Apa yang Kamu Ketahui dan Ingin Kamu Ketahui tentang Sultan Agung

Hai adik-adik kelas 4 SD, sebelumnya kita sudah belajar tentang Sultan Hasannudin dan nilai-nilai kepahlawanannya. Tahukah kamu siapa lagi tokoh pada masa kerajaaan Islam yang memiliki nilai-nilai kepahlawanan yang dapat kita teladani? Nah, salah satu tokoh tersebut adalah Sultan Agung. Beliau ada raja dari Kesultanan Mataram. Sultan Agung memiliki peninggalan dalam bidang budaya yaitu seni dan kalender Jawa. Peninggalan beliau itu mewarnai budaya masyarakat Jawa.

Kerajaan Mataram Islam

Kesultanan Mataram atau yang disebut dalam Bahasa Jawa Nagari Kesultanan Mataram kadang disebut Mataram Islam atau Mataram Baru adalah suatu negara Islam berbentuk kesultanan di pulau Jawa. Kesultanan ini sudah didirikan sejak abad ke 16, namun baru menjadi sebuah negara berdaulat di abad ke 17 yang dipimpin suatu wangsa yang bernama wangsa Mataram.

Pusat pemerintahan Kesultanan Mataram Islam terletak di wilayah Kuthagedhe yang berada di Kota Yogyakarta sekarang.

Kerajaan Mataram menjadi salah satu kesultanan Islam yang berkembang pesat di tanah Jawa. Ada berbagai cara yang dilakukan penguasa kala itu demi menjadikan Kerajaan Mataram sebagai pusat agama Islam, misalnya mendirikan rumah ibadah.

Selainitu, kerajaan Mataram juga rutin menerjemahkan naskah Arab, menerjemahkan Al-Quran ke bahasa Jawa, hingga mendirikan pesantren demi menjdikan wilayahnya sebagai pusat agama Islam.

Ada banyak peninggalan dari Kerajaan Mataram Islam yakti Mesjid Agung Gedhe Kauman di Yogyakarta, hingga Mesjid Agung Surakarta di Solo. Selain itu, ada juga kitab Sastra Gending yang menjadi sumber sejarah Kerajaan Mataram Islam.

Dalam kitab yang ditulis oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo dari Kerajaan Mataram tersebut dikisahkan bahwa setiap orang harus menjadi pribadi yang sopan dan santun, baik di keadaan apapun.

Kerajaan Mataram Islam atau Kesultanan Mataram mencapai puncak kejayaan di bawah pemerintahan Sultan Agung. Pada masa pemerintahannya, bidang perdagangan dan budaya mengalami kemajuan yang sangat pesat.

Sultan Agung

Sultan Agung adalah salah satu raja terkenal yang hidup pada masa Islam. Beliau adalah Raja Mataram. Sultan Agung memerintah antara tahun 1613-1645. Di bawah kepemimpinannya, Mataram berkembang menjadi kerajaan terbesar di Jawa dan Nusantara pada saat itu.

Nama asli Sultan Agung adalah Raden Mas Jatmika, juga dikenal sebagai Raden Mas Rangsang. Dia adalah putra Panembahan Hanyakrawati dan Dyah Banawati (Kanjeng Ratu Mas Hadi). Ayahnya adalah raja kedua Mataram, sedangkan ibunya adalah permaisuri kedua dari Panembahan Janyakrawati.

Selain dikenal gigih melawan Belanda, Sultan Agung juga diketahui sebagai budayawan. Sultan Agung memberi perhatian besar pada kebudayaan Mataram. Beliau memadukan kalender Hijriyah yang dipakai di pesisir utaran dengan kalender saka yang masih dipakai di pedalaman. Sultan Agung juga dikenal sebagai penulis naskah Sastra Gending.

Sultan Agung juga menetapkan bahasa Bagongan sebagai bahasa yang harus digunakan oleh bangsawan dan pejabat di lingkungan keraton untuk menghilangkan kesenjangan.

Pada saat Sultan Agung Hanyokrokusumo menjabat menjadi raja, ia diketahui berhasil menyatukan pulau Jawa dengan menundukkan raja-raja lainnya. Adapun wilayah kekuasaannya meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian Jawa Barat.

Pendudukan Belanda di ujung barat Jawa, sepanjang Banten, dan pemukiman Belanda di Batavia merupakan wilayah di luar kendali Sultan Agung. Belanda merasa berdaulat atas Banten. Dalam upayanya mempersatukan Jawa, Sultan Agung melancarkan penaklukan militer sebagai upaya untuk mengambil alih Banten dan Batavia dari pengaruh Belanda.

Pada tahun 1645 Sultan Agung gugur dalam usaha merebut Batavia. Atas jasa-jasanya sebagai pejuang dan budayawan, Sultan Agung telah ditetapkan menjadi pahlawan nasional Indonesia.

Apa yang Kamu Ketahui dan Ingin Kamu Ketahui tentang Sultan Agung

Apa yang kamu ketahui tentang Sultan AgungApa yang ingin kamu ketahui tentang Sultan Agung
Sultan Agung adalah salah satu raja terkenal dari kerajaan Mataram yang berhasil membawa Mataram menjadi kerajaan terbesar di pulau Jawa dan Nusantara.Apa saja peninggalan sejarah dari Sultan Agung yang menunjukkan keberhasilan dalam membawa Mataram menjadi kerajaan terbesar di pulau Jawa?
Selama menjadi raja, Sultan Agung berhasil menyatukan pulau Jawa.Bagaimana taktik yang dilakukan oleh Sultan Agung dalam menyatukan pulau Jawa?
Sultan Agung juga menetapkan bahasa Bagongan sebagai bahasa yang harus digunakan oleh bangsawan dan pejabat di lingkungan keraton untuk menghilangkan kesenjangan.Mengapa Sultan Agung ingin menghilangkan kesenjangan di lingkungan keraton?
Sultan Agung berhasil memadukan kalender Hijriyah yang dipakai di pesisir utaran dengan kalender saka yang masih dipakai di pedalaman.Mengapa Sultan Agung memadukan kalender hijriyah dengan kalender saka?
Pada tahun 1645 Sultan Agung gugur dalam usaha merebut Batavia dan ditetapkan menjadi pahlawan nasional Indonesia.Mengapa Sultan Agung ingin merebut Batavia dari tangan Belanda?

Tuangkan isi tabelmu ke dalam tulisan. Tulisanmu harus memuat tokoh, tempat, waktu dan hubungan ketiganya. Pergunakanlah ejaan yang benar.

Contoh Tulisan Apa yang Kamu Ketahui dan Ingin Kamu Ketahui tentang Sultan Agung

Sultan Agung adalah salah satu raja terkenal dari kerajaan Mataram yang berhasil membawa Mataram menjadi kerajaan terbesar di pulau Jawa dan Nusantara. Beliau memerintah dari tahun 1613-1645. Selama menjadi raja, Sultan Agung berhasil menyatukan pulau Jawa.

Selain dikenal gigih melawan Belanda, Sultan Agung juga diketahui sebagai budayawan. Sultan Agung memberi perhatian besar pada kebudayaan Mataram. Beliau memadukan kalender Hijriyah yang dipakai di pesisir utaran dengan kalender saka yang masih dipakai di pedalaman. Sultan Agung juga dikenal sebagai penulis naskah Sastra Gending. Sultan Agung juga menetapkan bahasa Bagongan sebagai bahasa yang harus digunakan oleh bangsawan dan pejabat di lingkungan keraton untuk menghilangkan kesenjangan.

Pada tahun 1645 Sultan Agung gugur dalam usaha merebut Batavia dan ditetapkan menjadi pahlawan nasional Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *