Cita-Cita Besar Patih Gajah Mada

Hai adik-adik kelas 4 SD, berikut ini Osnipa akan membahas materi tentang Cita-Cita Besar Patih Gajah Mada. Pembahasan akan kita fokuskan kepada apakah cita-cita Patih Gajah Mada terlalu tinggi, bagaimana upaya yang dilakukan Patih Gajah Mada untuk mewujudkan cita-citanya, dan menemukan kata-kata yang lebih baik dengan rima dan makna yang sesuai dengan puisi “Maha Patih Gajah Mada”.

Cita-Cita Besar Patih Gajah Mada

Gajah Mada diperkirakan lahir pada awal abad ke 14, di lembah Sungai Brantas di antara Gunung Kawi dan Gunung Arjuna. Ia berasal dari kalangan rakyat biasa, bukan dari kalangan keluarga kaya ataupun bangsawan. Sejak kecil dia memiliki bakat kepemimpinan yang sangat kuat melebihi orang-orang sebaya di masanya. Konon, dia terus menempa dirinya agar dapat masuk ke lingkungan pasukan kerajaan.

Gajah Mada yang memiliki arti “Gajah yang cerdas, tangkas, dan energik.” Memulai pekerjaannya sebagai anggota prajurit Bhayangkara. Karena kemampuannya, ia pun diangkat menjadi kepala prajurit Bhayangkara dengan tugas memimpin pasukan pengaman dan pengawal Raja.

Pengabdian Gajah Mada pada kerajaan dimulai pada masa pemerintahan Raja Jayanegara (1309-1328). Berkat kerja keras dan kepemimpinannya yang hebat, Gajah Mada menjadi seorang Patih Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Ratu Tribhuawanatunggadewi Jayawisnuwardhani.

Pada saat hendak dilantik menjadi patih, Gajah Mada membuat janji yang sangat terkenal hingga kini. Sebuah ikrar atau janji yang dikenal dengan nama Sumpah Palapa. Ia berjanji tidak ingin menikmati buah palapa kecuali dapat mempersatukan daerah-daerah seperti Seram, Tanjungpura, Haru, Pahang (Semenanjung), Dompu, Bali, Sunda, Palembang, dan Tumasik (Singapura).

Janji atau ikrar yang ia upayakan untuk terwujud dengan menyatukan wilayah tersebut menjadi wilayah Nusantara. Saat itu wilayah Nusantara lebih luas dari wilayah Negara Indonesia sekarang. Saat itu wilayah Nusantara meliputi seluruh Semenanjung Malayu (Malaysia dan Singapura), Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Sunda Kecil, Bali, Maluku, Papua, hingga wilayah Darwin (Australia).

Puisi “Maha Patih Gajah Mada”

Maha Patih Gajah Mada
Karya: D. Karitas

Wahai Maha Patih Gajah Mada
Sejarah telah mengukir nama besarmu
Sejarah telah mengakui kepemimpinanmu
Sejarah telah mencatat keberanianmu

Maha Patih Gajah Mada
Tak akan hilang dari benak kami para pemuda bangsa
Kisah kepahlawananmu
Semangat pantang menyerahmu
Dan usaha keras untuk mewujudkan cita-citamu

Maha Patih Gajah Mada,
Kami akan terus membangun bangsa ini
Kami akan terus menjaga persatuan dan kesatuan negara ini
Dan kami akan terus menghormatimu, pahlawan kami

Menurutmu, apakah cita-cita Patih Gajah Mada terlalu tinggi saat itu? Bagaimana upaya yang dilakukan Patih Gajah Mada untuk mewujudkan cita-citanya?

Pembahasan:
Menurut saya cita-cita Gajah Mada sangat tinggi saat itu. Dia ingin mempersatukan Nusantara. Untuk mewujudkan cita-citanya, Gajah Mada harus bekerja keras dalam menaklukkan kerajaan-kerajaan lain agar ada di bawah panji Kerajaan Majapahit.

☐ Salinlah puisi tersebut di buku tulismu dengan menggunakan pensil.
☐ Perhatikan baris kata-kata pada bait pertama. Lalu, gantilah beberapa kata di setiap barisnya dengan menggunakan kata-katamu sendiri.
☐ Perbaiki jika kamu menemukan kata-kata yang lebih baik dengan rima dan makna yang sesuai.
☐ Lakukan hal yang sama terhadap bait-bait berikutnya.

Pembahasan:

Maha Patih Gajah Mada

Wahai Maha Patih Gajah Mada
Sejarah mencatat nama besarmu
Betapa mengagumkan kepemimpinanmu
Betapa membanggakan keberanianmu

Maha Patih Gajah Mada
Para penerus bangsa takan melupakanmu
Kisah tauladan kepahlawananmu
Semangat yang menggebu dan pantang menyerahmu
Berjuang keras untuk mewujudkan cita-citamu

Maha Patih Gajah Mada,
Kami berusaha terus membangun bangsa ini
Kami selalu menjaga persatuan dan kesatuan negara ini
Kami kan selalu menghormatimu, pahlawan kami

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *