Menu
Akurat dan Terpercaya

Contoh Kalimat Tanya Kapan Teks Penyandang Cacat yang Sukses

  • Share
Contoh Kalimat Tanya Kapan Teks Penyandang Cacat yang Sukses

Hai adik-adik kelas 5 SD, berikut ini Osnipa akan membahas materi tentang kalimat tanya kapan. Pembahasan akan fokus kepada Contoh Kalimat Tanya Kapan Teks Penyandang Cacat yang Sukses. Semoga bermanfaat.

Ciri-Ciri Kata Tanya

  1. Kata tanya selalu diikuti dengan tanda tanya pada akhir kalimat.
  2. Kata tanya biasanya terletak di awal sebuah kalimat tanya.
  3. Kata tanya seringkali diikuti dan ditambahkan dengan imbuhan sufiks -kah seperti: apakah, siapakah, dimanakah, kapankah, dan lain sebaginya.

Fungsi Kata Tanya Kapan

Kata tanya kapan berfungsi untuk menanyakan waktu terjadinya sebuah atau suatu peristiwa atau kejadian.

Jawaban dari pertanyaan yang menggunakan kata tanya “kapan” adalah waktu kejadian terjadinya sebuah peristiwa atau kejadian yang dapat berupa jam, hari, tanggal, bulan, atau tahun.

Penyandang Cacat yang Sukses

Sidik lahir dengan kondisi yang memprihatinkan. Dia tak memiliki kedua kaki mulai dari pangkal paha. Boleh dibilang, tubuhnya hanya separuh. Sebelum menggunakan kursi roda, dia mengayunkan dua tangan guna menyeret tubuhnya untuk berjalan.

Meski tubuhnya tak sempurna, sejak kecil Sidik tidak pernah mau merepotkan orang lain. Ia selalu berusaha melakukan semua aktivitasnya sendiri. Dia juga tidak mau dipapah atau digendong.

“Saya tidak mau dikasihani orang. Saya ingin sukses bukan karena orang kasihan kepada saya, tetapi karena kerja keras saya,” katanya lugas.

Setelah bertahun-tahun bekerja di Yayasan Swa Prasidya Purna tetapi tidak menghasilkan materi berarti, Sidik memilih keluar dan mencari pekerjaan lain. Dengan bekal ijazah diplomanya, dia diterima di sebuah perusahaan kontraktor sebagai staf personalia. Tapi belum lama dia bekerja, krisis moneter tahun 1998 menghantam dan perusahaannya terpaksa tutup. Maka, dimulailah periode Sidik menjadi pengangguran. Tetapi, dia tak mau lama-lama menganggur, Sidik mulai mengikuti berbagai kursus keterampilan yang diadakan oleh Pemda DKI bagi penyandang cacat. Salah satu kursus yang memikat perhatian Sidik ialah kursus membuat kerupuk dari singkong.

Modalnya ketika itu sumbangan dari Pemda DKI sebesar satu juta rupiah. Bersama istrinya, Sidik kemudian memulai usaha membuat kerupuk dari singkong.

“Dulu belum ada merek, plastik pembungkusnya masih polos.” katanya. Pada awal produksi dia memproduksi sekitar 100 bungkus kerupuk berukuran 2 ons dari bahan baku singkong sebanyak 10 kilogram.

“Namanya juga pertama, kerupuk dagangan saya baru habis setelah sebulan lebih,” katanya mengenang.

Dia juga sudah memiliki merek lengkap dengan cap di pembungkus produknya. “Saya beri nama merek Cap Gurame, ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan ikan gurame, tetapi gurame adalah singkatan dari Gurih, Renyah, Enak,” katanya tersenyum. “Kalau nanti ada uang lebih, merek ini saya mau patenkan.” tambahnya.

Beruntung, ada seorang pengusaha lokal yang melihat kegigihan Sidik dan akhirnya menyumbangkan sebuah sepeda motor untuk operasional usaha.

“Namanya juga tidak punya kaki, saya sempat bingung juga, bagaimana mengendarainya?” Tetapi Sidik tak kehilangan akal, dia mendesain motornya agar tuas perseneling dapat dioperasikan dengan tangan. Dengan bantuan tukang las, jadilah sebuah motor dengan tongkat besi tambahan yang ditempel di perseneling dan injakan rem. Tidak lupa dia juga menempelkan gerobak di sampingnya untuk mengangkut muatan.

“Motor itu benar-benar membantu mobilitas dan produktivitas usaha saya.” ujar Sidik.

Saat ini Sidik terus mengembangkan pemasaran produknya. Setiap hari dia masih berkeliling ke koperasi-koperasi atau warung di seluruh pelosok Ibukota. Bahkan saat Kabari mewancarainya, dua kali telepon selularnya berbunyi dari orang yang meminta agar pasokan kerupuk “Cap Gurame” segera dikirim.

Kini, dari hasil usahanya, Sidik mengantungi keuntungan berkisar 1 sampai 2 juta rupiah perbulan. Meski jumlahnya kecil, apa yang diperbuat Sidik termasuk luar biasa. Dengan keadaan yang terbatas, dia menjadi enterpreuner sejati. Meminjam rumusnya Pak Ciputra, pengusaha dan dosen mata kuliah enterpreunership, bahwa Indonesia membutuhkan sedikitnya 20 persen penduduknya menjadi enterpreuner, barulah menjadi negara makmur, maka Sidik telah memulainya bertahun-tahun lalu. Jelaslah, Indonesia membutuhkan orang-orang gigih seperti Sidik.

Contoh Kalimat Tanya Kapan Teks Penyandang Cacat yang Sukses

Buatlah 3 kata tanya dengan kalimat tanya “Kapan” dan sertakan jawaban berdasarkan isi teks yang Ananda baca!

NoKalimat Tanya KapanJawaban
1.Kapan Sidik memulai usaha kripik singkong?Setelah terjadi krisis moneter
2.Kapan terjadi krisis moneter?Tahun 1998
3.Kapan Sidik tidak memiliki kedua kaki?Sidik tidak memiliki kedua kaki sejak lahir

Demikian pembahasan mengenai Contoh Kalimat Tanya Kapan Teks Penyandang Cacat yang Sukses. Semoga bermanfaat.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *