!” seru Mita sambil masuk ke kamarnya dan mengunci dari dalam.

Ibunya, menghela napas melihat kelakuan Mita. Dia tahu Mita sangat manja. Semua keinginannya harus dipenuhi. Jika tidak, dia tidak akan mengurung diri di kamar.

Hari sudah sore. Mita yang tiduran di kamar merasakan perutnya sakit. Dia juga merasa kelaparan. Karena tidak tertahankan, Mita menangis di kamar.

Ibu yang mendengar Mita menangis, segera pergi ke kamar Mita. “Kamu kenapa Mita?” tanya Ibu.

“Perut Mita sakit sekali Bu,” sahut Mita sambil menangis.

“Kamu pasti kelaparan. Ibu ambilkan makanan untukmu ya,” kata Ibu sambil bergegas menuju dapur.

Bebarapa saat kemudian, ibu sudah kembali dengan membawa makanan. Ibu kemudian menyuapi Mita.

Karena lapar, Mita merasakan masakan ibunya sangat enak. Mita menyesal karena dia tidak mau makan dan menghina masakan ibunya.

“Bu, masakan ibu ternyata sangat enak. Mita minta maaf karena sudah menghina masakan ibu tadi. Mita janji tidak akan manja lagi Bu,” kata Mita setelah selesai makan.

Ibu hanya tersenyum dan mengusap kepala Mita.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *